Larangan Memakai Jilbab Di Perusahaan? Begini Solusi Yang Bisa Dilakukan

0
163

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mau meminta pendapat. Saat ini saya bekerja di sebuah rumah sakit swasta dimana para pimpinannya adalah non muslim. Demikian juga kebijakan-kebijakkannya yang berafiliasi kepada agama non Islam. Otomatis saya tidak diperbolehkan untuk berhijab. Tapi sekarang hati saya mulai tidak tenang karena saya yakin berhijab itu wajib bagi muslimah yang sudah baligh. Namun, suami belum mengizinkan untuk keluar dari pekerjaan dengan alasan kami sedang membutuhkan biaya besar untuk kuliah anak. Saya bingung hati kecil saya takut belum bisa melaksanakan aturan Allah dan saya takut dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt kelak. Saya juga kerasa lebih mementingkan urusan/kepentingan dunia ketimbang akhirat. Mohon saran dan nasihat dari Ustadz Aam. Terima kasih. ( S via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu saja ada alasan yang masuk akal kalau suami Anda belum mengizinkan keluar dengan alasan keuangan.

 

 

 

Di  lihat dari alasan bahwa Anda tidak diperkenankan memakai hijab sementara Anda tahu bahwa hijab itu wajib sehingga adanya konflik batin, Itu juga masuk akal. Tentu saja keduanya beralasan. Namun saya coba berikan beberapa solusinya,

 

 

Pertama, apakah mungkin mencari solusi Anda pindah bekerja di rumah sakit yang membolehkan memakai hijab. meskipun di rumah sakit non muslim, ada beberapa yang memberbolehkan perawatnya untuk memakai hijab.

 

 

 

Sekarang mungkin tidak Anda pindah kerja? Apabila tidak mungkin, maka Anda berhijab ketika Anda bisa. Misalnya saat pergi, saat pulang kerja atau saat sedang tidak bertugas.  Dalam hal ini para ulama membuat kaedah untuk hukum,

 

 

ما لا يدرك كله لا يترك كله

“Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).

 

 

Berarti kalau Anda tidak bisa melakukan secara utuh yakni berjilbab maka jangan ditinggalkan semuanya. Berarti Anda berhijab saat memungkinkan, sambil menunggu jalan Anda bisa pindah ke rumah sakit yang membolehkan perawatnya berhijab. Kalau sekarang belum memmungkinkan, maka berlaku prinsip darurat bagi Anda. Dalam Al Quran Allah berfirman:

 

فَمَنِاضْطُرَّغَيْرَبَاغٍوَلَاعَادٍفَلَاإِثْمَعَلَيْهِإِنَّاللَّهَغَفُورٌرَحِيمٌ

 

 

Siapa yang dalam kondisi terpaksa memakannya sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka ia tidak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah:173)

 

 

Namun tentu saja batin Anda akan membrontak bahwa apa yang Anda lakukan itu salah. Nah semoga hal ini menjadi bagian dari kifarat akan kesalahan yang Anda lakukan. Semoga itu menjadi jeritan yang membuat Allah mengampuni kesalahan Anda. Ini saya mencoba berada di tengah-tengah.

 

 

Kedua, suami sebagai kepala keluarga dimana salah satunya memenuhi kebutuhan keluarga atau nafkah lebih berperan. Jadi bukan Anda yang menjadi tumpuan mencari nafkah tetapi suami. Dalam Al Quran dijelaskan,

 

 

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا

 

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf………….” (QS.Al Baqarah: 233)

 

 

Saya sendiri tidak tahu kondisi suami karena Anda tidak menjelaskannya. Apakah suami tidak bekerja sehingga Anda menjadi tumpuan ekonomi dan melarang Anda keluar kerja? Kalau suami tidak bekerja alasannya juga apa, apakah karena fisik, sakit dan sebagainya. Ini juga perlu penyelesaian sendiri.

 

 

Kemudian suami sudah bekerja namun penghasilan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingg Anda harus bekerja dan melarang keluar kerja. Tentu ini juga perlu solusi tersendiri.

 

 

Ya kalau saya berbicara saklek pasti jawaban yang paling gampang ialah dengan keluar dari pekerjaan tersebut. Betul rezeki Allah itu sangat luas. Namun, yang namanya jawaban itu harus bisa dilaksanakan, kalau sekedar orang nanya lalu saya jawab tapi Anda sendiri bingung ya tentu saja gampang.

 

 

 

Mungkin ada ustadz atau penceramah yang beda pendapat dengan saya. Saya pastinya menghargai, hanya haya harus mencoba menganalisa dari berbagai sisi dan mencari solusi yang memungkinkan bisa  Anda lakukan.

 

 

Silakan pilih solusi pertama atau kedua. Tentu yang namanya pilihan atau alternatif pastinya akan ada konsekuensinya. Tidak ketinggalan Anda juga harus dibarengi dengan ikhtiar dan doa. Ikhtiar mencari pekerjaan yang bisa memakai jilbab dan doa semoga Allah memberikan pertolongan dan jalan keluar terbaik. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

 

 

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

803

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau  email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini