Suami Minta Istri Bekerja, Ini Yang Harus Dipahami

0
314
Seorang ibu bekerja (foto: pixabay)
Seorang ibu bekerja (foto: pixabay)

Assalamu’alaykum. Pak Aam berdosakah bila istri tidak mau membantu suami mencari nafkah dengan alasan katanya suami istri itu harus saling membantu. Walau pun hanya diminta untuk berdagang atau jualan online kecil-kecilan dari rumah. Tetapi saya sebagai istri sudah cape dengan mengurus anak, kerjaan rumah dan segala perkerjaan rumah saya yang pegang. Saya tidak taat kepada suami saya akan hal ini, apakah saya berdosa? Mohon saran dan nasihatnya. ( Cha via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Dalam hidup berumah tangga yang perlu diketahui dan dipahami suami istri adalah akan hak dan kewajiban masing-masing. Secara sederhana hak istri adalah kewajiban suami dan kewajiban istri menjadi hak suami.

Salah satu kewajiban suami dan ini menjadi yang utama adalah memberikan atau memenuhi nafkah kepada suami atau keluarga. Nafkah secara umum adalah lahir batin atau material dan spiritual. Dalam Al Quran dijelaskan,

(2:233).وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban ayah (suami) memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”. (QS. Al Baqarah : 233).

Mudahnya, seorang suami atau ayah anak-anak wajib memenuhi nafkah keluarga maka kewajiban bekerja ini menjadi tanggung jawab suami. Kemudian kalau suami meminta Anda sebagai istri untuk bekerja atau minimal membantu tambahan nafkah keluarga maka tentu saja Anda bisa ceritakan kepada suami terkait beban pekerjaan Anda di rumah. Kadang memang suami tidak tahu bagaimana repotnya seorang istri mengurus anak dan pekerjaan rumah lainnya.

Jadi kaum suami juga seenaknya membebankan pekerjaan kepada istri diluar sesanggupannya. Pada hal istri itu dari bangun tidur sampai tidur lagi sudah melelahkan. Apalagi kalau anak-anaknya masih kecil atau masa-masa seklolah dasar, misalnya usia TK atau SD.

Mungkin para suami, kalau ambil cuti cobalah rasakan menjadi istri maksudnya mengerjakan pekerjaan yang dilakukan istri. Mulai dari mengurus anak, mencuci baju, setrika dan sebagainya. Kadang-kadang suami itu tidak empati, tidak memproyeksikan dirinya pada peran istrinya.

Lain lagi apabila anak-anak Anda sudah bukan lagi balita lagi, misalnya SMP atau SMA, kan sudah tidak perlu lagi dirawat dan dilayani dengan detail. Minimal pada usia atau masa ini anak sudah bisa mandiri. Ya boleh lah mungkin suami menyarankan istrinya untuk membuka usaha kecil-kecilan.

Sebenarnya hal ini bagus supaya kalau ada apa-apa dengan suami, Anda bisa terlatih untuk mandiri. Kan bisa saja suami Anda meninggal terlebih dahulu, bisa saja ia sakit, atau kehilangan pekerjaan, PHK karena perusahaannya tutup dan sebagainya.

Jadi menurut saya, tidak apa-apa seorang istri belajar berbisnis atau usaha mandiri, yang penting ia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai istri. Kan segala sesuatu harus ada antisipasinya. Namun suami juga jangan lantas istri sudah bekerja atau mempunyai penghasilan kemudian suami malah tidak bekerja. Nah, yang demikian tidak boleh, sebab tanggung jawab suami adalah memberikan nafkah.

Mungkin di satu sisi cara berpikir suami Anda benar agar Anda ada pengalaman dan antisipasi. Namun seorang suami juga tidak boleh menekan atau memaksa, tapi melihat kondisi istri seperti apa saat ini.

Bagi suami yang istrinya masih mengurus anak yang masih kecil – kecil atau balita, sebenarnya mengurus anak itu sudah menghabiskan energi yang luarbiasa. Bedanya laki-laki dengan perempuan ialah kalau laki-laki di kantor variatif pekerjaanya, bertemu si A atau B. Sementara istri di rumah itu kerjaannya dari dapur ke tengah rumah, dari tengah rumah ke kamar.

Jadisebenarnyajadiistriitudahsyatsekali, makanya kaum suami harus empati. Suami harus berterima kasih, memberikan penghargaan apalagi ketika istri kita mengurus anak-anak kita yang masih kecil.

Jadi apabila Anda sudah tidak mengurus anak yang masih kecil-kecil, saya pikir saran suami Anda bagus supaya nanti kalau ada apa-apa dengan suami, Anda bisa mandiri. Kadang-kadang hidup itu butuh persiapan.

Jadi kalau ada ibu-ibu yang menggantungnya hidupnya 100% pada suami, ya Anda harus berpikir bahwa suami itu tidak selamanya sehat, tidak selama hidup, tidak selamanya bekerja, apalagi kerja swasta yang tidak punya pensiun. Jadi seorang istri harus antisipasi.

Kemudian kalau seorang istri khususnya Anda menolak keinginan suami untuk bekerja atau bisnis online apakah termasuk tidak taat? Tentu saja tidak sesimple itu. Taat pada suami yang dimaksud adalah taat akan perintah suami yang sesuai dengan syariat Islam atau perintah suami yang tidak bertentangan dengan Allah dan Rasul-Nya.

Jadi kalau Anda belum mau bekerja atau membantu suami mencari tambahan nafkah keluarga dengan alasan kesibukan dan kelelahan mengurus rumah maka itu bukan tidak taat suami. Anda silakan bicarakan dan musyawarahkan kembali dengan suami dengan hati yang jernih dan pikiran yang terbuka serta Anda dan suami saling memahami. Demikian yang bisa saya jelaskan semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

5

Red: citra

Editor: iman

907

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini