Shalat Sebelum Akad Nikah, Apakah Ada Dalilnya ?

0
192
Menikah khususnya saat akad nikah adalah salah satu momen istimewa dalam hidup seseorang (foto: pixabay)
Menikah khususnya saat akad nikah adalah salah satu momen istimewa dalam hidup seseorang (foto: pixabay)

Assalamu’alaykum. Pak Aam, teman saya memberi nasihat katanya setelah akad nikah suami istri hendaknya shalat 2 rakaat. Katanya shalat ini bertujuan untuk terhindar dari prahara rumah tangga. Apakah benar ada shalat nikah? Kebetulan tahun ini insya Allah saya mau menikah. Mohon penjelasannya. ( Cha vi fb )

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Dalam masyarakat kita memang ada mitos atau tradisi yang dikaitkan dengan ibadah tertentu termasuk shalat. Ibadah atau shalat ini dikaitkan dengan kebaikan yang seolah-olah dari ajaran atau syariat Islam. Padahal sumbernya tidak jelas baik dalil Al Quran atau hadits termasuk contoh dari Rasul atau sahabat.

Contohnya seperti yang Anda tanyakan tentang shalat nikah atau shalat sunat setelah nikah. Konon shalat ini dilakukan agar pernikahan selamat, tidak diguncang prahara. Shalat ini dilakukan setelah akad nikah selesai. Dilakukan sendiri-sendiri maupun dengan pasangan.

Waktunya bisa dilakukan siang ataupun malam. Jumlahnya dua rakaat. Shalatnya sama seperti shalat lainnya, tidak ada bacaan khusus.

Selain shalat tersebut, ada pula satu shalat lagi yang dilakukan seorang suami ketika dia merasa khawatir akan timbul rasa tidak suka, berkurangnya hormat dan kasih sayang, bahkah timbulnya kebencian pada istri. Shalat dilakukan dua rakaat tidak ada waktu khusus maupun bacaan yang khusus.

Namun perlu saya tegaskan bahwa sepanjang pengetahuan yang saya dapatkan shalat sunat demikian atau shalat sunah nikah tidak ada dalilnya. Tidak ada riwayat atau pun contoh dari Rasul, bahkan generasi sahabat pun tidak ada yang melaksanakan.

Boleh saja misalnya sebelum akad nikah Anda dan calon suami shalat Dhuha, tetapi niatnya shalat Dhuha bukan shalat nikah. Biasanya akad nikah dilaksanakan di masjid, nah boleh sebelum akad nikah Anda shalat Dhuha. Shalat Dhuha dicontohkan Rasul, sementara shalat nikah tidak ada contoh dari Rasul.

Ini juga menjadi perhatian kita semua bahwa nasihat agama atau amalan ibadah itu harus diperhatikan dari siapa yang memberikannya. Bukan sekedar dari teman atau orang yang dianggap ustadz sekalipun kalau tidak ada dalilnya tentu tidak boleh dilaksanakan.

Prinsipnya dalam ibadah khusus shalat itu bukan sekedar baik tetapi benar. Benar menurut siapa? Tentu saja benar menurut Allah dan Rasul-Nya, ada dalilnya, ada contoh dari Rasul. Bukan sekedar baik menurut kita atau ukuran manusia. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

5

Red: admin

Editor: iman

980

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini