3 Pertanyaan Yang Dapat Membantu Anak Merangkai Mimpinya

0
269
Membersamai buah hati dengan kualitas waktu (foto: pixabay)
Membersamai buah hati dengan kualitas waktu (foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Bisakah Anda menjawab, apa target yang Anda rencanakan dalam satu atau dua tahun ke depan? Atau, bahkan lima tahun ke depan?

Semua orang harus memiliki target dalam hidupnya. Siapa yang mengharuskannya? Tentunya, diri kita sendiri karena kita tahu dan ingin memiliki target, karena dengan memiliki tujuan, hidup yang kita lihat dan rasakan akan lebih terarah dan terencana, serta termotivasi dalam melakukan sesuatu.

iklan

Ambil contoh yang mudah. Saat memulai berumah tangga, kita merencanakan mulai membeli rumah, memiliki anak, lalu mulai merencanakan pendidikannya. Kita kemudian mulai menabung atau mengikuti program tabungan pendidikan.

Lalu, kita terus mengembangkan mimp-mimpi kita, seperti memiliki rumah lagi, mobil, dan begitu seterusnya. Inilah yang disebut target yang memotivasi kita sehingga bila kita menengok kehidupan kita saat ini, mungkin sudah begitu banyak target jangka pendek dan jangka panjang yang dapat kita capai dan kita nikmati.

Lalu, bagaimana melatih anak agar terbiasa memiliki target? Bagaimana menyampaikan konsep target ini agar anak kita enjoy menerimanya?

Dalam NLP, ada teknik yang memudahkan kita untuk membuat target serta lebih fokus, dan melakukan berproses mendekati pencapaian tersebut dengan lebih optimis dan, insya Allah, bila baik menurut Allah, pasti diizinkan untuk kita peroleh, dimudahkan untuk kita capai, dan diberi kemampuan untuk kita mengambil hikmahnya.

Seperti dikutip dari buku “ Mendidik Tidak Mendadak “ karya Enny Sulistiani contoh pertanyaan berikut ini untuk anak yang berusia SD sampai SMP.

 

  1. Tanyakan, “Kalau besar nanti, mau jadi apa, Nak?”

Setelah itu, tanyakan alasan anak memilih cita-cita atau target tersebut. Hal ini untuk membuat Anda dan anak yakin tentang pilihan tersebut.

 

  1. Tanyakan, “Apa kamu bisa membayangkan seperti apa keinginan kamu itu?”

 Pintalah anak untuk menuliskan atau menggambarkan keinginannya tersebut agar ia bisa membayangkan dan merasakan keinginannya dengan indranya. Lalu, tanyakan kapan ia ingin mencapainya, “Menurutmu, kapan itu akan tercapai? Berapa tahun lagi, ya?”

Kemudian, ajak anak untuk membayangkan saat keinginannya tersebut berhasil ia capai, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Bisa kamubayangkan saat itu tercapai?” atau “Apa kamu dengar suara yang mengatakan kamu sudah mencapai cita-citamu.” Atau, Anda juga bisa “memancing emosinya”, dengan menanyakan perasaannya bila keinginannya tersebut tercapai, seperti “Kamu bisa merasakan senangnya kalau keinginan kamu tercapai?”

 

  1. Tanyakan, “Sekarang, untuk mencapai itu, kamu harus melakukan apa, Nak?”

Tahap ini untuk mengarahkan agar anak bersiap pada langkah-langkah atau proses yang harus ia lakukan untuk mencapai keinginannya. “Bisa kamu tulis, apa yang harus kamu siapkan?” Kemudian, jangan lupa untuk memujinya bila anak bisa melakukannya.

Selain itu, ajarkan anak untuk berdoa kepada Allah Swt. tentang keinginannya tersebut, seperti “Jangan lupa, minta dan berdoa sama Allah agar dikabulkan, ya? Kalau kata Allah ada yang lebih baik dari itu, minta pada Allah kamu ikhlas menerimanya.” [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

926

Buku Mendidik Tidak Mendadak