Jangan Jadikan Kebencianmu Alasan Berlaku Dzalim!

0
322
Jangan Jadikan Kebencianmu Alasan Berlaku Dzalim! (Foto: Pixabay)
Jangan Jadikan Kebencianmu Alasan Berlaku Dzalim! (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID—Kebencian menurut Merriam Webster permusuhan biasanya berasal dari rasa takut, marah, atau rasa terluka. Seringkali rasa benci tersebut berlanjut dengan munculnya hal-hal buruk kepada orang yang dibenci. Kebencian itu termasuk hal fitrah artinya wajar bagi setiap orang memiliki rasa benci. Namun Islam sebagai agama yang hamonis mengajarkan kita untuk berlaku adil kepada setiap orang, tidak terkecuali musuh kita sekali pun.

Terkadang kita sebagai manusia tidak bisa berlaku adil. Hanya karena kebencian kita terhadap suatu orang atau kaum, kita tidak bisa berlaku adil kepadnya. Biasanya orang yang sudah terdapat kebencian kepada orang lain tak akan bisa melihat suatu kebaikan pun dari orang yang dibencinya. Maka dalam hal ini, kebencian dapat membutakan kebaikan. Sementara itu Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah:8

iklan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Tafsir Ibn Katsir menjelaskan kandungan petikan ayat ini:

“Jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum yang dahulunya pernah menghalang-halangi kalian untuk sampai ke Masjidil Haram yang terjadi pada tahun perjanjian Hudaibiyah mendorong kalian melanggar hukum Allah terhadap mereka. Lalu kalian mengadakan balas dendam terhadap mereka secara aniaya dan permusuhan. Tetapi kalian harus tetap memutuskan apa yang di­perintahkan oleh Allah kepada kalian, yaitu bersikap adil dalam per­kara yang hak terhadap siapa pun.”

Begitulah Allah melarang kita untuk berlaku tidak adil sekalipun kepada musuh Islam. Kebencian tidak seharusnya menjadi alasan yang membenarkan kita sebagai orang muslim untuk mendzalimi orang lain atau suatu kaum. Apalagi sampai mendzalimi dengan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Islam tak pernah sekali pun mengajarkan kita untuk keluar dari aturan main dan membalas kedzaliman di luar batas-batas keadilan dan hukum.

IbnU Katsir mengutip pernyatan sebagian ulama salaf:

“Selama ka­mu memperlakukan orang yang durhaka kepada Allah terhadap diri­mu dengan sikap berdasarkan taat kepada Allah dan selalu berlaku adil dalam menanganinya, niscaya langit dan bumi ini masih akan tetap tegak.”

Kebencian tidak dibalas dengan kebencian. Kezaliman tidak akan hilang dengan kezaliman lainnya. Keadilan itu salah satu prinsip utama dalam ajaran Islam. Meski kita atau saudara kita dirugikan, didzalimi dan dianiaya sehingga membuat kita sangat benci kepada orang tersebut, baik orang Islam maupun nonmuslim, kita tidak sepantasnya membalas kedzaliman dengan kedzaliman kepada orang tersebut apalagi kepada pihak ketiga. Kita tetap harus berbuat adil dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

Fenomena yang sedang hangat kini misalnya kebencian terhadap pemerintah komunis Cina yang mendzalimi muslim Ughyur. Tentu saja sebagai seorang muslim kita mengutuk perbuatan mereka. Namun bukan berarti kita berhak mensyukuri mereka yang menderita karena virus corona.

Kita boleh saja membenci perbuatan mereka, tapi sebagai seorang muslim kita tak sepantasnya mendzalimi pribadi mereka, keluarga mereka, apalagi orang yang tak ada sangkut pautnya secara langsung dengan mereka.

3
red: Citra
editor: Admin
922