Agar Anak Mencintai Allah, Ini Yang Perlu Ortu Ajarkan

0
338
Salah satu tugas orangtua adalah mengajarkan Al Quran pada buah hati (foto: pixabay)
Salah satu tugas orangtua adalah mengajarkan Al Quran pada buah hati (foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu tujuan dalam ibadah yang kita lakukan adalah dalam rangka mencari rido dan cinta Allah Swt. Sebab, bila kita sudah mendapat rido dan menjadi kekasih-Nya, maka seluruh kebaikan duniawi dan ukhrawi bisa kita gapai dengan mudah.

Jika hidup sudah mendapat rido Allah maka urusan dunia menjadi mudah dan penuh kebaikan (fidunya hasanah) dan yang hakiki adalah memperoleh kebahagian akhirat (akhirati hasanah). Sesungguhnya, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menggapai rido dan cinta Allah.

Dikutip dari buku Ketika Shofie Bertanya karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si berikut ini yang bisa orangtua lakukan agar buah hati bisa mencintai Allah dan mendapat rido-Nya.

Pertama, membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran. Cara ini akan melahirkan cinta dan kerinduan kepada-Nya, syukur dan sabar, tawadlu (rendah hati) dan khusyu, serta seluruh sifat yang bisa mengantarkan pada cinta dan rido-Nya. Dalam salah satu ayatnya disebutkan bahwa Al Quran adalah sebuah kitab yang Kami (Allah) turunkan kepadamu, yang di dalamnya penuh berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapatkan pelajaran orang-orang yang mau menggunakan akalnya.

(29). كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mendapat pelajaran.”  (QS. Shaad: 29)

Al Quran adalah kitab suci yang harus dipahami, bukan sekadar dibaca. Fakta menunjukkan, banyak yang rajin membaca Al Quran tapi tidak paham isinya, sehingga tidak bersemangat untuk mengamalkannya. Untuk itu, biasakan juga membaca terjemahannya untuk membantu pemahaman.

Pengalaman menunjukkan, awalnya memang agak susah mencerna maksud terjemahan Al Quran, namun kalau kita sering membacanya, lama kelamaan akan mudah memahaminya. Sebenarnya ini berlaku untuk semua ilmu, kalau kita tidak pernah membaca buku-buku psikologi misalnya, akan susah mencerna isinya, tapi kalau sudah sering, insya Allah kesulitan ini bisa diatasi.

Saat membaca Al Quran, para sahabat mengutamakan pemahaman, implementasi, dan pengamalan. Ibnu Abbas r.a. pernah berkata, ‘Kebiasaan kami, jika mempelajari sepuluh ayat Al Quran, kami tidak akan melampauinya sebelum kami memahami secara benar maknanya dan mengamalkannya.

Kedua, setalah paham maka diaplikasikan dalam kehidupan. Mengutip hadis riwayat Bukhari-Muslim, Anas r.a. pernah mengatakan bahwa Abu Thalhah r.a. (seorang sahabat dari kaum Anshar di Madinah) adalah orang yang banyak hartanya, di antara harta yang paling disenanginya adalah kebun kurma yang menghadap ke masjid, bahkan Rasulullah saw. pun pernah singgah di kebun itu.

Ketika turun firman Allah Surat Ali Imran ayat 92 yang berbunyi, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

’ Abu Thalhah bergegas menemui Rasulullah Saw. seraya berkata, ‘Ya Rasulullah, sungguh aku telah paham ayat itu, maka harta yang paling aku cintai adalah kebun kurma yang menghadap ke masjid.  Untuk itu saksikanlah, demi Allah aku sedekahkan kebun itu untuk mendapatkan pahala di sisi-Nya. Maka silakan Ya Rasulullah bagikan sebagaimana Allah telah mengajarkannya kepadamu.

Sebuah hadis riwayat Bukhari menyebutkan, Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘. . . Tidak ada amalan yang paling Aku cintai dari hamba-Ku kecuali apa yang telah diwajibkan kepadanya. Dan Aku mencintai hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah …

Menurut riwayat ini, ada dua hal yang menyebabkan Allah mencintai kita.

1.Konsisten melaksanakan ibadah-ibadah fardlu/wajib, seperti shalat lima waktu, shaum Ramadhan, zakat, haji kalau sudah mampu, dan sebagainya.

  1. Melaksanakan amalan-amalan sunah, seperti shalat rawatib, tahajud, dhuha, shaum Senin-Kamis, dll. Ibadah-ibadah ini akan menjadi pupuk bagi hati kita sehingga hati kita akan tetap hidup dan subur.

Allah Swt. akan merespon taqarrub (pendekatan diri) kita dua kali lipat dari apa yang kita lakukan. Rasulullah saw. pernah bersabda melalui hadis qudsinya, Allah swt. berfirman, ‘Jika ia (manusia) bertaqarrub kepada-Ku satu jengkal, Aku akan mendekat kepadanya satu hasta.

Info pemesanan: 08112202496
Info pemesanan: 08112202496

Jika ia bertaqarrub kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepada-Nya satu depa. Dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berlari.’ Hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

Jadi, kalau kita memberi satu cinta kepada Allah, Dia akan memberi dua cinta kepada kita. Kalau kita memberi tiga cinta, maka Allah akan memberi empat cinta, demikian seterusnya. Karena itu, dekatkanlah diri kepada-Nya dengan ibadah-ibadah sunah setelah kita melaksanakan yang wajib, pasti Dia akan mencintai kita.

Ketiga, memperbanyak zikir, baik dengan lisan ataupun perbuatan. Allah swt. memerintahkan untuk memperbanyak zikir dalam setiap kesempatan, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Jumu’ah ayat 10 yang berbunyi,

“Dan zikirlah (ingatlah) Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.” [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

903

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini