Hukum Bank Syariah, Benarkah Masih Haram?

0
408
Bank syariah atau islamic banking bisa menjadi alternatif perbankan bagi kaum muslim (foto: pixabay)
Bank syariah atau islamic banking bisa menjadi alternatif perbankan bagi kaum muslim (foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID--Assalamu’alaykum. Pa Aam ada teman saya yang mengatakan bahwa bank Syariah itu tetap hukumnya haram. katanya temannya juga menurut pendapat ustadz atau gurunya.  Lalu bagaimana sebenarnya hukumnya menggunakan bank Syariah? Mohon penjelasannya. (Sari via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Memang betul bahwa di antara saudara kita ada yang mengatakan bahwa bank Syariah juga termasuk haram.

Menurut pengetahuan saya kalau di Bank Syariah itu ada dewan syariah yang terdiri  dari orang-orang yang paham tentang hukum fikih muamalah. Ini yang menjadi salah satunya ialah hal yang berkaitan dengan perbankan.

Jadi kita hargai saja pendapat saudara kita yang mengatakan bahwa bank apa pun itu ,sekali pun yang syariah tetap hukumnya haram. Kita hargai saja yang kan pemikiran itu bisa berbeda-beda. Namun menurut hemat saya bank syariah itu halal. Dia merupakan alternatif dari bank konvensional.

Memang betul saya juga menonton di Youtube dan membaca beberapa tulisan yang mengatakan bahwa segala macam perbankan itu haram termasuk bank syariah, pegaadaian syariah, koperasi syariah.

Nah, ya sudah kita hargai saja pendapat mereka. Kalau menurut saya secara pribadi, bank syariah, koperasi syariah, pegadaian syariah, asuransi syariah, itu sudah ada label syariah yang menunjukan legalitas halal.

Mengapa demikian? Karena dalam susunan kepengurusannya itu ada dewan syariah yang mengatasinya. Dewan syariah ini terdiri dari pakar-pakar yang bergelar Dr. hingga Professor yang memang ahli pada bidangnya.

Sementara orang yang mengharamkan bank syariah itu kan belum tentu mengetahui ilmunya.  Bisa saja orang yang mengharamkan bank syariah ini, orang yang baru saja berhijrah, baca qurannya belum lancar, tapi dia sudah menjadi penceramah tapi basic ilmu syariahnya tidak ada. Sehingga hanya melihat permukaanya saja.

Menetapkan hukum halal haram itu bukan kewenangan pribadi tetapi institusi atau lembaga yang dalam hal ini kalau di Indonesia kewenangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau yang tadi ada Dewan Syariah Nasional (DSN).

Dalam mengeluarkan status halal haram juga tidak sembarangan. Harus ada kajian oleh ahli atau pakar dibidangnya, ahli fikih, ahli tafsir, ahli hadits, ahli ekonomi dan sebagainya. Segala aspeknya dibahas dan diteliti secara detail dan bertanggung jawab. Kemudian dirapatkan atau disidangkan baru kemudian keluar statusnya, apakah halal atau haram.

Kalau halal haram diputuskan menurut pendapat atau pandangan pribadi, bisa kacau pelaksanaan ajaran Islam ini. Kalaun secara pribadi yang namanya ilmu pengetahuan, pemahaman dan menyimpulkan suatu masalah bisa sangat terbatas.

Jadi silahkan saja jika ada yang meanggap bank syariah, asuransi syariah dan lainnya itu haram, itu kan hak dia. Saya secara pribadi jika sudah ada label syariah itu sudah aman.

Kenapa? Ya itu tadi, karena di dalamnya ada pakar-pakar yang mengawasi mekanisme perbankan dengan nilai-nilai syariah. Prinsip-prinsip syariah juga diterapkan dalam praktik dan sistemnya.

Kalau ada yang masih ragu atau tidak percaya dengan bank syariah, tentu itu menjadi hak pribadi masing-masing. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

970

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini