Besok Ada Gerhana Matahari Cincin, Jangan Lupa Ini Amalan Sunahnya

0
475

PERCIKANIMAN.ID – – Gerhana Matahari kembali akan terjadi dipenghujung tahun ini atau tepatnya Kamis (26 /12/ 2019) ini fenomena alam luar biasa atas Kehendak dan Keagungan Allah, yaitu: Gerhana Matahari Cincin.

 

iklan

 

Istimewanya gerhana ini bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia, prediksi bayangan gelap akan menutupi Matahari di kota-kota besar di Indonesa diperkirakan mulai pukul 10:41 WIB hingga 14:28 WIB.

 

Dikutip dari situs BMKG menerangkan bahwa Gerhana Matahari Cincin merupakan gerhana yang terjadi ketika bayangan bulan hanya menutupi bagian tengah Matahari. Sehingga menyisakan bentuk cincin api di sekeliling bayangan bulan, sementara pada Gerhana Matahari Total, Matahari tertutup total oleh bayangan Bulan.

 

Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara Matahari dan Bumi, sehingga hanya menutupi sebagian Matahari.

 

Fenomena GMC dapat diamati di Sumatera Utara (Simbolga dan Padang Sidempuan), Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang), Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang).

 

Kalimantan Barat (Singkawang), Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dan Kalimantan Timur (Makulit dan Berau).

 

Sementara Gerhana Matahari Sebagian dapat dinikmati masyarakat yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi (Jabodetabek)

 

Rangkaian fase Gerhana Matahari secara global adalah sebagai berikut:

 

1)            Gerhana Matahari sebagian mulai: 09:29:44 WIB

2)            Gerhana Matahari cincin mulai: 10:34:24 WIB

3)            Tengah Gerhana Matahari cincin: 12:17:36 WIB

4)            Gerhana Matahari cincin berakhir: 14:00:54 WIB

5)            Gerhana Matahari sebagian berakhir: 15:05:36 WIB

 

BACA JUGA: Cara Shalat Gerhana Yang Dicontohkan Rasul

 

Ada pun beberapa amalan yang disunnahkan saat terjadi gerhana adalah sebagai berikut:

 

1) Mengumandangkan gema takbir dengan bertakbir sebanyak-banyaknya,  dengan mengagungkan Asma Allah.

2) Mengumandangkan bacaan istighfar, dengan memohon ampunan dan maaf kepada Allah.

3) Mengucapkan Asholaatu Jaami’ah.

4) Shalat Gerhana Matahari

5) Mendirikan dan mendengarkan Khutbah Gerhana Matahari.

6) Bershadaqah atau infaq denga niat ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah Swt

7) Melanjutkan gema takbir hingga akhir gerhana terbuka kembali bercahaya normal (bayangan gelap hilang total).

 

Melihat Langsung Saat Gerhana Matahari Bisa Sebabkan Kebutaan

 

Sementara itu dikutip dari cnnindonesia.com, Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya Sawitar mengingatkan bahaya yang mungkin timbul jika warga melihat langsung fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) maupun Sebagian dengan cara tak aman.

 

Menurut Widya, warga sebaiknya tak menatap gerhana terlalu lama. Selain itu, masyarakat juga harus menggunakan filter optik yang dirancang khusus untuk mengamati GMC.

 

“Jangan sekali-kali melihat fenomena Gerhana Matahari terlalu lama secara langsung, berbahaya bagi mata. Apalagi dengan peranti optis seperti binokuler atau teleskop tanpa filter khusus,” tulis Widya pada artikel “Menyambut Gerhana Matahari 26 Desember 2019” di laman resmi Planetarium Jakarta.

 

 

“Sebab, dapat membuat kesehatan mata secara serius bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan.”

 

Dr. B. Ralph Chou, Presiden dari Royal Astronomical Society di Kanada dan mantan optometri pun menyatakan hal serupa. Optometri adalah profesi yang menangani kesehatan mata.

 

Risiko kesehatan mata memang bisa terjadi tergantung dari berapa sering dan berapa lama mereka menatap gerhana. Menatap langsung gerhana tanpa filter bisa membakar retina dan merusak bagian penglihatan ini. Fenomena ini dikenal sebagai kebutaan gerhana. Hal ini bisa membuat gangguan penglihatan sementara atau permanen.

 

 

Menurutnya tidak ada tanda-tanda langsung atau rasa sakit ketika retina mata rusak. Karena retina mata tak punya syaraf rasa sakit. Menurut Chou, efek kerusakan retina setelah melihat gerhana baru terasa setelah 12 jam. Terutama ketika seseorang baru bangun dari tidur dan merasa penglihatannya terganggu.

 

 

“Mereka tak bisa melihat wajah mereka di cermin, mereka tidak bisa membaca dengan jelas, mereka kesulitan melihat penanda alan, dan pandangan mereka kerap kabur,” jelasnya, seperti dikutip Time 

 

 

 

Gangguan pandangan ini bisa berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Pada kasus yang terburuk, korban bisa mengalami kebutaan.

 

 

Bagi masyarakat yang ingin melihat fenomena Gerhana Matahari Sebagian di Planetarium Jakarta, Widya dan tim telah menyiapkan 5.700 kacamata khusus yang disematkan sebuah filter agar tidak terkena paparan cahaya matahari secara langsung. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

937

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman