Kesalahan Orangtua Dalam Mendidik dan Mengasuh Anak, Perhatikan 7 Hal Ini

0
293

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam mendidik, mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Tidak ada panduan sempurna dalam kepengasuhan karena semua keluarga punya karakter berbeda satu sama lain. Namun sebagai muslim ada teladan dalam mendidik anak yakni apa yang ditelah dicontohkan Rasulullah Muhammad Saw.

 

iklan

 

Meski begitu, ada kalanya sikap yang ditunjukkan orang tua belum tepat, baik dalam berkata-kata atau memperlakukan anak. Berikut tujuh kesalahan terbesar yang sering atau masih dilakukan oleh para orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya:

 

 

  1. Orangtua hanya mencari-cari kesalahan anak

 

 

Orangtua hendaknya jangan hanya bisa menasihati atau mencecar anak saat mereka melakukan kesalahan. Namun orangtua perlu menyeimbangkan dengan mengapresiasi anak ketika mereka melakukan sesuatu dengan baik. Memberi hukuman (funishment) dibolehkan, selama tidak menyakiti fisik dan mentalnya. Demikian juga orangtua disarankan bisa memberikan hadiah (reward) saat anak berprestasi.

 

  1. Orangtua tidak membiarkan/membolehkan anak gagal

 

Kegagalan sering kali menjadi aib, baik bagi anak maupun keluarga. Namun anak perlu tahu kegagalan sebuah keniscayaan yang terjadi dalam hidup. Kegagalan bukan tanda kemalasan atau sesuatu yang tidak bisa diterima. Ketika anak gagal, hibur dia dan lakukan motivasi supaya anak terus berjuang sampai berhasil. Beri motivasi agar ia bangkit dan semangat kembali

 

  1. Orangtua merisak anak tanpa ia sadari

 

Perisakan terhadap anak bukan hanya dilakukan teman sekolah atau kawannya bermain di lingkungan rumah, tapi kadang juga oleh orangtuanya sendiri. Tidak sedikit orangtua atau anggota keluarga merisak anak dengan mengomentari penampilan, melakukan pelabelan, atau membandingkan dengan saudaranya. Meski kadang dilakukan dengan candaan atau gurauan namun dampaknya anak bisa menjadi kurang percaya diri bahkan down.

 

  1. Orangtua selalu berusaha tampil sempurna di depan anak-anak

 

Tidak sedikit orangtua yang ingin terlihat sempurna didepan relasi atau orang tua lainnya bahkan didepan anak-anak dan keluarganya. Faktanya, tidak ada orangtua yang sempurna. Tidak perlu ingin terlihat seperti manusia super tanpa kesalahan dan kegagalan sepanjang waktu. Anak-anak perlu melihat orangtuanya jujur dan itu berdampak baik saat mereka tumbuh dewasa. Sebab, orangtua adalah contoh atau leladan terdekat bagi anak-anaknya.

 

  1. Orangtua suka memberi jarak secara emosional dengan anak-anak

 

Meluapkan emosi didepan anak-anak tentunya bukan akhklak yang baik. Namun orang tua adalah manusia biasa yang juga merasa senang, sedih, marah, dan kecewa. Berbagi emosi dengan anak atau mengatakan apa yang kita rasakan adalah hal yang sehat. Jangan biarkan anak berjarak dengan ayah dan ibu khususnya dalam meluapkan emosi. Alangkah bijaknya jika orangtua mampu menunjukkan emosi yang stabil dan terkendali serta tidak emosional.

 

  1. Orangtua melarang anak mengekspresikan perasaan

 

Anak mempunyai kondisi emosi yang labil termasuk dalam mengungkapkannya. Tidak sedikit orang tua yang menghardik atau menghukum ketika anaknya menangis, berteriak, atau marah. Padahal, mengekspresikan perasaan bukan hal yang salah. Anak perlu diajari bahwa emosi adalah hal wajar. Orangtua perlu menjelaskan dan mengajari anak dalam meluapkan emosi dan mengekspresikannya baik di depan orangtua maupun anggota keluarga.

 

  1. Orangtua terlalu memanjakan anak

 

Sesuatu yang sifatnya terlalu biasanya berdampak kurang baik. Terlalu memanjakan anak dan menolerir secara berlebihan semua perilaku buruknya bukan ide bagus. Sikap itu membuat anak tumbuh menjadi manja, suka merajuk, dan enggan keluar dari zona nyaman. Anak yang manja biasanya kurang tangguh. Untuk itu orangtua perlu mendidik dan mengajarkan anak untuk mandiri, termasuk dalam menyelesaikan masalah atau keinginannya. [ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “Mendidik Tidak Mendadak” karya Enny Sulistiani

 

Buku Mendidik Tidak Mendadak

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

936

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman