Istri Berbohong Pada Suami Demi Kebaikan, Boleh atau Tidak ?

0
261
Kadang ada orang yang berbohong untuk kebaikan atau menyenangkan orang lain. ( ilustrasi foto: pixabay)
Kadang ada orang yang berbohong untuk kebaikan atau menyenangkan orang lain. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID--Assalamu’alaykum. Pa Aam berdosakah jika seorang istri melakukan kebohongan pada suami atau keluarga demi kebaikan tapi berbohongnya itu berulang-ulang? Mohon nasihatnya dan terima kasih. ( T via fb )

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Pertama kita harus sepakati dulu bahwa kebohongan dan berbohong itu adalah suatu perbuatan yang salah.

Kemudian bolehkah kita berbohong untuk kemaslahatan atau untuk kebaikan? Ada sejumlah riwayat yang menunjukan pengecualian yang mana kita boleh berbohong demu kemaslahatan.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dalam hadits yang dibawakan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu , bersabda :

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ(وفى رواية لمسلم: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ) حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا. وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ(وفى رواية لمسلم: وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ) حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً. رواه البخاري ومسلم

“Sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk jujur, sampai akhirnya ia menjadi orang yang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya kedustaan akan membimbing menuju kejahatan, dan kejahatan akan membimbing menuju neraka. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk dusta, sampai akhirnya ia benar-benar tertetapkan di sisi Allâh sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi intinya berdusta atau berbohong adalah perbuatan yang terlarang atau haram untuk dilakukan. Tidak ada keringanan untuk berdusta dalam Islam, kecuali karena darurat atau kebutuhan yang mendesak. Itu pun dengan batas yang sangat sempit. Seperti tidak dijumpai lagi cara yang lain untuk mewujudkan tujuan yang baik itu, selain harus berbohong.

Namun dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda,

ولم أسمعه يرخص في شيء مما يقول الناس إلا في ثلاث: تعني الحرب، والإصلاح بين الناس، وحديث الرجل امرأته، وحديث المرأة زوجها.

Belum pernah aku dengar, kalimat (bohong) yang diberi keringanan untuk diucapkan manusia selain dalam 3 hal: Ketika perang, dalam rangka mendamaikan antar-sesama, dan suami berbohong kepada istrinya atau istri berbohong pada suaminya (jika untuk kebaikan).” (HR. Muslim)

Dari hadits ini dapat kita pahami, pertama berbohong untuk mendamaikan dua orang yang berselisih. Jadi ketika ada dua orang yang berselisih, lalu kita berbohong untuk tujuan mendamaikan keduanya. Misalnya si A dan si B ini berselisih, lalu saya bertemu si  A dan membujuknya dengan berbohong bahwa si B itu ingin berdamai.

Padahal itu hanya karangan saya. Kemudian saya juga menemui si B dan membujuknya dengan dalih bahwa si A ingin berdamai dengan dirinya. Nah sehingga mereka akhirnya berdamai karena rekayasa yang saya buat, itu bdiperbolehkan.

Kedua kita diperbolehkan berbohong untuk menciptakan keharmonisan. Misalnya ada seorang menantu yang tidak suka kepada mertuanya. Begitu anaknya yang perempuan ini bertamu ke rumah orang tuanya suaminya ini tidak ikut. Kemudian ibunya bertanya mengapa suaminya tidak ikut, lalu sang istri beralasan bahwa suaminya kecapean dan hanya menitipkan salam dan buah tangan.

Sebenarnya ia mengarang bahwa suaminya kecapean dan hanya memberikan oleh-oleh. Hal ini juga diperbolehkan, bahwa sebenarnya suaminya itu tidak memberikan oleh-oleh atau pun salam. Jadi memang kita diperbolehkan untuk berbohong demi sebuat kebaikan.

Ketiga berbohong dalam keadaan perang. Misalnya ada prajurit atau pasukan yang tertangkap lawan atau musuh. Kemudian dia diminta menunjukkan gudang senjata atau pimpinan pasukan maka ia boleh berbohong kepada musuhnya tersebut. Sebab kalau dia jujur maka dampaknya akan kalah atau kehancuran pasukannya.

Lalu bagaimana kalau bohong yang berulang? Ya tidak apa-apa selama itu itu kemaslahatan atau kebaikan dan bukan untuk menipu. Kebohongan untuk kemaslahatan atau kebaikan itu diperbolehkan.Misalnya suami yang selalu bilang dan memuji masakan istrinya sangat enak. Istri yang selalu bilang hidupnya bersama suami selalu bahagia dan sebagainya.

Tetapi perlu diingat tidak boleh berbohong yang terus menerus sekiranya dikemudian hari akan menimbulkan atau mendatangkan mudlorot atau kecelakaan. Misalnya suami atau istri yang selalu bilang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Padahal ia tengah menahan sakit, yang bisa jadi sakit tersebut akan bertambah parah jika tidak diobati.

Jadi hebatnya coba Anda perhatikan dampak dari berbohong yang terus menerus tersebut. Sekiranya berdampak buruk atau akan menimbulkan kemudlorotan maka segera akhiri dan ceritakan yang sebenarnya. Tentu dengan cara dan situasi yang tepat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

4

Red: citra

Editor: iman

903

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini