Haji atau Umroh Dari Uang Pinjaman, Boleh atau Tidak ?

0
535
Keutamaan haji dan umrah (foto:pixabay)
Keutamaan haji dan umrah (foto:pixabay)

Assalamu’alaykum. Pak Aam, insya Allah tahun depan saya ada kesempatan untuk menunaikan ibadah haji atau umroh . Namun sebagai PNS rendahan biaya umroh atau haji itu saya peroleh dari pinjaman. Pertanyaannya, bolehkah ibadah haji dan umroh menggunakan uang pinjaman karena jujur terasa susah untuk menabung? Dan sebaiknya haji dulu atau umroh dulu mengingat umur saya sudah 51 tahun? Mohon nasihat dan penjelasannya. ( Ono via fb )

 

iklan

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah.  Sebagaimana yang kita ketahui bahwa bahwa haji adalah ibadah yang amat mulia dimana didalamnya ada banyak sekali keutamaannya. Dalam sebuah hadits, Rasul menyebutkan bahwasanya menunaikan ibadah haji adalah salah satu amalan yang paling afdhol atau utama. Keterangan ini dapat kita simak dari hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

 

 

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

 

 

Lalu bagaimana dengan pahalanya? Sungguh luar biasa, karena pahala bagi haji mabrur adalah surga. Mari kita simak penjelasan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

 

 

Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Menurut Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan menjelaskan makna hadits ini bahwa yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya atau dihapus dosanya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” Inilah beberapa keutamaan menuanikan ibadah haji atau umroh.

 

Selain itu menunaikan ibadah haji adalah salah satu menunaikan kewajiban dalam rukun Islam yakni syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji. Namun perlu dipahami bahwa menunaikan ibadah haji dan umrah itu ada syaratnya atau ada kaitannya dengan Istitha’ah atau kemampuan.

 

 

Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan fisik dan financial atau keuangan. Kemampuan fisik terkait dengan kesehatan dan kebugaran tubuhnya sehingga mampu melakukan serangkaian perjalanan ke tanah suci dan serangkaian aktivitas rukun dan syarat haji.

 

 

Kemudian kemampuan financial terkait kemampuan membayar biaya perjalanan, akomodasi termasuk makan minum selama selama menunaikan ibadah haji. Juga biaya bagi keluarga atau orang yang ditinggalkan di rumah selama ia melakukan biaya haji. Jadi kalau dihitung bisa mencapai puluhan juta bagi yang haji regular bahkan ratusan juta kalau yang program haji plus.

 

 

Nah, menjawab pertanyaan Anda haji atau umroh dari dana atau uang pinjaman bagaimana? Kalau Anda belum memiliki tabungan sebaiknya tidak usah meminjam. Kecuali Anda memiliki asset dan ingin dijual tapi belum laku, kemudian Anda meminjam maka boleh-boleh saja. Misalnya Anda memiliki rumah yang hendak dijual tapi belum laku, lalu Anda meminjam kepada saudara maka tidak apa-apa selama Anda memiliki asset atau harta.

 

 

Kalau Anda tidak punya apa-apa selain gaji sebagai pegawai negeri ya sebaiknya jangan. Karena haji dan umrah itu kaitannnya dengan kemampuan, salah satunya ialah kemampuan finansial. Jadi kalau menurut hemat saya tidak boleh orang itu memaksakan diri untuk melaksanakan haji atau umroh dengan jual ini jual itu apalagi disertai dengan berhutang.

 

 

 

Apabila Anda menjual asset diam maka silahkan saja atau boleh dijual. Misalnya Anda punya tiga rumah yang dipakai cuma satu, lalu yang satu Anda mau jual saja untuk berangkat haji atau umroh tentu saja itu bagus, berarti sebagian harta Anda dipakai untuk kebaikan.

 

 

 

Namun apabila rumah Anda hanya ada satu-satunya yang Anda tinggali, kemudian Anda gadaikan kepada bank Syariah lalu anda pinjam untuk umrah atau haji berarti Anda melanggar. Apa pelanggaran Anda? Anda berhaji dan berumrah dengan cara memaksakan diri. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 97:

 

(97). وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ…………….

 

“………..Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (QS.Ali Imran: 97)

 

Jadi hemat saya, coba lihat dulu kemampuan Anda mengembalikan pinjaman tersebut sekiranya Anda berangkat haji atau umroh dari dana pinjaman. Sekiranya tidak ada dana untuk mengembalikan atau setelah haji atau umroh malah membuat Anda terbebani dan penghasilnya Anda cukup bahkan kurang untuk mengembalikan pinjaman tersebut , maka saya sarankan jangan paksakan diri.

 

 

Apalagi mengingat usia Anda yang sudah memasuki 51 tahun yang sebagai PNS akan segera memasuki masa pensiun dan uang pensiun tentu tidak sebesar gaji tentu Anda harus memikirkan kembali sekiranya uang pensiun Anda tidak cukup mengembalikan dana pinjaman haji atau umroh tersebut.

 

 

 

Jangan sampai sekiranya Anda berangkat haji atau umroh dari dana pinjaman tersebut kemudian sesuatu hal buruk menimpa Anda kemudian pinjaman tersebut membebani anak atau keluarga Anda. Hemat saya, lebih baik Anda bersabar menabung. Sekiranya tabungan Anda belum cukup kemudian takdir Allah memanggil Anda maksudnya meninggal sebelum haji maka Allah Maha Tahu, insya Allah anda sudah dapat pahala haji dari niat dan ikhtiar Anda tersebut. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal shalih dari hamba-hamba-Nya.

 

(40).إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

 

 

Sesungguhnya, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar żarrah, dan jika ada kebajikan meskipun sekecil żarrah, pasti Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.” ( QS.An-Nisa: 40)

 

 

Inilah kabar gembira bagi kita semua, bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan amal shalih yang kita lakukan meski itu sangat kecil, bahkan kita sendiri kadang tidak menyadari bahwa itu amal shalih. Maka jangan sepelekan dalam beramal shalih, sekecil apa pun pasti Allah akan mebalasnya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ . 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini