Mendatangi “Orang Pintar” Soal Rumah Tangga, Boleh atau Terlarang?

0
322
Dalam praktiknya apa yang disebut orang dengan istilah orang pintar atau ahli hikmah itu tidak beda dengan dukun.( foto: pixabay)
Dalam praktiknya apa yang disebut orang dengan istilah orang pintar atau ahli hikmah itu tidak beda dengan dukun.( foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pa Aam saya seorang anak dan istri. Saya ingin bertanya mengenai ahli hikmah. Ada salah satu keluarga yang sering bertanya kepada orang pintar, misalnya tentang jodoh, usaha, karier bahkan masalah rumah tangga. Pulangnya membawa kemenyan lalu dibakar. Mau jual rumah pergi ke orang pintar sambil bawa garam dan air. Dan dia bilang bahwa ia tidak datang ke dukun, melainkan ahli hikmah. Bagaimana hukumnya? Mohon nasihatnya. Terima kasih ( H via fb)

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu saja hukumnya syirik dan menyekutukan Allah. Meskipun ia bilang medatangi ahli hikmah ya tetap saja dukun. Perumpamaannya seperti ia makan babi tapi ia menyebutnya abon atau kruuk. Tetap saja kalau itu abon atau krupuk yang terbuat dari daging babi ya sama saja hukumnya haram. Kan sama-sama haram. Apa yang dilakukan oleh salah seorang keluarga Anda itu termasuk perbuatan syirik. Rasulullah bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi ‘arrâf atau dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari.” (HR. Muslim)

Maksud hadits di atas ialah dosanya sama dengan tidak shalat selama 40 hari. Jangan sampai salah paham, dukun atau nama lainnya ahli hikmah bahkan di beberapa daerah ada yang disebut habib atau ustadz tapi gemar meramal, itu sama saja dukun.

Jadi apa yang dilakukan oleh saudara Anda itu syirik dan harus segara bertaubat. Jika kita kita terjerumus ke dalam perbuatan syirik maka sungguh besar dosanya.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

Maksudnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik itu ialah sekiranya syirik itu terbawa mati. Makanya segeralah bertaubat, tinggalkan hal-hal seperti itu karena itu perbuatan syirik.

Ada sejumlah orang yang jika hendak menikahkan anaknya bertanya dulu kepada ahli hikmah kapan tanggal yang pas untuk melangsungkan pernikahan. Lalu sang ahli hikmah akan menghitung tanggal yang pas berdasarkan tanggal atau bulan lahir kedua mempelai. Perlu diketahui bahwa ini merupakan perbuatan syirik. Kalau orang menghitung tanggal pernikahan atau tanggal pindahan lebih karena petimbangan teknis tentu saja tidak masalah.

Adapun ramalan atau prediksi yang boleh kita percayai bahkan dalam batas tertantu wajib, yaitu:

  1. Ramalan ilmiah

Seorang dokter yang memperkirakan kelahiran pasiennya karena dokter meramal dengan ilmiah. Boleh dipercaya karena berdasarkan ilmiah. Selain itu juga ada ramalan cuaca, boleh juga kita percaya.

  1. Ramalan Wahyu

Yaitu ramalan yang dilakukan oleh Nabi. Banyak hadits yang menjelasakan ramalan rasul tentang masa depan, tanda kiamat atau akhir zaman dan sebagai. Maka mempercayainya tidak termasuk syirik.

Jadi sekali lagi, hendaknya Anda atau kita berhati-hati dengan berbagai istilah yang sebenarnya menyesatkan. Misalnya dukun diganti dengan istilah atau sebutan menjadi orang pintar, paranormal, ajengan, ahli hikmah dan sebagainya. Padahal amal dan praktiknya sama dengan duku, maka ia termasuk dukun. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

903

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini