Membawa Jimat, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

0
251
Bagi sebagian orang jimat diyakini dapat mendatangkan keberuntungan atau perlindungan. Bagaimana menurut Islam? ( ilustrasi foto: pixabay)
Bagi sebagian orang jimat diyakini dapat mendatangkan keberuntungan atau perlindungan. Bagaimana menurut Islam? ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID—Setiap tahunnya dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Indonesia selalu ada saja peserta tes yang membawa berbagai macam jimat. Berbagai macam jenis jimat dibawa mulai dari tulisan Bahasa Arab, kain kafan yang diisi tanah, dan benda-benda lain yang dianggap memiliki kekuatan supranatural.

Meskipun sudah ada larangan keras dari panitia pelaksana, masih ada saja peserta yang menyimpan benda-benda yang dianggap jimat ke ruangan tes. Para peserta CPNS tersebut membawa jimat dengan tujuan tabarruk (mengharap berkah).

iklan

Tujuan tabarruk ini tiada lain hanyalah perantara untuk sampai pada Allah dalam hal mewujudkan sebuah kebaikan yang diharapkan. Bagaimana hal ini hukumnya dalam agama Islam?

Tentu saja hal ini tidak dibenarkan secara syariat Islam. Jika ada orang yang memercayai suatu benda memiliki kekuatan melebihi kekuatan Allah SWT, atau meyakini benda tersebut sebagai sumber kekuatan dengan catatan ia mengenyampingkan kekuatan selain kekuatan Allah SWT, maka ini bisa dikategorikan perbuatan syirik.

Sementara perbuatan syirik termasuk perbuatan yang paling Allah benci. Dosanya pun akan terbawa mati.

Hal ini dijelaskan secara rinci dalam kitab Tuhfah al-Murid: Barangsiapa yang meyakini bahwa sebab-sebab yang bersifat adat seperti api, pisau, makanan, minuman memberikan bekas pada musababnya berupa terbakar, terpotong, kenyang dan segar dengan watak dasar dan zat benda-benda tersebut maka dia dihukumi kafir menurut kesepakatan para ulama.

Atau ia meyakini bahwa yang memberikan bekas adalah kekuatan yang diciptakan oleh Allah pada benda tersebut maka dalam menghukumi kekufurannya terjadi dua pandangan. Menurut pendapat yang lebih sahih ia tidak kafir namun dihukumi fasik dan mubtadi’ (pelaku bid’ah).

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنفَعُكُمْ شَيْئًا وَلا يَضُرُّكُمْ

“Ibrahim berkata:Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?” (Al-Anbiya’: 66).

Pada dasarnya membawa jimat tidak dilarang secara agama, asalkan ia tidak memercayai kekuatan jimat atau barang itu. Artinya lulus atau tidaknya seseorang dalam seleksi CPNS adalah takdir dan kehendak Allah semata.

Baca Juga: Apakah Dosa Syirik Masih Bisa Diampuni?

Namun terlepas hal ini, akan lebih baik jika seseornag tidak membawa jimat sama sekali. Hal ini bertujuan agar tidak ada fitnah. Selain itu panitia pun sudah menetapkan aturan terkait barang apa saja yang boleh dibawa ke dalam ruangan tes.

Sebagai manusia sudah sepatutnya kita berusaha ketika menginginkan suatu tujuan tercapai. Sisanya tugas kita adalah bertawakal atau menyerahkan sisanya kepada Allah Ta’ala. ( Diolah dari berbagai sumber )

5

Red: citra

Editor: admin

920