Gelar Simposium Di Yogya, DDII Akan Kembali Perkuat Peran 3 Pilar Dakwah

0
350

PERCIKANIMAN.ID – – Menyambut awal tahun 2020, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) mengumpulkan para pakar da’wah dalam sebuah simposium yang bertemakan “Optimalisasi Tiga Pilar Da’wah (Masjid, Pesantren dan Kampus) Guna Memperkokoh NKRI Menuju Indonesia Maju yang Diridhoi oleh Allah S.W.T” yang membahas strategi da’wah untuk segmen yakni Masjid, Pesantren dan Kampus.

 

iklan

 

Ketiga segmen ini sering disebut “Tiga Pilar Da’wah” oleh Allahyarham Mohammad Natsir sebagai pendiri Dewan Da’wah pada setengah abad yang lalu. Simposium ini dilaksanakan oleh Dewan Da’wah bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) – yang dahulunya pernah dirintis oleh Allahyarham Mohammad Natsir

 

 

Acara simposium sendiri berlangsung Senin (6/1/2020 ) di Auditorium Kahar Muzakkir  Kampus UII Yogyakarta, yang  dibuka oleh Sri Sultan Hamengkubowono ke X sekaligus juga membuka Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

 

 

Bertindak sebagai Keynote Speaker adalah Rektor UII Fathul Wahid S.T., M.Sc., Ph.D Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. H. Didin Hafiduddin, M.Sc sebagai Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantaren se-Indonesia (BKSPPI), KH. Abdullah Hasan Sahal dari Pimpinan Ponpes Gontor, KH. A. Nawawi Abdul Djalil dari Pimpinan Ponpes Sidogiri, Ustad Nasir Zubaidi dari Dewan Masjid Indonesia.

 

 

Hadir pula Prof. Dr. Hermawan KD sebagai ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) sekaligus mantan Ketua Pengurus YPM Salman ITB dan kini aktif menjabat sebagai Ketua Senat Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Ustad Muhammad Jazir dari Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustad Mahfudz Arief Effendi dari Ketua Masjid Al-Falah Surabaya dan Ustad Mohammad Hafizh, M.Sc sebagai kader langsung Allahyarham Mohammad Natsir yang mengurus kaderisasi di lingkungan Kampus.

 

 

Simposium tentang tiga pilar Da’wah ini sengaja dirancang dalam rangka Rakornas Dewan Da’wah untuk menjadi bahan masukan bagi para pengurus Dewan Da’wah baik tingkat pusat hingga daerah tentang strategi yang efektif untuk berda’wah pada tiga pilar Da’wah tersebut.

 

 

“Kita di Dewan Da’wah sungguh prihatin adanya tuduhan keji dan palsu tentang adanya penyebaran paham Radikalisme yang diarahkan pada Masjid, Pesantren dan Kampus, padahal tiga pilar tersebut selama ini menjadikan NKRI semakin kokoh” ungkap  Mohammad Siddik selaku Ketua Umum Dewan Da’wah dalam keterangan tertulisnya.

 

 

Oleh sebab itu, Siddik menambahkan, acara simposium ini menjadi semacam oase bagi para praktisi da’wah yang sehari hari berkecimpung di Masjid, Pesantren maupun Kampus untuk membicarakan strategi yang tepat, akademis dan konstitusional dalam melakukan da’wah sekaligus ingin melihat lebih jernih apakah tuduhan radikalisme tersebut sebagai fakta atau fitnah yang tak berdasar alias diada-adakan.

 

 

Selain itu melalui Simposium ini, Dewan Da’wah ingin meluruskan tuduhan terhadap Masjid, Pesantren dan Kampus yang dianggap menjadi tempat penyemaian benih benih Radikalisme sehingga nantinya pihak pihak yang menuduh bisa terbuka mata dan hatinya bahwa tuduhan tersebut kurang berdasar dan hanya bagian rekayasa segelintir pihak pihak yang anti terhadap perkembangan da’wah.

 

 

Sebagai follow up dari Simposium tersebut, Selasa,( 7/1/2020, hari ini red) Dewan Da’wah juga menggelar Rakornas yang mengundang pengurus dari 32 Provinsi dimana salah satu agendanya adalah membicarakan tahapan implementasi dalam melakukan da’wah pada ke tiga pilar tersebut.

 

 

Untuk memperdalam masalah yang dibahas pada Simposium tadi, Rakornas Dewan Da’wah mengundang pula Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr. Muhajir Effendi untuk memberikan informasi tentang strategi apa yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengurusi akhlak atau mental manusia Indonesia yang juga menjadi bagian dari salah satu misi Dewan Da’wah.

 

 

“Selain kita ingin mendengar dari pemerintah tentang strategi mereka dalam mengurusi akhlak atau yang sering disebut juga dengan bahasa lain Revolusi Mental, kita akan coba juga memberikan masukan tentang arti revolusi mental yang sebenarnya, yaitu perbaikkan Aqidah dan mengamalkan ajaran Islam yang penuh dengan nilai nilai memuliakan manusia” jelas Ustad Mohammad Noer selaku ketua pengarah Rakornas.

 

 

Rakornas Dewan Da’wah kali ini diadakan di Asrama Haji DI Yogyakarta dari tanggal 7 hingga 8 Januari 2020 dengan peserta sebanyak 300 orang termasuk Rakornas Muslimat Dewan Da’wah yang baru pertama kali diadakan secara terpisah. Rakornas Dewan Da’wah merupakan agenda rutin tahunan organisasi Yayasan Dewan Da’wah sebagai wadah konsolidasi dan sosialisasi program program tahunan yang akan dilaksanakan pengurus pada setiap tingkatan. [ ]

 

 

5

Red: admin

Editor: iman

Foto: panitia

905

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman