Musim Haji 2020, Kemenag Akan Fokus Peningkatan Layanan

0
157
Karena tergolong resiko tinggi (resti) hendak calon jamaah haji lansia didampingi keluarganya.
Karena tergolong resiko tinggi (resti) hendak calon jamaah haji lansia didampingi keluarganya.

PERCIKANIMAN.ID – – Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan penyelenggara haji 2020 dalam upaya meningkatkan indeks kepuasaan jamaah haji setiap tahunnya.

 

iklan

 

“Prinsip kami dalam melayani jamaah haji setiap tahun harus ada peningkatan pelayanan,” kata Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali di Banda Aceh,  seperti dilansir ihram.co.id, Ahad (15/12/2019).

 

 

Pernyataan itu disampaikan Nizar di sela-sela lawatannya ke Aceh untuk mengisi materi di acara Jagong Masalah Haji dan Umrah (Jamarah) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh di Banda Aceh. Dia menyebutkan pada 2020 Kemenag menargetkan harus ada peningkatan pelayanan, yang sekaligus ditandai kenaikan angka indeks kepuasaan jamaahnya.

 

 

Nizar mengatakan akan melakukan berbagai inovasi untuk penyelenggara haji tahun depan. Dia mengatakan, hasil survei indeks kepuasan jamaah haji Indonesia terhadap pelayanan haji 2019 meningkat menjadi sangat memuaskan dengan nilai 85,91 persen, dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 85,23 persen.

 

 

“Target kami di 2020 indeks kepuasan jamaah haji mencapai 86.00 persen, jadi ada kenaikan 0,09 poin,” katanya.

 

 

Nizar mengatakan terdapat delapan inovasi yang dilakukan Kemenag dalam upaya peningkatan pelayanan jamaah haji. Ia mencontohkan, perekaman biometrik di bandara masing-masing, peningkatan fasilitas layanan, penomoran tenda saat berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina dan juga penempatan jamaah haji berdasarkan sistem zonasi.

 

 

Menurutnya, kini untuk perekaman biometrik hanya diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, ditinjau dari fasilitas yang dimiliki bandara itu serta terbatasnya sumber daya manusia imigrasi Arab Saudi yang diutus ke Indonesia.

 

 

Ia mengatakan Menteri Agama meminta agar perekaman biometrik dapat dilakukan di seluruh Bandara di Indonesia sehingga tidak perlu berlama-lama di bandara. Namun berdasarkan survei, hanya Surabaya yang dapat bisa menerapkan proses ini pada 2020.

 

 

“Tahun 2020 ini hasil koordinasi dengan menteri agama dan Insya Allah akan mengembangkan fast track atau percepatan menuju ke Makkah akan diperluas ke Surabaya karena tempatnya layak dan ada dua terminal,” katanya.

 

 

Tahun depan Kemenag akan fokus melakukan berbagai inovasi seperti respons darurat, komunikasi full covered, efisiensi proses visa, penyusunan regulasi, perbaikan proses badal dan safari wukuf, kloter berbasis wilayah, pelayanan sistem terpadu dan sistem pelaporan, manasik sepanjang tahun, penomoran maktab, serta non-teller dan non-tunai. [ ]

 

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: kemenag

902

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman