Baru Satu Rakaat Lalu Terdengar Adzan Shalat Berikutnya, Bagaimana Hukumnya ?

0
471

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya ingin bertanya apabila kita kesiangan lalu ketika kita shalat keburu adzan yang berikutnya. Apa yang harus kami lakukan? Saat ini saya sedang menempuh studi sambil magang kerja yang jamnya beda dengan di Indonesia. Mohon nasihat dan penjelasannya ( Sonya via fb )

 

iklan

 

 

Wa’alaykumsalamww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Jadi misalnya Anda shalat Dzuhur mepet-mepet shalat Ashar, tidak lama misalnya baru rakaat pertama, adzan Ashar sudah berkumandang. Padahal Anda berniat shalat Dzuhur, lalu apa yang harus Anda lakukan? Ini ada jawabannya dalam hadits riwayat mutaffaq alaih. Rasulullah Saw bersabda ,

 

 

منأدركسجدةمنصلاةالعصرقبلأنتغربالشمسفليتمصلاته , وإذاأدركسجدةمنصلاةالصبحقبلأنتطلعالشمسفليتمصلاته

(متفقعليه)

 

 

Barangsiapa yang mendapati satu kali sujud dari shalat Ashar sebelum terbenamnya matahari, maka lengkapilah shalatnya, dan jika mendapati satu kali sujud dari shalat Subuh sebelum matahari terbit maka lengkapilah shalatnya”. (HR. Muttafaqun ‘Alaihi)

 

 

Dalam hadits ini Rasulullah bercerita tentang seorang yang melaksan akan shalat Ashar  mepet dengan waktu Magrib. Jadi kalau Anda sedang melaksanakan shalat Dzuhur misalnya lalu baru satu rakaat berkumandang adzan Ashar, maka teruskan saja shalat Anda.

 

 

 

Meskipun Anda berniat shalat Dzuhur. Sebagaimana dalam hadits di atas bahwa sekiranya Anda shalat Ashar di akhir waktu kemudian baru satu rakaat waktu Magrib sudah masuk maka seolah-olah mendapatkan shalat Ashar itu.

 

 

Walaupun Anda baru mendapatkan satu rakaat, tidak apa-apa teruskan saja tapi jangan dibiasakan. Rasulullah pernah bersabda,

 

 

عَنْ أُمِّ فَرْوَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُفِى أَوَّلِ وَقْتِهَا »

 

 

Dari Ummu Farwah, iaberkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud)

 

 

Jadi sekiranya kita sekali-kali terlambat karena satu dan lain hal, maka dengan mendapatkan satu rakaat sekali pun kita sudah mendapatkan waktus shalatnya. Insya Allah shalat Anda tetap sah.

 

 

Tetepi apa yang saya sampaikan diatas berdasarkan hadits Rasul tersebut berlaku bagi yang tidak sengaja menunda-menunda atau mengulur-ulur shalat. Misalnya, saking lelah dan ngantuknya Anda tidur sebelum Dhuhur dan terbangun menjelang Ashar. Atau tertidur setelah Dhuhur lalu terlelap hingga menjelang Maghrib, sehingga shalat Ashar dilakukan mepet diwaktu Maghrib. Ini insya Allah masih diperbolehkan.

 

 

 

Tetapi kalau Anda menyengaja atau sengaja menunda-nunda dan mengulur-ulur waktu shalat maka itu tidak boleh. Misalnya sudah terdengar adzan namun Anda terlena menonton sinetron, mengobrol dan sebagainya. Atau sudah masuk shalat tetapi Anda malah mengulur waktu hingga tertidur dan bangun sudah masuk atau mepet waktu shalat berikutnya maka yang demikian itu tidak boleh.

 

 

 

Sebab, Anda tergolong orang yang lelaikan shalat bahkan bisa masuk kategori orang yang menafik dimana salah satu ciri atau tandanya adalah malas untuk shalat. Coba perhatikan firman Allah,

 

(142). إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

 

 

Sesungguhnya, orang munafik itu hendak menipu Allah, padahal Allah menipu mereka. Apabila salat, mereka melakukannya dengan malas. Mereka pamer di hadapan manusia. Mereka sangat sedikit mengingat Allah.”  ( QS. An Nisa: 142 )

 

 

Kemudian dalam ayat atau surat yang sering kita dengar,

 

(4). فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

(5). الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

(6). الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

 

Maka, celakalah orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya,” ( QS.Al Ma’un: 4 – 6)

 

 

Jadi orang yang munafik itu menurut ayat tersebut adalah yang salat tetapi bermalas-malasan, menunda-nunda bahkan kalau pun salat maka salatnya hanya ingin sekedar dilihat orang lain atau riya/ pamer saja.

 

 

Untuk itu semoga kita terhindar dari sifat tersebut. Menjadikan salat sebagai kebutuhan, salat diawal waktu dengan khusyu, salat menjadi momen yang ditunggu-tunggu dan selalu kita rindukan. Bukan salat yang menjadi beban, merasa terganggu ketika ada adzan, koq sudah adzan lagi padahal lagi asyik ngobrol, baru mulai meeting dan sebagainya.

 

 

 

Jadi ketika adzan terdengar maka segeralah sambut panggilan Allah untuk segera mendekat. Sebab, kita akan segera “bertemu dan dialog” dengan Pemilik Alam semesta ini. Allah Maha Besar maka kecilkan segela urusan dunia, tinggalkan segala kesibukan, jangan malah menghindar atau menunda-nundanya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan ibadah khsusnya shalat, baik bacaan, doa dan sebagainya, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT”.  atau juga buku ” SUDAH BENARKAH SHALATKU? ” . Didalamnya ada contoh dan penjelasannya serta dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

buku doa

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

906

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau  email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman