Mengingat Kematian, Tak Terlihat Namun Sangat Dekat

0
421
Bendera atau warna kuning sebagai simbol ada kematian. Kematian selalu mengejutkan karena tiba-tiba dan tak terduga. ( foto: istimewa)
. ( foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID— Pagi ini kabar duka datang dari dunia entertainment Indonesia. Suami dari penyanyi dan aktris Bunga Citra Lestari yang juga seorang aktor, Ashraf Sinclair (41 tahun) dikabarkan meninggal dunia, Selasa (18/2/2020)

Menurut kabar yang beredar meninggalkanya Ashraf Sinclain disebabkan karena serangan jantung dan sempat dibawa ke RS MMC, Kuningan, Jakarta. Namun takdir berkata lain, nyawanya tak dapat diselamatkan. Banyak pihak meragukan Ashraf meninggal karena serangan jantung. Hal ini disebabkan selama ini ia tidak punya riwayat sakit jantung.

iklan

Kematian adalah mutlak rahasia Allah, baik waktu, cara atau sebab maupun tempatnya tidak ada yang tahu. Waktunya bisa datang kapan saja, caranya bisa sehat maupun sakit dan tempatnya pun bisa di rumah sakit, rumah sendiri, meja makan, diatas kasur bahkan dilapangan olahraga.

Manusia kembali diingatkan bahwa kematian itu amat sangat dekat. Kematian tak mengenal usia, waktu, tempat. Sungguh hanya Allah yang maha mengetahuinya. Terkadang manusia tak sadar bahwa kematian selalu ada dimana pun dan kapan pun ia berada. Oleh sebab itu, sebagai manusia kita harus senantiasa mempersiapkan kematian. Caranya tentu saja dengan banyak mengingat kematian.

Kematian adalah sebuah jembatan yang menghubungkan dua kehidupan, yaitu kehidupan dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat kita menanam bekal menuju kehidupan yang kekal dan abadi, apa yang akan kita panen di akhirat merupakan hasil dari apa yang kita tanam di dunia.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ

Orang cerdas adalah orang yang rendah diri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, dan orang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah,” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya).

Tak perlu takut akan kematian, sebab rasa takut hanyalah untuk orang yang tak siap menghadapi kematian. Sungguh setiap mahkluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengingatkan kita untuk selalu mengingat kematian. Dengan mengingat kematian, kita akan selalu sadar bahwa sungguh kematian itu dekat dan kita harus bersiap menyambutnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Tentu saja jika kita hendak bertemu dengan Allah, kita perlu mempersiapkan jawaban sebagai pertanggung jawaban kita di dunia.

Sama halnya ketika seorang pimpinan memanggil staf atau bawahannya untuk dimintai pertanggung jawaban. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

Hikmah yang dapat dari kematian ialah bahwa sebagai manusia yang masih diberi kesempatan hidup dan bernapas, kita seharusnya bersyukur dan memaksimalkan ibadah kita.

Pesiapkan diri dengan banyak mengingat mati, karena orang yang senantiasa mengingat kematian akan bersungguh-sungguh mengerjakan kebaikan. Di samping itu, mari kita doakan mereka yang telah di panggil terlebih dahulu oleh Allah SWT. Semoga Allah tempatkan mereka di tempat yang terbaik.

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا

اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ

اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.

Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil – kecil kami yang dewasa, kami yang laki-laki maupun perempuan.

Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.

Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Semoga kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin. [ ]

Dihimpun dari berbagai sumber

3
Red: citra
Editor: iman
922