Menyemprotkan Obat ke Tenggorokan, Apakah Membatalkan Puasa?

0
176
Orang yang punya penyakit asma biasanya akan menyemprotkan cairan ke tenggorokan saat kambuh. (ilustrasi foto: pixabay)
Orang yang punya penyakit asma biasanya akan menyemprotkan cairan ke tenggorokan saat kambuh. (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID--Assalamu’alaykum. Pa Aam suami saya memiliki penyakit asma. Pertolongan pertama jika penyakitnya kambuh, suami saya suka menyemprotkan obat ke tenggorokannya untuk meringankan rasa sesaknya. Apakah jika sedang shaum dapat membatalkan shaumnya atau tidak? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Ulli via db )

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kalau yang disemprotkan itu hanya sedekar untuk membuka rongga untuk tidak sesak, sebenarnya itu tidak membatalkan shaumnya.

Kecuali kalau suami Ibu benar-benar menelan obat dengan air, itu jelas batal. Kalau hanya sekedar menyemprotkan ke rongga mulut atau ke tenggorokan, itu tidak membatalkan.

Lalu bagaimana jika ada rasanya? Tentu saja rasa itu ada karena melewati lidah. Mirip seperti orang yang bergosok gigi. Coba jika Anda sedang gosok gigi, apakah ada rasa pasta gigi? Tentu saja ada, tapi Anda menggunakan pasta gigi itu bukan bermaksud untuk menelannya. Coba apakah Ada orang gosok gigi dengan niat menelan pasta gigi?

Dalam sebuah haditd yang disampaikan Imam Nawawi ra mengatakan, dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi kalau Anda menggosok gigi menggunakan pasta gigi saat shaum, tidak batal shaumnya sekalipun ada rasa. Sama halnya dengan inhaler atau obat bagi rekan-rekan, Ibu, Bapa yang memiliki penyakit Asma.

Ada saat ketika kambuh dan sedang shaum, maka semprotkan saja ke tenggorokan sekali pun ada rasanya. Niatnya kan bukan untuk menelan atau berbuka, tapi niatnya untuk melebarkan tenggorokan dan menghilangkan rasa sesak.

Jadi ini lebih kepada pengobatannya. Sama halnya dengan obat yang dihisap melalui hidung, tentu tidak apa-apa dan tidak membatalkan shaumnya. Memasukkan obat melewati hidung atau bahkan dubur itu bukan sesuatu yang membatalkan shaum.

Berbeda halnya jika Anda meminum obat berbentuk pil yang benar-benar ditelan, nah itu tentu saja membatalkan dan harus diganti di hari yang lain alias qadha.

Jadi sekali lagi menurut hemat saya, pastikan saat suami Anda menyemprotkan obat atau pelega tenggorokan tersebut tidak ada yang tertelan. Kalau ada yang tertelan dari obat atau cairan tersebut maka otomatis membatalkan puasanya sekali pun tidak sengaja. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red:citra

Editor: iman

961

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini