Hukum Istri Pelet Suami Agar Makin Cinta, Boleh atau Haram ?

0
123

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf jika pertanyaan kurang pas. Apa hukum istri pelet atau guna-guna suami? Caranya istri memberikan minum suaminya yang sudah dicampur dengan darah haid istrinya dengan tujuan agar suaminya tunduk dan nurut serta cinta. Hal ini dilakukan atas saran dari seorang kyai atau ajengan. Mohon penjelasannya. ( Wil via email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. tentu saja hukumnya haram. Niatnya saja sudah salah, apalagi mencampur minuman dengan darah haid. Darah haid itu sudah jelas najis, sementara kita umat muslim dilarang makan dan minum yang bernajis. Jadi tentu saja haram hukumnya darah haid untuk diminum.

 

 

 

Jadi bisa jadi orang yang melakukan ini ialah mereka yang menjadi korban perdukunan. Dalam dunia perdukunan, biasanya dukun suka menyarankan sesuatu yang jelas-jelas menyalahi hukum agama. Apapun yang mengandung najis tidak boleh kita makan atau minum. Darah haid itu sudah jelas najis, kalau terbawa shalat saja harus dibersihkan apalagi dicampur dengan air untuk diminum.

 

 

 

Tidak mungkin seorang ustadz atau kiai yang benar-benar paham syariat Islam menyarankan hal seperti ini. Apabila Anda bertanya kepada orang lalu menyarankan untuk melakukan hal demikian sudah jelas ia seorang dukun. Jangan pernah Anda lakukan. Kenapa?

 

Pertama, itu adalah kemusyrikan dan Anda adalah seorang yang berlaku syirik. Allah Ta’ala berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

 

Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni dosa karena mem­persekutukan-Nya (syirik), tetapi Allah mengampuni dosa selain syirik bagi orang yang dikehendaki-Nya. Siapa pun yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.” (QS. An Nisa: 48)

 

 

Jadi kalau kita sudah melakukan dosa syirik, segera mohon ampun. Apa yang Anda lakukan itu adalah perbuatan syirik. Kalau Anda sudah melakukan maka Anda segera bertaubat dan meminta maaf kepada suami.

 

 

Sebagaimana para sahabat Nabi , dahulu mereka berada dalam kesyirikan di masa jahiliyyah. Namun mereka telah menerima Islam dan bertaubat dari kesyirikan, kemudian menjadi orang-orang yang Allah ridhai. Allah berfirman tentang para sahabat Nabi:

 

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

Sesungguhnya, Allah meridhoi orang-orang terdahulu dan yang per­tama kali masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, serta yang mengikuti mereka dengan baik karena mereka pun ridho kepada Allah. Allah menyediakan surga yang di bawahnya meng­alir sungai-sungai bagi mereka. Me­reka akan tinggal dalam surga se­lama-­la­manya. Itu­lah­ kemenangan a­gung” (QS. At Taubah: 100).

 

 

Menunjukkan bahwa orang yang bertaubat dari kesyirikan sebelum ajalnya, akan Allah ampuni dosanya, bahkan menjadi orang yang lebih mulia. Namun taubat ini jangan ditunda-tunda, tunggu kalau sudah tua dan sebagainya. Kalau sudah tahu bahwa itu kemusyrikin maka harus segera bertaubat. Sebab, ajal tidak tahu kapan datangnya.

 

 

Jadi, mendatangi dukun dan mempercayai ucapannya termasuk pelet, guna-guna, pengasihan dan sebagainya adalah dosa besar dan kemusyrikan.

 

 

Kedua, itu diharamkan. Bukankah sudah jelas bahwa meminum atau memakan najis termasuk darah itu haram? Coba perhatikan firman Allah,

 

 

 

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor  atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah….. ( QS.Al An’am: 145)

 

 

Semua darah haram untuk dikonsumsi, maksudnya darah yang sengaja ditampung atau dikumpulkan lalu dimakanan atau diolah menjadi makanan dan segala turunannya tidak boleh dikonsumsi. Kecuali darah yang menempel pada daging maka boleh.

 

 

Jadi jelas apa yang Anda lakukan adalah suatu perbuatan munkar dan dilarang dalam ajaran Islam. Secepatnya Anda bertaubat lalu memperbaiki diri dengan amal-amalan shalih yang lainnya.

 

 

 

Kemudian yang perlu diluruskan dari maksudnya Anda bahwa agar suami tunduk dan nurut atau taat pada Anda sebagai istri maka dalam Islam sebenarnya yang harus taat atau nurut itu istri kepada suami, bukan sebaliknya.

 

 

 

Salah satu kewajiban istri adalah taat atau nurut kepada suaminya sepanjang yang diperintahkan suami tidak bertentangan dengan syariat maka istri wajib taat. Coba perhatikan hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

 

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban )

 

Ini yang perlu dipahami. Lalu bagaimana agar suami cinta atau senang, bahagia dengan istri? Anda cukup taat dan melakukan apa yang disenangi suami, melayani suami dengan sepenuh hati dan ikhlas. Misalnya masak makanan kesukaan suami, suami pulang kerja dibuatkan minuman, disambut dengan lembut dan hal-hal yang membuat suami senang.

 

 

BACA JUGA: Hukum Berobat Ke “Orang Pintar”, Boleh atau Terlarang ?

 

Anda berdandan untuk suami, suami pulang kerja Anda dandan yang wangi, rapi, istilahnya tebar pesona di depan suami. Ini dibolehkan bahkan dianjurkan. Bukan sebaliknya, Anda dandan justru saar keluar rumah, pergi arisan, menjemput anak sekolah. Nah, sebenarnya Anda dandan untuk suami atau orang lain? Ingin menyenangkan suami atau orang lain? Ingin dipuji suami atau orang lain?

 

 

Hal-hal sederhana demikian kadang yang dilupakan istri. Menempatkan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Anda boleh ke salon kecantikan, perawatan tubuh dan sebagainya tetapi niatkan semua itu untuk menyenangkan suami, bukan untuk orang lain.

 

 

 

Inilah beberapa hal yang real, yang masuk akan yang bisa Anda lakukan agar suami senang, cinta dan penuh kasih sayang kepada istri. Bukan malah sebaliknya pergi ke dukun, meski mengaku kyai, ajengan dan sebagainya yang menyuruh kemusyrikan dan kemunkaran. Ini justru akan mendatang mudloratan dan kemunkaran. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, bagi Anda atau sahabat-sahabat sekalian yang ingin membina rumah tangga menjadi harmonis, suami istri saling mencintai dan sebagainya, silakan baca saya yang berjudul ” Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga “. Didalamnya ada tips atau resep bagaimana suami istri mewujudkan keluarga sakinah, mawadah dan penuh rahmah.  Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

901

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau  email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini