Wanita Naik Ojek, Boleh atau Tidak ?

0
99

Assalamu’alaykum. Pak Aam bolehkah wanita naik ojek online yang kebanyakan drivernya laki-laki karena lebih menghemat waktu dan biaya? Sebab ada yang bilang boleh karena darurat tapi ada yang tidak boleh karena dianggap berdua-duan/ khalwa . Mohon penjelasannnya. ( Hera via fb )

 

 

Wa’alaykumsalamww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan yang serupa. Jadi begini, pada prinsipnya memang ada yang mengatakan bahwa kita ini tidak boleh satu mobil atau motor dengan yang bukan mukhrim.

 

 

Ya tidak boleh kalau orang yang bersangkutan memiliki hubungan batin dengan kita. Akan tetapi,kalau kita tidak mengenal dia itu hanya sebatas hubungan professional misalnya dia seorang driver atau sopir dan Anda sebagai penumpang ya tidak apa-apa, tidak masalah.

 

 

Kenapa saya katakan ini tidak masalah? Karena secara common sense, secara logika sederhana saja tidak disebut sebagai khalwat. Ada hadits yang mengatakan bahwa kita tidak boleh berkhalwat artinya berdua-duan yang bukan dengan mukhrimnya.

 

 

Tentu saja yang disebut ‘bukan mukrim’ itu yang memiliki relasi khusus atau kedekatan khusus. Dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tindakan khalwat  antara laki-laki dan wanita asing ini dalam hadits shahih dengan bersabda,

 

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ

 

 

Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

 

Jadi dalam hadits ini berkhalwat atau berdua-dua adalah karena ada maksud atau tujuan untuk bermaksiat dan keduanya saling kenal dengan adanya perasaan. Misalnya pacaran, atau berduaan dengan calon suami atau istri yang sudah dilamar atau khitbah. Padahal lamaran atau sekedar khitbah bukanlah kemudian menjadi halal atau boleh berdua-duaan. Ini yang dimaksudkan.

 

 

Sekarang ini terkadang fatwa membuat lelah. Apa salahnya jika Anda menaiki taksi lalu supirnya laki-laki? Kan Anda juga duduknya di belakang dan professional saja, Anda sebagai penumpang. Anda juga kan tidak mengenal supirnya.

 

 

Ya, memang berdua-duaan, tapi di sana tidak ada unsure dosa. Apabila di sana ada unsur dosa, maka jadi masalah. Baru itu haram dinamakan khalwat. Sama seperti seorang dokter dengan pasiennya, misalnya dokternya laki-laki dan pasiennya perempuan.

 

 

Apakah dosa apabila sang dokter bersentuhan fisik dengan pasien? Ya tentu saja tidak. Itu kan professional tujuannya untuk mengobati. Walau pun disentuh, itu sesuatu yang bersifat darurat. Sesuatu yang tidak boleh dapat menjadi boleh karena kedaruratan.

 

 

Seperti kasus berkendara atau naik motor berduaan dengan lawan jenis, atau menggunakan jasa ojek, hal tersebut bisa ditolerir dalam agama kalau tidak ada alternatif yang lain dan itu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Seperti dikatakan dalam ayat berikut

 

 

 

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

 

Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah; 173)

 

 

Jadi Islam itu bukan agama yang bikin orang ribet. Dengan demikian kita harus bisa memposisikan berdua-duaan yang haram itu yang seperti apa. Jangan mengeneralisir hadits, yang dimaksud tidak boleh berdua-duaan itu yang bagaimana? Yaitu yang akan melahirkan maksiat.

 

 

 

Misalnya orang berdua-duaan yang memiliki perasaan khusus lalu punya kesempatan untuk berbuat maksiat, saling pegangan padahal bukan mukhrim atau suami istri, nah itu baru hukumnya haram. Kalau soal naik kendaraan online rasanya tidak ada masalah karena itu lebih ke profesionalisme.

 

 

Tetapi jika Anda masih ragu naik ojek yang pengemudi atau drivernya laki-laki maka sekarang sudah ada ojek yang drivernya perempuan juga. Ini bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

Tafsir Juz Amma

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

846

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau  email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini