Cara Meraih Husnul Khotimah, Ini Yang Harus Disiapkan

0
348
Kematian adalah peristiwa yang pasti terjadi dan akan dialami semua manusia. (foto: pixabay)
Kematian adalah peristiwa yang pasti terjadi dan akan dialami semua manusia. (foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pak Aam, Saya ingin bertanya kalau ruh diambil itu diserahkan kepada Allah, apakah setelah diserahkan akan dikembalikan ke jasad dalam kubur? Lalu kalau jasadnya kurang bagus berarti jasad itu menjalani perjalanan calon neraka. Sebagai keluarga yang masih hidup di dunia, apakah dengan mendoakan, meninfakkan harta, akan mengurangi siksa kubur atau ditangguhkan nanti pada hari kiamat? Bagaimana menyiapkan kematian yang husnul khatimah? Mohon nasihatnya ( Ruy via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Mari kita lihat firman Allah dalam QS. Al-Mu’minun ayat 99-100

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),

 

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.”

Jadi ada orang yang saat ia dicabut nyawanya ia belum siap, lalu ia meminta dikembalikan ke dunia agar ia bisa berbuat amal shaleh. Namun, hal itu sia-sia karena setelah itu ia akan masuk kea lam barzah hingga dibangkitkan.

Jadi jelas kalau menurut ayat ini, ketika kita mati akan ada di alam barzah. Apa itu alam barzah? Kita tidak ada yang mengetahui apa dan dimana alam barzah. Namun suatu saat nanti pasti kita akan mengetahuinya, tapi saat kita tahu kita tidak akan bisa memberi tahu siapa pun. Jadi dengan demikian alam barzah itu ghaib dan hanya Allah yang mengetahuinya.

Alam barzah atau alam kubur itu bukan kuburan. Kuburan itu hanya temoat jasad kita dikuburkan. Sementara alam kubur itu tempat dimana ruh orang meninggal itu berada dan kita tidak tahu itu ada dimana. Jadi yang dimaksud kembali kepada Allah itu, kembali kepada kuasa Allah SWT. Nah, kalau orang shaleh menurut surat al-Ahqaf ayat 13-14 justru mati itu istirahat.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.”

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”

Orang yang kurang amalnya ia akan meminta kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia ketika ia dicabut nyawanya. Berbeda dengan orang yang beramal shaleh, maka ia tidak akan sedih, tidak akan pula takut. Bahkan ketika ia dicabut nyawanya malaikat pun turun menyambut ruhnya.

Semoga kita semua ketika dipanggil oleh Allah diberikan jalan kepada kita agar ruh kita ini tersenyum, disambut oleh malaikat rahmat. Semoga kita semua diberi jalan menuju ke arah kematian husnus khotimah.

Makanaya kita harus selalu saling mendoakan agar hidup kita ini berkah dan husnul khotimah. Tentu saja jika hidup kita ini berkah, kita harus mengisinya dengan amalam-amalan yang Allah ridho dengan kita.

Mempersiapkan kematian yang husnul khatimah atau akhir yang baik tentu saja tidak bisa mendadak dan dinanti-nantikan atau setelah tua, setelah pensiun, setelah tidak sibuk dan sebagainya. Tetapi mempersiapkan kematian yang husnul khatimah itu harus dilakukan mulai sekarang atau saat ini juga.

Istiqomah dalam kebaikan atau amal shalih itu adalah salah satu menyiapkan kematian yang husnul khatimah sehingga mudah-mudahan saat kematian menjemput kita sedang melakukan amal shalih.

Ada beberapa momen atau orang meninggal yang insya Allah dalam keadaan husnul khatimah, misalnya sedang beribadah shalat, haji, membaca Quran, adzan dan sebagainya. Jadi meninggal dalam keadaan sedang mengerjakan amal shalih atau kebaikan itu insya Allah salah satu tanda husnul khatimah.

Demikian sebaliknya ada orang yang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah atau akhir yang buruk. Ia meninggal saat sedang berbuat keburukan atau maksiat atau sedang berbuat dosa. Misalnya meninggal saat sedang di kamar hotel bersama pria atau wanita yang bukan suami istri, meninggal dalam keadaan mabuk, meninggal saat sedang berzina dan sebagainya.

Maka dari itu teruslah berbuat kebaikan dan amal shalih disetiap waktu dan tempat sehingga sekiranya Allah memanggil kita, kita dalam atau sedang berbuat kebaikan atau ibadah. Sebab yang namanya kematian adalah rahasia Allah, waktunya, cara atau sebabnya dan juga tempatnya.

Semua tidak ada yang tahu dan datang dengan tiba-tiba, siap tidak siap, suka tidak suka semua akan mengalaminya. Maka persiapkan dengan amal shalih dan istiqomah dalam kebaikan. Tentu saja jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

803

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini