Firasat dan Shalat Menghadapi Kematian, Ini Yang Harus Disiapkan

0
610
Renungan Kematian: Yang Dekat, Namun Tak Terlihat (Foto: Pixabay)
Renungan Kematian: Yang Dekat, Namun Tak Terlihat (Foto: Pixabay)

Assalamu’alaykum. Pak Aam, maaf mau bertanya soal firasat atau tanda kematian. Apakah benar jika seorang telah dekat dengan waktu kematiannya, 40 hari sebelumnya bisa merasakan tanda-tandanya? Apakah ada shalat khusus untuk menghadapi kematian? Mohon penjelasannya. ( Chi via fb )

 

iklan

Wa’alaykumsalamww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita pahami dan yakini bahwa semua makhluk hidup pastinya akan mengalami atau merasakan kematian. Apakah dia siap, tidak siap, suka, tidak suka tetap yang namanya kematian akan dialami semua orang atau makhluk hidup. Dalam Al Quran sudah sangat jelas Allah tegaskan,

(185)…….كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…………” (QS.Ali Imran: 185)

Ini menjadi penegas dan memperjelas bahwa yang namanya kematian itu akan dialami atau dirasakan semua makhluk hidup termasuk manusia. Meski pun orang mencoba menghindar atau sembunyi maka tidak ada yang mampu menghalangi.

 

(8). قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya, kematian yang kamu hindari pasti menemuimu. Kemudian, kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui hal gaib dan nyata, lalu Allah beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.Al Jumu’ah:8)

Dalam ayat tersebut ada kalimat “ lalu Allah beritakan kepadamu….” , ini bukan berarti bahwa Allah akan memberitahu kita tentang kapan, dimana dan bagaimana kita meninggal. Tetapi yang diberitahukan kepada kita adalah tentang apa yang telah kita kerjakan selama hidup di dunia. Amal baik atau amal buruk apa saja yang sudah kita lakukan maka Allah akan tunjukkan semua kelak dihari pembalasan atau yaumul hisab.

Tentang kapan, dimana dan bagaimana kita meninggal maka itu mutlak rahasia Allah. Tidak ada satu pun makhluk atau hamba-Nya yang diberitahu akan akan kapan ia meninggal. Sesungguhnya rahasia kematian menjadi rahasia Allah dan hanya Allah Yang Maha Tahu.

Sebenarnya tidak ada dalil kalau orang mau meninggal itu sudah diketahui selama 40 hari sebelum meninghal bisa merasakan atau ada firasat. Namun ada yang disebut dengan insting kematian. Jadi maksudnya adalah yang bersangkutan memberikan isyarat-isyarat, tapi isyarat itu baru terbaca setelah diameninggal.

Contoh sederhana, saya memiliki teman 10 tahun lalu masih seusia saya, tiba-tiba dia bilang sama istrinya untuk mempercepat liburan. Begitu pulang dari liburan, ia segera mengasuransikan pendidikan anaknya.

Jadi seperti dikejar waktu. Tidak lama ia meninggalkan dunia. Waktu itu dia masih berumur 40an. Istrinya itu cerita sama saya saat takziah bahwa suaminya itu seperti memiliki perasaan atau firasat.  Jadi dengan demikian, itu lebih kepengalaman pribadi sehari-hari.

Namun, sebenarnya tidak ada dalil satu pun yang mengatakan bahwa orang yang akan meninggal itu 40 hari sebelumnya ia merasakan. Tapi dari beberapa pengalaman, ada beberapa orang yang memang sepertinya membuat persiapan seolah ia punya firasat kematian. Maka dari itu, ini lebih saya sebut dengan firasat kematian, tapi tidak ada dalilnya. Hal ini lebih kepada pendekatan pengalaman saja atau field of experience. Bisa jadi setiap orang berbeda-beda. Ini tidak bisa digeneralisir atau menjadi hal umum.

Sesungguhnya mati itu bisa menjemput siapa pun tanpa ada tanda-tandanya. Betapa banyak orang yang meninggal tanpa ada tanda-tandanya. Karena memangmati itu pasti, hanya misterius sebabnya, misterius tempatnya, misterius waktunya dan misterius caranya. Ini yang dijelaskandalam Al-Quran Surat Al-Munaffiqun ayat 11:

وَلَنْيُؤَخِّرَاللَّهُنَفْسًاإِذَاجَاءَأَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُخَبِيرٌبِمَاتَعْمَلُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munaffikun: 11)

Allah juga berfirman dalam surat Lukman ayat 34

إِنَّاللَّهَعِنْدَهُعِلْمُالسَّاعَةِوَيُنَزِّلُالْغَيْثَوَيَعْلَمُمَافِيالْأَرْحَامِ ۖ وَمَاتَدْرِينَفْسٌمَاذَاتَكْسِبُغَدًا ۖ وَمَاتَدْرِينَفْسٌبِأَيِّأَرْضٍتَمُوتُ ۚ إِنَّاللَّهَعَلِيمٌخَبِيرٌ

“……Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di daerah mana ia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS.Lukman: 34)

 

Jadi hukumnya mati itu misterius tidak ada yang bisa mengetahui. Bahkan dimana kita akan mati pun kita tidak akan mengetahui. Nah, kalau firasat secara umum tentu bisa dipahami secara sederhana, misalnya sakit yang menahun, tua, sakit tidak ada obatnya dan sebagainya. Tetapi ini juga tidak mengetahui kapan orang tersebut akan meninggal.

Ada orang yang sakit parah namun kemudian sehat kembali dan hidup selama puluhan tahun. Namun ada juga orang yang sehat, masih olah raga tiba-tiba meninggal dunia. Ada pilot meninggalnya di mobil, namun ada pembalap yang meninggal saat naik pesawat. Jadi sekali lagi kematian itu rahasia Allah, waktunya, tempatnya dan caranya kita tidak diberi tahu.

Lalu apakah ada shalat khususnya dalam menghadapi kematian? Tentu saja tidak ada dalil baik dalam Al Quran atau yang pernah dicontohkan Rasul terkait hal ini. Maka segala amal shalih, shalat yang kita lakukan selama ini sebenarnya dalam rangka menghadapi atau menjemput kematian yang pasti akan kita alami sehingga kita bisa tergolong orang yang husnul khatimah atau meninggal dalam keadaan baik atau taat kepada Allah.

Untuk itu sebenarnya yang perlu dipersiapkan adalah kehidupan setelah kematian atau nasib kita hidup di akhirat kelak. Apakah akan bahagia atau sebaliknya akan celaka.

 

918). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai, orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al Hasyr: 18)

Maka dari itu hendaknya setiap kita menyiapkan bekal hidup di akhirat kelak. Dunia ini sebagai tempat mengumpulkan sebanyak-banyaknya bekal tersebut. Ini yang harus disiapkan oleh kita dengan amal shalih, utamanya dengan shalat wajib dan sunahnya dan sebagainya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

 

5

Red: citra

Editor: iman

820