Cara Menghindari Teman Yang Suka Gosip, Lakukan Hal Ini

0
477
Ghibah atau gosip hanya akhlak tercela tetapi juga larangan agama. (ilustrasi foto: pixabay)
Ghibah atau gosip hanya akhlak tercela tetapi juga larangan agama. (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pak Aam saya ingin bertanya, saya terkadang bingung kalau sedang berkumpul dengan teman-teman, mereka suka menggosipkan orang. Apakah saya harus meninggalkannya atau saya diam saja di situ, tapi tidak perlu ikut-ikutan? ( Rin via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Ada riwayat yang menyebutkan, Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

iklan

Jadi laksanakan saja sesuai dengan hadits Nabi di atas. Anda bisa melakukan ini, misalnya Anda sedang berkumpul dengan teman-teman kemudian menggosipkan orang lain. Anda bisa mengingatkan dengan cara yang baik.

Anda bicara dengan baik dan menegur mereka secara halus. Jadi ada kemungkinan teman Anda insaf atau menyadari kesalahannya dan tidak melakukannya lagi.

Orang yang suka menggossipkan orang lain itu biasanya bermula dari suudzon atau berburuk sangka terhadap orang lain.  Makanya Allah berfirman dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai, orang-orang beriman! Jauhilah banyak prasangka buruk. Sesungguhnya, prasangka buruk itu dosa. Jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian lain. Apakah kamu mau memakan daging saudaramu yang sudah mati? Tentu kamu jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)

Jadi orang yang ghibah itu diawali dengan buruk sangka, sebab kalau ia khusnuzan atau berbaik sangka, ia tidak akan menggibahkan orang lain.

Kemudian ia akan tajassus atau mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Sehingga berakhirlah dengan menggibahkan atau membicarakan orang lain. Padahal boleh jadi orang yang kita ghibahkan itu lebih baik daripada kita.

Orang yang suka menggossipkan, membicarakan orang lain atau menggibahkan orang lain itu cirinya ialah hatinya kotor, pikirannya kotor, ia adalah orang yang sok suci merasa dirinya lebih hebat dan lebih suci dari orang lain.

Nah, kalau Anda punya teman seperti itu, ingatkan dia dengan lisan. Jika Anda tidak berkuasa menegur, maka diam saja tapi mintalah doa dengan hati Anda. Jadi sebenarnya kembali lagi kepada situasi yang sedang Anda hadapi.

Memang tidak mudah menghadapi permasalahan ini dalam pergaulan. Boleh jadi orang-orang yang kita hadapi itu ialah mereka yang secara status sosialnya lebih tinggi dari kita.

Oleh karena itu, jika Anda tidak mampu atau tidak bisa menegur secara lisan, maka boleh berontak denga hati Anda. Memintalah ampunan kepada Allah dengan hati Anda. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: admin

820