Dzikir Bersama Apakah Dicontohkan Rasul? Begini Penjelasannya

0
55

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa hukum dzikir berjamaah atau bersama?  Bagaimana pendapat Pak Aam ?Mohon penjelasannya ( Bram via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam  ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat  yang dirahmati Allah. Sebenarnya terkait pertanyaan Anda soal dzikir sudah sering saya bahas baik offline (kajian) maupun online. Namun tidak ada salahnya jika kita jelaskan kembali. Semoga mengingatkan kembali bagi yang pernah atau sudah membaca dan menjadi tahu atau paham bagi yang baru membaca.

 

 

Begini, secara prinsip dalam ajaran Islam dzikir atau mengingat dan menyebut asma Allah adalah salah satu dari bentuk ibadah lisan dan hati.  Dalam beberapa ayat Al Quran perintah berdzikir ini dapat kita baca atau temukan dibeberapa ayat misalnya,

 

 

 

(10). فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Apabila salat telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi. Carilah karunia Allah dan banyaklah mengingat (dzikir) Allah agar kamu beruntung .” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

 

Dalam berdzikir secara khusus ayat di atas adalah perintah untuk mencari rezeki Allah khususnya setelah selesai shalat Jumat dengan berdagang. Mengapa diperintah berdzikir saat berdagang atau berniaga? Karena aktivitas dagang atau berniaga banyak membuat lalai atau lupa teruma saat melayani pembeli atau konsumen dan menghitung laba atau keuntungan,  maka kita diperintahkan banyak berdzikir atau mengingat Allah bahwa rezeki itu karunia Allah, hendaknya kita bersyukur.

 

Kemudian dalam ayat lain juga Allah firmankan,

 

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

 

 

Sungguh, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala besar ba­gi laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ke­taatannya, laki-laki dan perem­puan yang benar, laki-laki dan perem­puan sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perem­puan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehor­matannya, serta laki-laki dan perem­pu­an yang banyak menyebut nama Allah (dzikir).” (QS. Al-Ahzab: 35).

 

 

(41). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

(42). وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

 

Hai, orang-orang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat nama-Nya (dzikir) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” ( QS.Al-Ahzab: 41 – 42)

 

 

Menurut mufasir atau ahli tafsir As-Sa’di semoga Allah merahmati dalam menafsirkan ayat ini beliau menerangkan bahwa, “Dzikir yang banyak adalah dengan membaca tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), tasbih (subhanallah), takbir (Allahu Akbar) dan perkataan lainnya yang mendekatkan diri pada Allah. Yang paling minimal adalah kita berdzikir selesai shalat lima waktu, dzikir ketika muncul sebab tertentu maka dzikir ini baiknya dirutinkan di setiap waktu dan keadaan.”

 

Namun keterangan-keterangan atau dalil tersebut dzikir yang dilakukan sendiri-sendiri. Lalu bagaimana dengan dzikir berjamaah atau dzikir bersama? Sebenarnya ada dzikir yang dilakukan saat ketika kita perlu dzikir berjamaah seperti pada hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. Dan ini dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam.

 

اللهُأكْبَرُاللهُأكْبَرُاللهُأكْبَرُ، لاإِلهَإِلاَّاللهُواللهُأكْبَرُاللهُأكْبَرُوَِللهِالحَمْدُ

 

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu  akbar, laaillaaha illallahu wa allaahu akbar. Allaahu akbar walillaa hilhamd”

Artinya:

Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar. TiadaTuhan selain Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah”.

 

Kemudian ada juga dzikir bersama atau berjamaah ketika melakukan ibadah haji.

 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

 

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik kalaasyarikalaka labbaik. Innalhamda wan ni’mata laka walmulk laasyarikalak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).

 

 

Ucapan talbiyah ini merupakan dzikir yang bergema dimana-mana saat berhaji. Jadi ada memang dicontohkan oleh Rasulullah untuk dzikir bersama-sama. Contohnya ialah saat Idul Fitri, Idul Adha, kalimat talbiyah saat haji, shalat khusuf, shalat istisqa, shalat gerhana itu juga kan ada dzikir bersama.

 

 

Bagaimana dengan dzikir bersama diluar itu atau yang saya sebutkan diatas? Mohon maaf, sepanjang pengetahuan saya, Rasulullah tidak pernah melakukan acara selain itu dengan dzikir bersama. Jadi dengan demikian tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada yang suka melaksanakan dzikir bersama, saya melihat bahwa Rasulullah memberikan contoh apa saja yang dianjurkan untuk dzikir bersama.

 

 

Tadi sudah saya sebutkan, tapi kalau kita menyengaja ada kumpulan, tabligh akbar, dzikir bersama itu saya menghargai tapi saya tidak melakukan hal itu. Menurut hemat saya, dzikir bersama itu ada aturannya yang dicontohkan oleh Rasulullah dan minimal diikuti para sahabat.

 

 

Tentu saja saya mengatakan hal ini tanpa mengurangi rasa hormat saya. Boleh jadi yang melakukan hal ini mengacu pada keterangan-keterangan umum. Namun faktanya yang dilakukan oleh Rasulullah selalu melaksanakan dzikir bersama itu dalam konteks-konteks yang sudah saya sebutkan diatas.

 

 

Di luar itu saya tidak atau belum menemukan keterangan yang shahih bahwa Rasulullah pernah mengajak para sahabatnya untuk dzikir atau wirid bersama secara khusus. Bahkan Rasul setelah shalat, beliau berdzikir tidak pernah terdengar suaranya.

 

 

Jadi ini pun perlu dikritisi, seringkali di beberapa masjid setelah shalat berjamaah imam melakukan dzikir bersama, ini tolong dicek kembali apakah Rasulullah pernah mencontohkan hal itu?

 

 

BACA JUGA: Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi

 

 

Karena sepanjang pengatahuan saya, Rasul setelah mengimami shalat, lalu berdzikir sendiri-sendiri dengan posisi menghadap ke makmum atau jamaah shalat dimana Rasul menjadi imamnya.

 

 

Namun demikian sekiranya ada yang melaksanakan dzikir berjamaah atau bersama, hemat saya tidak perlu saling menyalahkan, nyinyir atau bahkan dihujat yang bisa menyebabkan perpecahan. Sepanjang ada dalil atau landasannya maka lebih baik saling menghormati. Adanya perbedaan pendapat tentu kita hargai sepanjang bukan pada masalah yang pokok, akidah atau tauhid.

 

 

 

Apa yang Anda tanyakan adalah meminta pendapat saya maka inilah pendapat saya dengan mengacu atau merujuk dalil yang shahih. Kalau ada yang beda pendapat dengan saya, tentu boleh kita hormati.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

 

buku shalat wudhu

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

906

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini