Imam Batal Shalat, Apakah Makmum Juga Batal?

0
726
Jika berada di suatu kawasan yang potensi penularan tinggi maka ia boleh meninggalkan shalat Jumat serta meninggalkan jamaah shalat di masjid. (Foto: Pixabay)

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apabila seorang imam batal posisi perpindahanya bagaimana? Apakah berjalan langsung melewati makmum atau merangkak karena posisi mimbar itu di depan dan tak ada jalan keluar? Bagaimana cara mengganti imam yang batal dan apakah shalat makmum dibelakangnya juga batal? Mohon penjelasannya. ( Yudi via fb )

iklan

 

 

 

Wa’alaykumsalamww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu kesempurnaan shalata ada suci dari hadats besar maupun kecil. Hadats besar dibersihkan atau disucikan dengan mandi wajib atau mandi besar, sedangkan hadats kecil dengan berwudhu atau tayamum.

 

 

Maka ketika batal wudhunya, secara otomatis ia menjadi batal shalatnya kalau batalnya wudhu tersebut jadi ketika ia sedang shalat. Tidak sah shalat seseorang tanpa wudhu dan jika wudhu seseorang batal, maka batal juga shalatnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam:

 

لا يقبلُ اللهَ صلاةَ أحدِكم إذا أحدثَ حتى يتوضأَ

 

Allah tidak menerima shalat seseorang jika ia berhadats sampai ia berwudhu” ( HR.Bukhari dan Muslim )

 

Dengan demikin dapat dipahami bahwa batalnya wudhu juga menjadi pembatal shalat jika ia sedang shalat. Atau shalatnya tidak sah ketika ia batal wudhu sebelum shalat dan tetap melanjutkan shalat. Ia harus kembali wudhu sebelum shalat atau wudhu dulu kemudian mengulangi shalatnya.

 

 

Caranya bagaimana? Jika imam batal maka ia meminta salah seorang makmum untuk menggantikannya menjadi imam. Makmum yang ada di belakang imam maju untuk menggantikannya dan menyempurnakan shalat bersama para makmum yang lain.

 

 

Anda bisa keluar dari sela-sela jamaah atau makmum, tidak perlu merangkak. Jadi kalau saya jadi imam, lalu batal dan di depan mimbar tidak ada jalan keluar ya saya keluar diantara sela-sela makmum. Lalu makmum juga harus bergeser sedikit, memberi ruang untuk imam yang batal agar bisa lewat. Jadi cukup lurus keluar diantara sela-selama makmum, tidak ada keterangan harus merangkak.

 

 

 

Apakah ketika imam batal shalat makmum juga shalatnya? Menurut keterangan yang shahih imam yang batal shalat tidak membatalkan shalat para makmumnya. Namun jika para makmum ingin memulai shalat dari awal lagi maka tidak mengapa, karena masalah ini ada khilaf di antara para ulama. Namun keterangan yang lebih rajah atau shahih, hendaknya imam meminta salah seorang makmum untuk meneruskan shalat sebagaimana yang telah  jelaskan seperti diatas.

 

Namun jika semua makmum sepakat dan ingin memulai shalat dari awal lagi maka tidak mengapa atau boleh-boleh saja. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?” atau buku “ JANGAN HANYA 5 WAKTU ” . Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

 

buku shalat wudhu

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

826

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ . 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini