Diminta Cerai Orangtua Karena Dipoligami, Menolak atau Menuruti?

0
239
Pada prinsipnya poligami itu dibolehkan, yang haram (terlarang) adalah berbuat dzalim atau menyakiti istri ( ilustrasi foto: pixabay)
Pada prinsipnya poligami itu dibolehkan, yang haram (terlarang) adalah berbuat dzalim atau menyakiti istri ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pa Aam Bagaimana bila seorang ayah meminta anaknya bercerai dengan alasan karena anaknya itu dimadu atau dipologami. Padahal anak itu merasa tidak terdzalimi dan tetap bahagia meskipun suaminya berpoligami. Lalu ayahnya meminta ia bercerai dengan suaminya, apakah boleh atau tidak?Mohon nasihat dan penjelasannya. (  R via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam menikah itu harus ada syarat yang harus dipenuhi sehingga pernikahannya saha.

Demikian juga dalam persoalan cerai maka harus ada syaratnya yang harus dipenuhi juga atau ada sebab yang melatarbelakangi terjadinya perceraian. Sebenarnya orangtua boleh meminta anak perempuan untuk bercerai kalau anaknya didzalimi. Sementara itu, yang mengetahui merasa didzalimi dan tidak itu yang bersangkutan.

Nah ini ada seorang ayah yang meminta anaknya bercerai dengan suaminya karena poligami. Namun, ketika ia ditanya, anak perempuannya ini tidak merasa didzalimi. Maka sebenarnya tidak ada alasan untuk orangtua meminta anaknya bercerai. Mengapa? karena anaknya ini sebagai istri dari suami yang berpoligami tidak merasa terdzalimi bahkan sang anak atau istri tersebut bahagia. Mungkin saja meskipun suaminya berpoligami, ia bisa berlaku adil, perhatian dan tetap memenuhi kewajibannya.

Jadi sebernarnya bukan salah poligami. Sering kali saya berulang-ulang mengatakan tidak ada yang salah dengan poligami karena Allah SWT berfirman dalam Q.S An-Nisa ayat 3:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (apabila kamu menikahinya), nikahilah perempuan lain yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Namun, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, nikahilah seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Hal itu lebih dekat pada tindakan yang adil.” ( QS.An Nisa: 3)

Bahkan satu pun jika seorang laki-laki tidak bisa berlaku adil dan hanya mendzalimi perempuan atau istrinya, maka hukumnya haram untuk menikah. Namun, jika seorang laki-laki bisa berlaku adil boleh menikahi seorang perempuan hingga maksimal 4. Dengan catatan ia bisa berlaku adil.

Jadi sebenarnya selama aturan poligami ini dilaksanakan dengan baik, tidak ada yang salah dengan poligami. Tentu saja banyak orang yang bahagia dengan hidup berpoligami dan yang tidak sukses atau gagal ada juga.

Pastinya, bukan poligami yang bermasalah tetapi yang bermasalah adalah orangnya atau yang menjalaninya. Ketentuan atau hukum poligami dibolehkan dalam syariat Islam, sementara perilaku dzalim itu tabiat atau kelakukan manusianya atau individunya.

Kembali ke pertanyaan Anda, meskipun ayahnya meminta sang istri untuk bercerai tanpa ada dasar dan alasan yang jelas boleh saja tidak diikuti. Tidak semua perintah orang tua harus ditaati. Kalau orangtua menyuruh yang salah ya jangan dituruti. Sebagaimana firman Allah dalam Quran Surat Lukman ayat 15

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada ilmunya, janganlah kamu menaati keduanya. Tetapi, bergaullah secara baik dengan keduanya di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Lalu, akan Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.Luqman: 15)

Jadi menurut saya, orangtua harus bersikap bijaksana dan jujur. Yang dipersoalkan itu poligaminya atau perbuatan dzalimnya? Jika memang sang istri merasa tidak terdzalimi dengan suaminya yang berpoligami, coba berikan penjelasan saja kepada orangtua. Jika orangtua tetap meminta bercerai, berarti memang kesalahan ada pada orangtuanya.

Seorang istri boleh gugat atau meminta cerai karena suaminya berbuar dzalim yang kebetulan berpoligami.Tetapi dasarnya alasannya suami dzalim bukan sekedar poligami.

Seorang istri haram atau terlarang meminta cerai kepada suaminya jika tidak ada alasan syari yang menyertainya. Bahkan saking haramnya, Allah mengancamnya dengan tidak memberikan surga pada wanita yang meminta cerai pada suaminya.  Hal ini seperti hadits yang dipesankan Rasul,

“Wanita mana saja yang minta cerai pada suaminya tanpa sebab, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits ini oleh para ulama hadits dinyatakan shahih. Jadi seorang istri haram atau dilarang mengajukan cerai tanpa sebab yang jelas atau tanpa alas an syari. Untuk itu seorang istri harus berhati-hati dalam mengajukan gugat atau meminta cerai.

Kemudian perceraian itu menjadi makruh atau boleh jika kondisi rumah tangga itu berubah atau ada kondisi yang membolehkan bahkan bisa mewajibkan untuk cerai, maka seorang wanita atau istri dibolehkan meminta atau mengajukan cerai. Tentu dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Ketentuan atau dasar hukum istri bisa gugat cerai ini bisa dilihat atau dibaca dalam buku nikah, biasanya ada dihalaman belakang. Dalam buku tersebut ada sighat taklik seorang suami yang ditulis bahwa seorang suami berjanji dengan sesungguh hati akan menapati kewajibannya sebagai seorang suami. Kemudian sighat taklik kepada istrinya sewaktu-waktu sebagai berikut,

  1. Meninggalkan istri dua tahun berturut-turut,
  2. Atau tidak memberi nafkah wajib kepada istri tiga bulan lama,
  3. Atau menyakiti badan / jasmani istri
  4. Atau membiarkan ( tidak mempedulikan) istri enam bulan lamanya, kemudian istri tidak ridho dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut dan istri membayar uang sebesar Rp.10.000, sebagai iwadh ( pengganti) kepada suami, maka jatuhlah talak satu suami kepada istri.

Atau jika merujuk pada Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam jo Pasal 19 PP No 9 tahun 1975  Tentang Perkawinan disitu disebutkan ada alasan atau ketentuan dalam pengajuan perceraian seorang istri kepada suaminya, seperti:

  1. Suami Anda terbukti sudah melakukan aniaya seperti: zina, mabuk-mabukan, berjudi dan lainnya;
  2. Suami Anda telah meninggalkan anda setidaknya dua tahun secara terus menerus tanpa ada izin maupun agrumen yang terang dan valid, hal ini berarti: suami anda dengan secara sadar atau sengaja meninggalkan anda
  3. Suami Anda terkena sangsi hukuman penjara selama lima tahun atau lebih sesudah pernikahan terjadi
  4. Suami Anda berlaku kejam dan kerap menganiaya diri anda baik secara fisik (memukul atau menyakiti fisik) maupun non fisik ( kekerasan verbal, menista, menghina, merendahkan harkat dan martabat)
  5. Suami tidak bisa menunaikan kewajibannya sebagai suami dikarenakan cacat fisik maupun penyakit yang menderanya

6.Terjadi keributan atau pertikaian terus menerus tanpa adanya jalan keluar untuk kembali hidup rukun

  1. Suami Anda secara sengaja secara sah telah melanggar taklik-talak yang diucapkannya sewaktu melangsungkan ijab-kabul
  2. Suami berganti agama alias murtad yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Jadi jika menurut orangtua atau seorang istri, bahwa suami telah memenuhi syarat tersebut diatas baik secara syariat Islam atau pun hukum Negara atau Undang-Undang Perkawinan dan Anda tidak terima perlakuan tersebut maka silakan Anda bisa mengajukan gugat cerai lewat Pengadilan Agama. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

931

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini