Ziarah Kubur Suami, Haruskah Tabur Bunga dan Baca Yasin?

0
526

Assalamu’alaykum. Pak Aam, suami saya meninggal seminggu yang lalu. Saya dan anak-anak sangat sedih dan merasa sangat kehilangan. Terkait dengan ritual ziara, apa yang harus saya lakukan saat saya berziarah ke makam  suami saya? Haruskah setiap ziarah menabur bunga dan menyiram air? Apakah harus membacakan surat Yasin? Apa doa yang harus saya panjatkan untuk almarhum suami saya?Adakah doa khususnya? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( E via fb )

 

iklan

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu sangat dimaklumi dan difahami jika kita ditinggalkan oleh orang kita cintai akan merasa sedih dan kehilangan. Kita turut berduka cita atas kepergian suami Anda.

 

 

Namun harus kita sadari juga bahwa siap tidak siap, suka tidak suka, mau tidak mau kita akan ditinggalkan atau kita yang lebih dulu meninggalkan orang yang kita sayangi. Dalam Al Quran dengan sangat jelas Allah berfirman,

 

(3:185)…….كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

 

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…..” (QS.Ali Imran: 185)

 

 

Ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Kematian itu pasti dating pada setiap orang, baik siap atau tidak siap, hanya soal waktu saja.

 

 

Terkait doa bagi suami yang sudah meninggal perlu diketahuia , mau itu suami, ayah atau ibu, anak doa dikuburan itu memohonkan ampunan untuk almarhum. Pertama kita masuk ke kuburuan berdoa:

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalamu ’alaikumahlad-diyaar minal mu’miniinwal muslim, wainna insyaaalloohu bikum la-laahiquun, wa as-alulloohalanaawalakumul ‘aafiyah.

 

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai para penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim,Ahmad dan  Ibnu Hibban )

 

 

Nah lalu kita berdoa memohon ampunan untuk almarhum seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Seperti yang dikatakan oleha Aisyah ketika suatu hari Rasulullah meninggalkannya ke perkuburan dan beliau berdoa di situ untuk almarhum. Doa yang dapat dipanjatkan ialah doa persis seperti yang kita ucapkan saat menyolatkan mayit:

 

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fuanhu wa akrim nuzulahu wawassi’ madkholahu

 

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlahdanlepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. ( HR.Muslim)

 

Nah, satu hal yang perlu dikritisi tanpa mengurangi rasa hormat saya, tidak perlu mengirim surat Yasin. Hal ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ada sebagian saudara-saudarakitamengirimsuratyasinnya bahkan dibacakan oleh orang lain. Misalnya ada ketika saya dating ke pemakaman biasanya ada sekelompok anak kecil yang menawarkan jasanya membaca Yasin, tentu saja hal ini tidak dicontohkan nabi. Ketika Rasulullah mengunjungi pemakaman yang beliau lakukan hanya mendoakan almarhum tanpa membaca surat Yasin atau pun Al-Fatihah.

 

 

Kemudian tidak ada proses tabur bunga atau menyiramkan air diatas kuburan. Mari kita pikir dengan akal sehat, zaman dahulukan tidak ada bunga, Rasulullah tidak pernah menaburkan bunga pada saat berziarah. Lalu apabila ada yang mengatakan “tapi Rasulullah pernah menyimpan pelepah kurma Pa Aam”.

 

 

Betul memang nabi pernah meletakkan pelepah kurma, tapi itu karena nabi mendapat wahyu bahwa orang yang ada dalam kuburan itu sedang di azab. Maka nabi meminta kepada sahabatnya untuk mengambil pelepah kurma. Lalu nabi membagi dua pelepah kurma tersebut dan disimpan di dua kuburan itu.

 

 

Kemudian para sahabat bertanya, “ya Rasulullah, kenapa?” Nabi menjawab, “Aku mendapat wahyu bahwadua orang ini sedang diazab. Aku ingin azab mereka diringankan dengan cara aku menempatkan pelepah kurma ini”.

 

 

Jadi kalau ini dijadikan dalil untuk menaburkan bunga di kuburan, berarti orang yang tabur bunga itu beranggapan bahwa yang sedang di kubur itu di azab. Itu merupakan cara berpikir yang keliru, karena Rasulullah melakukan hal itu atas dasar wahyu.

 

 

Jadi yang paling benar itu saat berziarah tidak usah ada tabor bunga, menyiramkan air, atau yasinan. Cukup datang mengucapkan salam, berdoa lalu pulang. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda,

 

كنتنهيتكمعنزيارةالقبورألافزوروهافإنهاترقالقلب ، وتدمعالعين ، وتذكرالآخرة ، ولاتقولواهجرا

 

Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Haakim)

 

 

Intinya dari ziarah kubur itu pertama kita supaya sadar bahwa suatu saat kita juga akan meninggal dan dikuburkan. Kedua, itu adalah bentuk kecintaan kita kepada almarhum untuk mendoakannya. Boleh mendokan dengan bahasa Arab atau bahasa Indonesia.

 

 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya bagi yang berbeda pendapat. Ini perlu kita jelaskan agar menjadi pengetahuan. Bagi yang melaksanakan silakan, kita hormati dan tidak perlu saling mencela. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: okezone

883

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau  email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman