Cara Mengusap Kepala dan Telinga Saat Wudhu, Ini Yang Dicontohkan Rasul

0
662

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf mau tanya terkait wudhu khususnya saat membasuh rambut atau kepala dan telinga. Saya melihat ada yang disatukan maksudnya dari membasuh kepala langsung ke telinga. Lalu ada yang 1x namun ada juga yang 3x , yang benar yang mana?. Mohon penjelasannya. Terima kasih. ( Ade Sopian via fb )

 

iklan

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Wudhu merupakan tahap awal dalam menggapai kesempurnaan dan sahnya shalat. Oleh karenanya, ketika berwudhu kita harus mengikuti urutan dan tata cara yang benar. Mengusap kepala dalam berwudhu hukumnya wajib . Hal ini dapat kita lihat kembali dalam  Surah Al-Maa’idah  ayat 6.

 

(6)……..يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

 

“Hai, orang-orang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, sapulah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki………….” (QS.Al-Maa’idah: 6 )

 

 

Perlu diperhatikan dengan jeli bahwa dalam ayat itu Allah Swt. memerintahkan kita untuk mengusap kepala, bukan mengusap rambut. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak berambut alias botak pun tetap harus mengusap kepala. Dalam sebuah keterangan Abdullah bin Zaid r.a. memeragakan cara Rasulullah Saw. mengusap kepalanya,

 

 

Sesungguhnya Nabi Saw. mengusap kepala dengan kedua telapak tangannya. Beliau memulainya dari kepala bagian depan, kemudian menggerakkan kedua telapak tangannya hingga tengkuk, lalu mengembalikannya ke tempat semula (kepala bagian depan)” (H.R. Bukhari dari Amr bin Yahya al-Mazani r.a. yang meriwayatkan dari ayahnya).

 

 

Bertolak dari hadis sahih ini bisa ditegaskan bahwa mengusap kepala bukan dengan satu tangan, melainkan dengan kedua telapak tangan. Juga tidak hanya mengusap bagian ubun-ubun atau bagian depan kepala saja, tetapi afdalnya atau utamanya dimulai dari mengusap kepala bagian depan hingga tengkuk dengan kedua telapak tangan.

 

 

Mengenai berapa kali kita harus mengusap kepala, Ali bin Abi Thalib r.a. menjelaskan tentang cara Nabi Muhammad Saw. berwudhu, beliau berkata, “… dan Nabi Saw. mengusap kepalanya satu kali” (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i). Lalu, Ali r.a. berkata, “Siapa yang ingin mengetahui cara wudhu Rasulullah, maka demikianlah wudhu beliau.”

 

 

Kemudian dari Ibnul Qayyim dalam kitanya Zaad al-Ma’aad mengomentari hadis tadi, Ibnul Qayyim mengungkapkan, “Inilah yang benar! Nabi Saw. tidak berulang-ulang menyapu kepalanya. Nabi Saw. mengulang-ulang mencuci anggota wudhu lainnya, tetapi beliau menyapu kepala hanya satu kali. Demikianlah riwayat yang jelas dari beliau dan tidak ada dalil lain yang menentang riwayat ini” ( keterangan ini dapat disimak didalam kitab Aunul Ma’bud).

 

 

Keterangan itu menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. membasuh anggota wudhu lainnya, seperti membasuh tangan, berkumur, dan membasuh wajah, masing-masing tiga kali, tetapi ketika mengusap kepala beliau hanya melakukannya satu kali.

 

 

Lalu bagaimana dengan mengusap telinga?

 

Sebenarnya, telinga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepala. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw.,

 

Dua telinga itu bagian dari kepala”(H.R. Ibnu Majah).

 

Oleh karena itu, sebaiknya mengusap telinga dilakukan berbarengan dengan mengusap kepala. Maksudnya, begitu selesai mengusap kepala, langsung saja masukkan telunjuk ke bagian dalam daun telinga dan usaplah daun telinga dengan ibu jari. Hal ini sebagaimana diterangkan Abdullah bin Amr r.a. pernah mempraktikkan wudhu Rasulullah Saw.,

 

 

“… dia mengusap kepalanya, lalu memasukkan dua telunjuknya pada dua telinganya dan mengusap bagian luar dua telinganya dengan dua ibu jarinya” (H.R. Abu Daud).

 

 

Keterangan itu dikuatkan lagi dengan riwayat yang lain, “Sesungguhnya Rasulullah Saw. mengusap kepala dan dua telinga bagian luar dan bagian dalamnya saat berwudhu, beliau memasukkan telunjuknya pada kedua telinganya” (H.R. Abu Daud)

 

 

Seperti telah ditegaskan sebelumnya bahwa dua telinga itu bagian dari kepala, maka mengusap telinga pun jumlahnya hanya satu kali seperti halnya mengusap kepala, sebagaimana dijelaskan riwayat berikut. Ibnu Abbas r.a. menjelaskan cara wudhu Nabi Muhammad Saw.; katanya, “… dan Nabi Saw. mengusap kepala dan telinganya satu kali” (H.R. Ahmad dan Abu Daud).

 

Untuk keterangan lebih jelas dan singkatnya dapat disimak dalam gambar berikut ini.

 

 

  • mengusap kepala dengan kedua telapak tangan;
  • usapan dimulai dari bagian depan (kening) (lihat gambar a);
  • kedua telapak tangan yang menempel di kepala digerakkan hingga tengkuk

(lihat gambar b dan c);

  • setelah sampai tengkuk, tarik kembali tangan ke depan (kening) (lihat gambar d);
  • setelah kedua telapak tangan ada di kening, teruskan dengan mengusap telinga. Caranya, masukkan jari telunjuk ke rongga telinga dan ibu jari mengusap daun telinga (lihat gambar e).

 

Ini terkait dengan penjelasan wudhu khususnya terkait dengan mengusap kepala dan telinga. Apakah boleh tiga kali? Insya Allah boleh dan wudhunya tetap sah. Namun jika mengacu pada apa yang diajarkan Rasul kepada para sahabat dengan keterangan yang jelas atau shahih maka beliau ( Rasul ) cukup sekali saja. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan tata cara bersuci wudhu atau tayamum sebelum shalat,Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU” atau buku “JANGAN HANYA 5 WAKTUatau bukuMELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAt SUNAH”. Di dalamnya ada pembahasan terkait pelaksanaan bersuci baik wudhu maupun tayamum hingga pelaksanaan shalat berikut amalan-amalan apa saja, yang dijelaskan secara detail dengan dalil yang shahih. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

 

buku shalat wudhu

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

903

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman