Rumah Tangga Dilanda Perselingkuhan, Cerai atau Bertahan?

0
272
Sekecil apa pun perselingkuhan tidak boleh dibiarkan terjadi, karena ia akan menjadi api dalam rumah tangga (ilustrasi foto: pixabay)
Sekecil apa pun perselingkuhan tidak boleh dibiarkan terjadi, karena ia akan menjadi api dalam rumah tangga (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pa Aam istri saya sudah 6 tahun selingkuh dengan suami orang. Setiap tahun ia meminta maaf, tapi ia selalu mengulangi lagi perbuataanya. Saya coba bertahan demi anak-anak.  Apa yang harus saya lakukan? Mohon nasihatnya. Terimakasih ( J via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Bapak tentu saja boleh menceraikan saja. Tidak ada maaf lagi untuk orang seperti itu. Sudah 6 tahun perbuatannya selalu diulang-ulang  seolah permintaan maafnya tidak berarti. Kalau Anda bertanya saran saya, ya saya akan menyarankan Anda untuk menceraikannya. Masih banyak di luar sana wanita yang shalehah yang lebih baik dari dia.

Sudah ceraikan saja, karena ini sudah melewati batas-batas menurut aturan agama. Jadi kalau istri melakukan suatu kesalahan yaitu ia berselingkuh, kemudian Anda memaafkan sungguh hati Anda mulia. Namun jika kemudian dia mengulangi lagi dan meminta maaf lagi dan mengulangi lagi. Kalau menurut saya itu sudah menjadi karakternya, sebaiknya ceraikan saja.

Perempuan yang diceraikan seperti itu tidak akan mendapatkan apapun. Jadi kalau istri diceraikan karena ia berselingkuh, si istri ini tidak akan mendapat mut’ah atau apa pun. Jadi saran saya, Bapak ceraikan saja karena sudah 6 kali ia meminta maaf dan selalu mengulangi lagi perbuatannya.

Bapak juga tidak perlu memberi apa pun kepadanya. Itu menurut ajaran agama, ia tidak mendapat apa pun. Beda ceritanya jika Anda bercerai karena beda paham atau karakter, pokoknya cerai yang sifatnya karena ada ketidakcocokan, maka wajib seorang suami memberikan mut’ah kepada istrinya.

Namun, kalau bercerai itu karena berselingkuh apalagi ini berulang-ulang, maka Anda wajib ceraikan istri itu dan Anda tidak perlu memberikan apa pun kepada perempuan itu.

Memang betul kita harus bersikap sabar. Istri Anda berselingkuh lalu kemudian ia meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi dan Bapak memaafkannya. Itu bentuk dari sabar, tapi jika perbuatannya itu berulang-ulang dan Bapak masih memaafkan itu juga tidak dibenarkan. Artinya bapak secara terus menerus didzalimi dan membiarkan istri terus berbuat dzalim kepada Anda. 

Apalagi ini sampai bertahan selama 6 tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Jadi menurut hemat saya, bercerai itu lebih baik sehingga istri atau mantan istri Anda kalau mau menikah dengan selingkuhannya juga lebih baik dari pada terus menurus berbuat maksiat dan zina.

Anda pun bisa membangun atau membina rumah tangga yang baru dengan wanita yang lebih baik dari dia. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

980

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini