Mengenal Gaya Hidup Halal dan Cara Menerapkannya

0
68
Mengenal Gaya Hidup Halal dan Cara Menerapkannya (Foto: Pixabay)
Mengenal Gaya Hidup Halal dan Cara Menerapkannya (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Gaya hidup halal (halal lifestyle) kini semakin digandrungi di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali di Indonesia, gaya hidup halal semakin merambah ke berbagai industri mulai dai fashion, kuliner, hingga pariwisata.

Penggiat halal dari Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mengatakan, gaya hidup halal merupakan gaya modern yang mesti dibarengi dengan pola konsumsi sehat. Artinya orang yang menjalankan gaya hidup modern itu hanya memilih makanan-makanan halal saja dan menghindari yang tidak halal.

Hal ini tentu menguntungkan dan menggembirakan terutama bagi umat muslim. Dari sisi pengusaha muslim, tentu peluang besar ini menjadi berkah tersendiri. Mereka tetap dapat mengembangkan bisnisnya dalam koridor syariat Islam. Dari sisi konsumen, umat muslim akan mendapatkan kemudahan dalam mencari berbagai produk dan jasa yang tidak menyalahi akidahnya.

Perkembangan halal lifestyle ini tentu perlu diapresiasi, namun sebagai seorang muslim selayaknya perkembangan baik tersebut tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan dan kemudahannya. Kita juga perlu meluruskan niat agar nilai yang kita dapatkan dari berkembangnya hall lifestyle ini tidak semata-mata berarti di dunia, namun juga di akhirat kelak.

Niat adalah perkara yang sangat penting dalam beramal bagi setiap muslim. Berkaitan dengan niat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan”. (HR Bukhari & Muslim).  Oleh karena itu, jika halal lifestyle  hanya diniatkan untuk mendapatkan berbagai keuntungan dunia tentu sangat disayangkan, karena hanya memberikan keuntungan dunia sedang akhirat tidak diperolehnya.

Niat semata karena beribadah kepada Allah dalam menjalankan aktivitas bisnis halal harus menjadi yang pertama dan utama.  Tanpa niat karena Allah, aktiviatas bisnis halal hanya bernilai nol dihadapan-Nya.

Sama halnya dengan konsumen sebagai penggiat dan pemakai halal lifestyle. Misalnya di bidang fashion, kini tren gaya hijab semakin berkembang. Dahulu hijab dinilai kuno dan tak modis. Kini dengan memakai hijab dan pakaian serba tertutup pun seorang bisa saja tampil modis dan trendy. Namun hal ini juga perlu dibarengi dengan niat yang lurus bawasannya bahwa menutup aurat itu adalah suatu kewajiban bagi muslim. Jadi, jangan sampai kita memakai hijab semata-mata hanya karena mengikuti tren. Merugilah karena kita tidak akan mendapatkan apa-apa melainkan dunia semata. Namun, jika dibarengi dengan niatan yang lurus karena Allah, maka nilai yang didapatkan tak hanya dunia melainkan juga akhirat.

Sejatinya bagi seorang muslim, halal dan haram adalah standar dalam seluruh aktivitas.  Allah dan Rasullullah secara tegas telah menjelaskan apa saja yang diperbolehkan dan tidak dalam Al-Quran dan Sunnah. Jika seseorang beriman kepada Allah, maka wajib baginya menaati aturan dan syariat Allah. Sebagaimana terdapat dalam firman-Nya,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapanakan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab: 36).

3
Red: citra
Editor: admin
922

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini