Suami Kecanduan Game Online dan Tidak Memberi Nafkah ? Istri Bisa Pilih 2 Cara Ini

0
356

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya sudah menikah selama 7 tahun dengan dikaruniai 2 anak. Namun sejak 3 tahun ini suami tidak bekerja dan tidak member nafkah lagi. Hobinya tiap hari hanya main games online bahkan shalatnya sudah tidak teratur dan baru shalat kalau saya ingatkan. Bagaimana cara menyikapi suami yang kecanduan game online dengan hadiah koin-koin? Terkadang saya suka kesal dan marah. Setiap shalat selalu saya doakan supaya dia saleh tapi malah menjadi-jadi, saya jadi cape. Suami saya itu tipe yang keras kepala dan tidak mau dibilangin sama siapa pun. Kalau saya nasihati atau ingatkan malah suka marah dan kasar pada saya. Saya harus bagaimana sebagai seorang istri selain mendoakan? Mohon nasihat dan solusinya. (K via fb )

 

iklan

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Ada hal terpenting dalam hidup berumah tangga antara suami dan istri adalah masing masing harus tahu dan paham akan hak dan kewajibannya. Kewajiban suami menjadi hak istri dan kewajiban istri menjadi hak suami.

 

 

Salah satu kewajiban utama suami kepada istri dan keluarga adalah memberi atau mencukupi nafkah. Nafkah disini jelas nafkah lahir dan batin. Nafkah lahir terkait kebutuhan materi dan nafkah batin terkait kebutuhan ruhani atau psikologisnya. Dalam Al Quran sangat jelas perintah Allah,

 

 

(233). وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

 

“….Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik………..”(QS.Al Baqarah : 233).

 

Bagaimana dengan kasus Anda yang suami sehat secara jasmani dan rohani tetapi tidak memberi nafkah dan hanya main games online? Ibu, kalau punya suami seperti itu, tidak pernah mencari nafkah atau menafkahi ibu, kerjaanya main game atau ngumpulin koin, lalai ibadah. Padahal sudah bertahun-tahun, tidak mempan atau sudah tidak bisa dinasihati, kasar dan menyakiti istri maka ibu boleh memilih dua hal ini.

 

 

Pertama, ibu bersabar. Artinya ibu terima bahwa itu pilihan ibu mengapa ibu mau menikah dengan laki-laki itu. Terima hal itu sebagai kenyataan hidup yang harus dijalani. Dalam menjalani kesabaran ini Anda jangan berhenti berdoa, menasihati, mengajak kebaikan, mengingatkan kebajikan dalam ibadah dan shalat. Dalam Al Quran dijelaskan,

 

 

(153). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

 

Hai, orang-orang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sesungguh-nya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( QS. Al Baqarah: 153)

 

 

Jadikan kesabaran dan shalat Anda sebagai penolong baik hidup di dunia dan akhirat kelak dalam menjalani cobaan dan ujian hidup atas suami yang tidak bertanggungjawab ini. Anda bisa jadikan kesabaran menjalani hidup bersama suami ini sebagai ladang pahala.

 

 

Sampai kapan kesabaran itu? Dalam Islam kesabaran itu tidak ada batasan waktu atau maksimal sampai maut memisahkan. Contohnya Siti Asiyah istri Fir’aun  yang tabah dan sabar menjadi istri dari raja kemunkaran sampai akhir hayat. Dimana doanya adalah meminta kepada Allah untuk dibangunkan surga.

 

(11). وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

 

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang beriman, istri Fir‘aun, ketika ia berdoa, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum zalim,” ( QS.Ath Tahrim: 11)

 

Ini salah satu contoh istri yang sabar menghadapi suami yang dzalim. Atau kalau Anda sudah tidak sabar, sudah tidak kuat, sudah lelah, tidak sanggup lagi. Tentu manusiawi mempunyai kelemahan ini, sebab bisa jadi tingkat keimanan dan ketakwaan kita kalah jauh dengan Siti Asiyah, maka Anda bisa memilih pilihan kedua. Apa pilihan kedua?

 

 

 

Kedua, ibu bisa menggugat cerai. Kalau kerjaan suami ibu hanya main games dan ngumpulin koin, tidak pernah shalat, puasa atau membantu istri— pun andaikan suami ibu suka shalat, puasa atau membantu ibu tapi tidak menafkahi— ibu boleh menggugat cerai. Coba buka dan baca lagi buku nikah Anda.

 

 

Dalam buku nikah tersebut ada sighat taklik seorang suami yang ditulis bahwa seorang suami berjanji dengan sesungguh hati akan menepati kewajibannya sebagai seorang suami. Kemudian sighat taklik kepada istrinya sewaktu-waktu sebagai berikut,

  1. Meninggalkan istri dua tahun berturut-turut,
  2. Atau tidak memberi nafkah wajib kepada istri tiga bulan lamanya,
  3. Atau menyakiti badan / jasmani istri
  4. Atau membiarkan ( tidak mempedulikan) istri enam bulan lamanya, kemudian istri tidak ridho dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut dan istri membayar uang sebesar Rp.10.000, sebagai iwadh ( pengganti) kepada suami, maka jatuhlah talak satu suami kepada istri.

 

 

Coba perhatikan point nomer 2, “suami tidak memberi nafkah wajib kepada istri tiga bulan lamanya”, dalam kasus Anda suami Anda malah tidak hanya tiga bulan tetapi Anda sebutkan sampai tiga tahun. Poin nomer 3 pun sudah terpenuhi, dimana Anda sebutkan suami suka kasar kepada Anda.

 

 

 

Atau jika merujuk pada Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam jo Pasal 19 PP No 9 tahun 1975  Tentang Perkawinan disitu disebutkan ada alasan atau ketentuan dalam pengajuan perceraian seorang istri kepada suaminya, seperti:

 

  1. Suami Anda terbukti sudah melakukan aniaya seperti: zina, mabuk-mabukan, berjudi dan lainnya;
  2. Suami Anda telah meninggalkan anda setidaknya dua tahun secara terus menerus tanpa ada izin maupun agrumen yang terang dan valid, hal ini berarti: suami anda dengan secara sadar atau sengaja meninggalkan anda
  3. Suami Anda terkena sangsi hukuman penjara selama lima tahun atau lebih sesudah pernikahan terjadi
  4. Suami Anda berlaku kejam dan kerap menganiaya diri anda baik secara fisik (memukul atau menyakiti fisik) maupun non fisik ( kekerasan verbal, menista, menghina, merendahkan harkat dan martabat)
  5. Suami tidak bisa menunaikan kewajibannya sebagai suami dikarenakan cacat fisik maupun penyakit yang menderanya
  6. Terjadi keributan atau pertikaian terus menerus tanpa adanya jalan keluar untuk kembali hidup rukun
  7. Suami Anda secara sengaja secara sah telah melanggar taklik-talak yang diucapkannya sewaktu melangsungkan ijab-kabul
  8. Suami berganti agama alias murtad yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

 

 

Jadi jika menurut Anda, suami telah memenuhi syarat-syarat tersebut diatas baik secara syariat Islam atau pun hukum Negara atau Undang-Undang Perkawinan dan Anda tidak terima perlakuan tersebut maka silakan Anda bisa mengajukan gugat cerai lewat Pengadilan Agama.

 

Saya rasa cukup jelas, dalam buku nikah sudah ditulis bahwa sewaktu-waktu suami tidak menafkahi tiga bulan berturur-turut atau memperlakukan secara kasar atau menghilang tanpa alasan, maka jatuh talak satu.

 

BACA JUGA: Istri Selingkuh, Bisa Langsung Dicerai ?

 

Maksudnya talak satu itu ialah Anda datang ke pengadilan agama dan gugat cerai. Jadi silahkan jika Anda bertanya solusinya ada dua pilihan, pertama Anda sabar dengan keadaan ini. Sampai mati bareng sama dia, tapi setiap hari Anda menabung kebaikan sementara suami Anda menabung keburukan. Pilihan yang kedua yaitu menggugat cerai saja.

 

 

Kecuali kalau suami Anda tidak bisa menafkahi keluarganya karena sakit, sakitnya menahun misalnya stroke, lumpuh atau hal lainnya, kan itu ada alasannya. Atau ada juga suami yang mengurus rumah tangga karena adanya suatu kesepakatan itu boleh.

 

 

Misalnya istrinya ini mahir berjualan sementara suaminya ini tidak. Lalu mereka membuat kesepakatan istrinya berdagang sementara suaminya mengurus rumah tangga. Kalau keduanya sama-sama sepakat dan ridha, ya tentu saja tidak apa-apa. Berarti tidak ada kedzaliman. Namun kasus Anda ini ada kedzaliman karena suami Anda kerjaannya main game, ngumpulin koin padahal sehat jasmani dan rohani dan masih bisa mencari nafkah.

 

 

Jadi seorang istri maupun suami harus menegakkan keadilan. Begitu keadilan tidak terjadi dalam rumah tangga, maka istri boleh menuntut keadilan dengan menggugat cerai. Namun, jika sudah ada kesepakatan antara istri dan suami dalam mencarinafkahkan berarti tidak ada kedzaliman karena ada kesepakatan. Jadi yang paling penting itu tidak ada kedzaliman.

 

Tentu yang namanya pilihan pastinya akan ada resiko atau konsekuensi. Anda pilih yang pertama tentu  konsekuensi Anda harus siap mental lahir batin, tidak boleh mengeluh, tidak boleh lelah, harus kuat dan sebagainya. Intinya sabar dan sabar sampai akhir hayat.

 

 

Jika Anda pilih yang kedua maka konsekuensinya Anda akan menjadi single parent. Anak-anak akan kehilangan sosok ayah dan secara psikologis bisa jadi mentalnya akan goncang. Anda akan full mengurus dan mencari nafkah untuk anak-anak sendirian dan beberapa konsekuensi lain. Namun itulah hidup dalam dilemma, dimana setiap pilihan pastinya akan ada atau timbul konsekuensi yang harus dijalani.

 

 

Nah, kasus ini juga bisa menjadi pelajaran bagi yang belum menikah. Uuntuk adik-adik mencari suami itu harus hati-hati. Mencari suami itu yang kira-kira akan menafkahi. Kadang-kadang banyak anak muda hanya mengutamakan cinta tanpa melihat latar belakang suaminya.

 

 

Jadi adik-adik yang belum nikah juga harus kritis, calon suami itu jangan hanya yang keren tapi juga bisa mencari nafkah. Mengapa? karenakan salah satu kewajiban laki-laki itukan menafkahi istri dan keluarga. Itu sebabnya sampai di buku nikah dicantumkan ketetapannya.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat dan semoga Allah menolong dan memberika jalan terbaik bagi Anda.

 

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana mengajak suami atau istri dalam kebaikan, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Atau buku “ INSYA ALLAH SAKINAH “ Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mengajak pasangan bersama-sama dalam ibadah, termasuk dalam ibadah shalat-shalat sunnah. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

buku membingkai surga

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

836

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman