Abu Bakar Ash-Shidiq: Lima Kegelapan dan Lima Pelitanya

0
85
Abu Bakar Ash-Shidiq: Lima Kegelapan dan Lima Pelitanya
Abu Bakar Ash-Shidiq: Lima Kegelapan dan Lima Pelitanya

PERCIKANIMAN.ID— Abu Bakar Ash-Shidiq r.a pernah berkata, ”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.”

Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ‘‘Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang hanya hidup untuk urusan dunia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Pelita untuk menerangi cinta yang berlebihan kepada dunia ialah takwa. Dengan takwa, manusia akan memiliki orientasi di jalan Allah, yakni jalan kebenaran.

Kedua, dosa dan maksiat. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha atau taubat yang sungguh-sungguh. Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.” (HR Ahmad).

Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulallah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, ”Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.”

Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Bagaimana cara meneranginya? Manusia harus memperbanyak amal shaleh. Dalam Quran Surat Al-Bayyinah ayat 7-8 Allah berfirman, “orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga ‘Adn. Mereka kekal di dalamnya.”

Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin adalah penerangnya. Apa itu yaqin? Meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang ghaib, termasuk kehidupan setelah mati atau adanya akhirat. Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju kehidupan yang sebenarnya.

Sumber: republika.co.id

Foto: Pixabay.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini