Makna Tamjid, Tanzih dan Istihdhar Dalam Bertasbih Kepada Allah

 

Tafsir Surat Al A’la: 1-2*

 

 

Oleh: Dr. Aam Amiruddin, M.Si

 

 

PERCIKANIMAN.ID  – – Bertasbih adalah salah ibadah lisan dan hati kepada Allah Swt kandungan dan keutamaannya sangat besar. Untuk itu hendaknya tasbih ini dilakukan setiap saat. Dalam Al Quran sendiri Allah Swt perintahkan,

 

(1). سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

 

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” (Q.S. Al A’la: 1)

 

 

Allah Swt. memerintahkan agar kita senantiasa bertasbih kepada-Nya. Sayyid Quthhb dalam tafsir Ad-Dzilal menjelaskan bahwa ada tiga makna tasbih, yaitu tamjid (mengagungkan), tanzih (membersihkan), dan istihdhar (menghadirkan).

 

 

Jadi, wujud tasbih kita pada Allah Swt. adalah dengan tamjid yakni mengagungkan-Nya dengan cara melakanakan ajaran-ajaran-Nya, tanzih yaitu membersihkan-Nya dengan cara menjauhkan diri dari berbagai perbuatan syirik, dan istihdhar yakni menghadirkan-Nya dalam fikiran dan persaan kita sehingga kita memiliki perasan selalu ditatap Allah Swt.

 

 

Gambaran konkret orang-orang yang selalu bertasbih kepada Allah Swt. terdapat pada aya berikut, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.  Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.” (Q.S. Al Anfal 8: 2-4)

 

Sesungguhnya seluruh alam semesta dengan segala isinya senantiasa bertasbih (menyucikan) Allah Swt. dengan caranya masing-masing. Bumi beredar pada orbitnya, bulan dan planet secara konsisten berjalan pada porosnya, burung terbang dengan mengembangkan sayapnya. Itulah bentuk tasbih-tasbihnya. “…kepada Allah bertasbuh apa yang di langit dan di bumi dan burung-dengan mengembangkan sayapnya.  Masing-masing telah mengetahui cara sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nur 24: 41)

 

 

(2). الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ

 

 “yang menciptakan dan menyempurnakan” (Q.S. Al A’la: 2)

 

 

Mengapa kita harus selalu bertasbih kepada Allah? Karena Allah Swt. yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan ciptaan-Nya. Allah Swt. tak sekadar menciptakan, tapi yang menentukan kadar masing-masing serta memberikan petunjuk pada masing-masing makhluk, sehingga setiap makhluk mampu menjalankan peranannya masing-masing.

 

 

Apakah yang diciptakan secara sempurna itu hanya manusia? Tentu saja tidak, tapi seluruh makhluk diciptakan secara sempurna. “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.” (Q.S. As-Sajdah 32: 7). Ayat ini mengaskan bahwa apa pun yang Allah ciptakan itu sempurna.

 

 

Namun diakui bahwa manusia diberi sejumlah kelebihan oleh Allah karena manusia diberi taklif (tugas) untuk beribadah dan menjadi khalifah (pengelola) bumi. Di antara kelebihannya yaitu diberi potensi naluriah, potensi indrawi, potensi intelektual, dan potensi spiritual. Sementara binatang hanya diberi dua potensi, yaitu naluri (insting) dan indrawi.

 

 

Sebenarnya ada sejumlah binatang yang memiliki insting dan indra lebih hebat dari manusia. Misalnya, elang memiliki kemampuan tatapan mata jauh lebih hebat dari manusia, bayangkan dalam jarak dua kilometer, seekor elang mampu melihat mangsanya secara akurat. Seekor harimau dalam jarak satu kilometer mampu mengendus keberadaan anaknya.  Mampukan manusia melakukan hal itu? Tentu tidak, bukan.

 

 

Namun mengapa manusia dinilai sebagai makhluk yang paling sempurna? Ada dua potensi yang menjadikan manusia mendapat “julukan” ini, yakni potensi akal dan spiritual. Memang benar, mata dan telinga (indra) manusia memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan dengan binatang, namun dengan kempuan intelektualnya manusia bisa membuat alat untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut. Bukankah kita bisa membuat teleskop untuk melihat benda-benda yang jauh dan mikroskop untuk melihat benda yang kecil?

 

 

Yang paling penting dari seluruh potensi manusia adalah potensi spiritual atau potensi fitriah. Potensi spiritual atau potensi fitriah adalah suatu kekuatan yang Allah tanamkan pada manusia untuk menyadari keberadaan Allah swt., untuk bisa berterima kasih pada Khalik, yaitu Allah swt. Perhatikan ayat ini.

 

 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)’” (Q.S. Al A’raf 7: 172)

 

 

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Ayat ini menjelaskan bahwa saat kita berada dalam rahim, Allah telah menanamkan potensi spiritual, yaitu sebuah persaksian dari dalam diri bahwa Allah swt. adalah Tuhan kita.  Itulah sebabnya kita akan merasakan ketenangan batin saat dekat dengan Allah swt. dan akan meraasakan kegelisahan bahkan keputusasaan saat batin kita jauh dengan-Nya. Potensi spiritual inilah yang menyebabkan manusia akan mampu menerima petunjuk Allah. Yaitu berupa ajaran-ajaran yang harus dilaksanakan oleh manusia dengan sebaik-baiknya. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

*Sumber: dikutip dari buku “ Al-Hikmah Tafsir Juz Amma “ karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

892

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 287 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment