Pernah Berzina Sebelum Menikah, Apakah Penyebab Tidak Bisa Hamil?

0
350

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf jika pertanyaan saya kurang sopan. Saya menikah sudah 4,5 tahun dan belum dikaruniai keturunan. Dulu alasan saya menikah dengan suami sekarang ini karena untuk menutup aib. Saya dan suami yang sekarang ini ketika berpacaran pernah berzina. Sekarang setelah belajar agama saya jadi menyesal ketika mengetahui dosa-dosanya. Apakah dosa zina saya dapat terampuni atau bagaimana? Bagaimana cara taubatnya? Apakah saya belum punya keturunan disebabkan dulu pernah berzina? Mohon nasihat dan penjelasannya. Terima kasih ( S via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalamww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah.  Dalam syariat Islam perbuatan zina termasuk ke dalam salah satu dosa besar. Dosa besar itu meliputi syirik (menyekutukan Allah), murtad (keluar dari Islam), durhaka kepada orangtua dan salah satunya adalah berzina.  Maka dalam syariat Islam hukuman di dunia bagi pezina adalah dicambuk 100 kali bagi pezina yang belum menikah (ghairu Muhshon), dan rajam bagi pezina yang sudah menikah (Muhshon). Sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya,

 

 

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. (QS. Al Nuur: 2)

 

 

Tentu dalam pelaksaannya harus berdasarkan keputusan pengadilan, ada hakim, ada saksi dan sebagainya. Ini jika kita mengacu pada hukum Islam atau syariat Islam atas perbuatan atau hukuman bagi para pelaku zina.

 

Lalu bagaimana cara bertaubatnya? Pada prinsipnya setiap dosa insya Allah akan diampuni oleh Allah, dengan catatan ia atau pelaku dosa, maksiat termasuk zina itu bertaubat.

 

Bagaimana cara taubatnya? Jika kita merujuk atau mengacu pendapat Imam An Nawawi yang mengatakan,

 

وقد سبق في كتاب الإيمان أن لها ثلاثة أركان: الإقلاع، والندم على فعل تلك المعصية، والعزم على أن لا يعود اليها أبدا

Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun: al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut), an-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut, dan al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya.”

 

Silakan baca dalam kitab Syarh Shahih Muslim untuk lebih lengkapnya, maka dapat dipahami atau dijelaskan bahwa cara taubat itu ada tiga hal yang harus dilewati atau dikerjakan.

Pertama, meninggalkan perbuatan dosa yang ditaubati (al-Iqla’).

 

Ini salah satu syarat utama taubat itu diterima Allah Swt maka taubat itu harus meninggalkan perbuatan atau dosa yang sudah dilakukan. Jangan sampai mengaku taubat tetapi masih terus mengerjakan. Ini bukan taubat namanya.

 

Anda mengaku sudah berzina kemudian taubat maka jangan melakukan zina lagi. Caranya Anda menikah sehingga hubungan intim Anda tidak lagi disebut zina tetapi sudah halal, bahkan dalam Islam hubungan suami istri yang sudah menikah selain halal juga bagian dari amal shalih atau sedekah. Dalam hadits dijelaskan,

 

 

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

 

Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapat mujika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim).

 

 

Kedua, mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya (an-Nadm)

 

Kalau bertaubat dari zina maka harus ada pengakuan bahwa itu perbuatan dosa kemudian menyesal. Jangan sampai mengaku berdosa atau salah tapi tidak ada penyesalan. Penyesalan tentunya tidak harus diungkapkan secara lisan, apalagi zaman sekarang semua diunggah di media sosial termasuk pasang status. Tidak perlu seperti itu, minimal penyesalan dilakukan dalam hati. Bentuk penyesalan pezina adalah dengan menghindari segala yang bisa memicu syahwatnya.

 

Ketiga, bertekad untuk tidak mengulangi dosanya (al-Azm)

Tekad untuk mengulangi lagi inilah yang menentukan kesungguhan dalam bertaubat. Apakah taubatan nasuha atau istilahnya sekedar “taubat sambal”. Biasanya orang yang tidak suka pedas atau sambal ketika makan sambal pedas ia akan berhenti atau kapok dan menyesal tidak akan makan sambal lagi

 

Tetapi selang beberapa hari atau bulan ia kepingin bahkan makan sambal lagi, padahal sebelumnya sudah kapok atau taubat tidak akan makan sambal lagi. Nah, taubat jangan seperti ini. Harus sungguh-sungguh dan tidak mengulangi lagi. Hindari peluang atau kesempatan untuk melakukan lagi. Anda kemudian menikah maka perbuatan Anda selanjutnya tidak dianggap zina.

 

Lalu apakah dengan menikah, dosa zina otomatis terhapus atau diampuni? Kita kembali ke awal bahwa dosa zina adalah dosa besar yang hanya bisa diampuni dengan taubat maka syarat taubat adalah tiga hal seperti yang disebutkan di atas.

 

Dengan mengacu pada syarat taubat diatas maka tidak semata-mata menikah, kemudian akan menghapus dosa zina yang pernah dilakukan. Karena menikah, bukan syarat taubat itu sendiri. Kecuali jika pernikahan ini dilangsungkan atas dasar:
1. Menyesali dosa zina yang telah dilakukan
2. Agar tidak mengulang kembali dosa zina tersebut.
Jika menikah atas motivasi ini, insya Allah status pernikahan Anda bisa menjadi bagian dari taubat untuk perbuatan zina itu.

 

Terkait apa sudah diampuni atau belum maka tidak ada yang tahu. Taubat Anda diterima atau tidak, dosa zina diampuni atau tidak tentu tidak ada yang tahu atau bisa menjamin. Sebab, semua itu adalah hak prerogratif Allah, hanya Allah yang berhak mengampuni dosa hamba-Nya. Hanya Allah Yang Maha Tahu.

 

 

Namun demikian kita harus optimis dan yakin bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita yang pernah kita lakukan. Dengan melakukan taubatan nasuha tersebut Anda harus yakin atau optimis Allah akan mengampuni dosa-dosa dimasa lalu. Dalam Al Quran,  Allah memberikan kabar gembira dengan berfirman-Nya,

 

(31). إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

 

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang terlarang dikerjakan, pasti Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke surga.” (QS. An-Nisa: 31).

 

 

Ayat ini harus menjadi motivasi Anda dan kita semua dalam meraih maghfirah atau ampunan dari Allah. Urusan dosa zina Anda diampuni atau tidak, ya tentu saja Allah melihat kesungguh-sungguhan kita. Kalau kita lihat dalam surat Al- Furqan ayat 70-71 Allah berfirman,

 

(70). إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

(71). وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

 

kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan kebajikan. Maka, Allah akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, sesungguhnya ia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.”  ( QS. Al-Furqān: 70 – 71)

 

 

Jadi jelas bahwa dosa itu akan di ampuni jika orang tersebut bertaubat, meninggalkan perbuatan dosanya, dia asah dirinya dengan iman, dia tingkatkan amalan shaleh dan Allah ganti keburukanya dengan kebaikan. Anda harus berpegang teguh kepada janji Allah ini. Namun perlu dicatat Anda harus sungguh-sungguh bertaubat. Urusan diampuni atau tidak itu serahkan pada Allah. Tetapi sekali lagi Anda harus optimis, semangat ibadah, beramal shalih dan berbuat kebaikan lainnya.

 

 

Lalu apakah belum punya keturunan disebabkan dulu pernah berzina? Tidak ada dalil yang menyebutkan itu baik dalam Al Quran maupun hadits Rasulullah. Dalam dunia medis pun juga tidak ada kaitannya antara pernah berzina kemudian tidak bisa atau sulit hamil.

 

 

Baiknya Anda mengecek lewat dokter atau rumah sakit, apa kira-kira yang menyebabkan belum hamil? Apakah ada gangguan dalam rahim, ada penyakit, suami atau Anda tidak subur dan sebagainya. Ini barangkali yang perlu Anda lakukan. Tentu jangan lupa berdoa dan memohon kepada Allah untuk dikaruniai keturunan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

buku membingkai surga

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

827

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini