Nifas Karena Keguguran, Kapan Mulai Shalatnya ?

0
366

Assalamu’alaykum. Pak Aam saya saat ini sedang istirahat dalam rangka pemulihan dari keguguran kandungan. Usia kandungan saya 4 minggu. Saya mengalami pendarahan. Apakah saat ini pendarahan yang terjadi disebut nifas atau bukan atau darah istihadhah? Bagaimana dengan shalat saya? Kapan mulai shalatnya. Mohon penjelasannya. ( Yani via fb )

 

iklan

 

 

Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Jadi orang yang keguguran pasti ada pendarahan. Apakah itu darah nifas atau bukan kita perlu bahas terlebih dahulu bahwa darah nifas itu adalah darah yang keluar karena menyertai lahirnya bayi.

 

 

 

Jadi kalau orang yang keguguran dia keluar darahnya itu karena janinnya keluar, maka itu dikategorikan sebagai nifas juga. Jadi yang namanya nifas itu tidak selamanya anaknya lahir secara normal, tapi bisa juga terjadi saat Anda mengalami keguguran.

 

 

 

Dalam tinjauan medis, keguguran, baik pada fase ijhadh (aborsi) dimana umur kandungan diabawah 20 minggu, maupun pada fase saqth (stillbirth) yang biasa dikenal dengan istilah lahir mati untuk umur kehamilan lebih dari 20 minggu, keduanya butuh perhatian yang mendalam, baik perhatian dari sisi medis, yang biasanya akan berlanjut dilakukannya proses pembersihan rahim (kuret), maupun perhatian dari sisi fikih, terkait status darah yang keluar karena sebab keguguran tersebut, apakah dihukumi sebagai haidhistihadhah, atau nifas.

 

 

Walaupun pada akhirnya hampir-hampir semua kita menyepakati bahwa ketika terjadi kehamilan maka terputus sudah darah haid, karena memang vonis hamil itu baru ada terhitung dari hari terakhir haid, setidaknya ini yang berlaku dalam dunia medis, para dokter kandungan biasanya akan menghitung awal kehamilan dari tanggal terakhir haidh untuk setiap wanita.

 

 

 

Sedangkan darah istihadhah adalah darah yang keluar dari rahim perempuan selain darah haidh atau darah nifas. Lalu yang menjadi pertanyaan Anda adalah apa itu darah nifas, maka dalam hal ini kita akan menemukan beberapa perbedaan redaksi –khususnya- pada empat ulama madzhab yang sudah kita kenal.

 

Pertama, dalam madzhab Hanafiyah yang disebut dengan nifas adalah:

 

اسم للدم الخارج من الرحم عقيب الولادة

 

Darah yang keluar dari rahim setelah adanya kelahiran” 

 

 

Yang kedua, dalam madzhab Malikiyah menyebutkan bahwa nifas itu adalah:

الدم خرج للولادة

“Darah yang keluar karena adalanya kelahiran”

 

 

Dapat kita ketahui atau pahami menurut kedua madzhab tersebut menyebut bahwa darah nifas  adalah darah yang keluar setelah adanya kelahiran baik normal maupun karena keguguran.

 

 

Ketiga, dalam madzhab Syafiiyah disebutkan bahwa darah nifas itu adalah:

دم يرخيه الرحم في حال الولادة وبعدها.

“Darah yang keluar dari rahim pada saat adanya kelahiran atau darah yang keluar setelahnya”

 

 

Keempat, menurut madzhab Hambali yang dimaksud dengan darah nifas adalah:

 

هو دم تُرخيه الرَّحِمُ مع الولادة وقبلها بيومين أو ثلاثة بأمارةٍ وبعدها إلى تمام أربعين من ابتداء خروج بعض الولد

“Darah yang keluar dari rahim karena adanya kelahiran baik dua/tiga hari sebelumnya ataupun setelahnya hingga waktu (paling lama) empat puluh hari dari dimulainya keluar bayi” 

 

 

BACA JUGA: Haid atau Nifas, Bolehkah Masuk Masjid ?

 

 

Jadi menurut madzhab Syafi’i maupun Hambali menganggap bahwa darah nifas itu keluar baik sebelum dan sesudah adanya kelahiran. Wanita yang keluar darah sebelum kelahiran bayinya baik normal atau keguguran maka dianggap darah nifas.

 

 

Namun sebenarnya secara umum dari keempat madzhab tersebut terdapat persamaan diantara para ulama dalam hal ini, yaitu semua menyepakati yang terpenting dari nifas itu bahwa darah ini keluar karena sebab kelahiran, walaupun ada sedikit perbedaan dalam waktunya, sebelum lahiran, ketika lahiran atau sesudah lahiran. Rasanya definis dari ulama Hanabilah lebih luas, bahwa darah tersebut sudah dinilai nifas sebelum, saat, dan sesudah lahiran.

 

 

Nah keguguran itu kan ada janin pasti di situ yang dikeluarkan walaupun belum jadi dengan sempurna itu tetap janin. Karena sudah terjadi konsepsi atau pembuahan antar ovum dan sel sperma, hanya boleh jadi pembuahan ini dalam pertumbuhannya tidak sempurna lahirnya mengalami keguguran.

 

 

Berarti dalam hal ini seseorang mengeluarkan darah karena adanya kelahiran anak sekalipun anaknya ini tidak sempurna waktu kelahirannya. Maka darah ini disebut dengan darah nifas. Jadi Anda jangan shalat dulu sampai sudah bersih karena Anda  dikategorikan itu darah nifas.

 

 

Kapan mulai shalat atau berapa lama tidak shalat? Selama Anda masih keluar darah nifas maka Anda tidak wajib shalat. Kalau lamanya maksimal bisa sampai 40 hari.    Hal ini berdasarkan hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha, beliau pernah menceritakan,

 

 

كانت النفساء تقعد على عهد النبي صلى الله عليه وسلم أربعين يومًا

 

Para wanita yang mengalami nifas di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, duduk (libur sholat) selama 40 hari. ” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

 

Tetapi misalnya, baru 10 hari atau 20 hari Anda sudah tidak keluar darah nifas dan dianggap bersih maka setelah melakukan mandi wajib atau mandi besar, Anda boleh atau harus segera shalat. Jadi tidak harus menunggu waktu hingga 40 hari. Waktu 40 hari adalah maksimalnya atau normalnya. Untuk lebih meyakinkan sudah bersih atau belum, Anda bisa konsultasi kepada dokter atau ahli medis.

 

 

Mudah-mudahan Anda cepat sembuh, dan Allah segera memberikan keturunan yang sehat dan saleh salehah kepada Anda dan keluarga. Aamiin. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

936

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman