Mimpi Orang Yang Sudah Meninggal, Ini Penjelasannya

 

Assalamu’alaykum. Pa Aam, saya bermimpi bertemu dengan ayah saya yang sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Tiba-tiba saya bermimpi ayah saya hidup kembali. Ceritanya saya mau ziarah kemakamnya, tiba-tiba tanahnya ada yang retak. Ketika saya hendak menutupnya dengan tanah yang lain, kakinya bergerak dan badannya semua masih utuh. Itu artinya apa ustadz? Boleh kita mempercayai mimpi? Mohon penjelasannya. (Indra via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Terkait hukum mimpi atau tabir mimpi ini sebenarnya sudah sering kita bahas, baik online maupun offline saat kajian. Tetapi untuk mengingatkan kembali coba kita bahas kembali.

 

Dalam beberapa hadits Rasulullah Saw pernah memberikan penjelasan kepada para sahabat, seperti dalam sabdanya,

 

Mimpi yang baik adalah dari Allah. Sedangkan mimpi yang menakutkan berasal dari setan. Barang siapa mimpi yang tidak menyenangkan maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindung diri kepada Allah dari setan maka mimpi tersebut tidak akan membahayakannya.” ( HR. Bukhari dan Muslim )

 

Kemudian dalam hadits yang lain sahabat Jabir r.a. berkata, seorang Arab Baduy datang kepada Nabi saw seraya mengadu, “Ya Rasulullah, saya bermimpi seolah-olah kepalaku dipukuli hingga pusing dan berat.” Rasulullah bersabda kepadanya, “Jangan ceritakan pada orang bahwa setan mempermainkanmu dalam tidurmu.” ( HR. Muslim dan Ibnu Majah )

 

Dari penjerlasan atau keterangan tentang mimpi, setidaknya ada tiga jenis mimpi yang dialami setiap orang.

 

Pertama mimpi yang baik. Mimpi yang baik ialah yang membuat Anda senang, bahagia atau mimpi yang memberikan Anda harapan. Kalau Anda bermimpi yang baik, bersyukurlah Anda kepada Allah dan Anda boleh menceritakannya kepada orang lain. Misalnya Anda bercerita bertemu dengan orang tua Anda dengan wajah yang bersinar dan bahagia. Boleh Anda ceritakan kepada orang lain

 

 

Kedua, mimpi yang buruk. Mimpi ini ialah mimpi yang membuat Anda menjadi ngeri atau takut. Maka Nabi mengatakan bahwa kita tidak boleh memceritakan mimpi buruk ini dan kita harus berlindung diri kepada Allah. Bahkan dalam shahih bukhari dikatakan kita meludah kesebelah kiri dengan isyarat.

 

 

Ketiga, mimpi yang menjadi kenyataan. Boleh jadi Anda suatu malam bermimpi ternyata ada kejadian yang persis seperti yang ada di mimpi Anda. Nah itu ciri hati Anda sedang bersih dan kita harus bersyukur.

 

 

Adapun mimpi Anda saya tidak tahu Anda mau mengkategorikan sebagai mimpi yang baik atau mimpi yang buruk. Jika menurut Anda itu mimpi yang baik maka Anda boleh menceritakan. Sebaliknya jika itu mimpi buruk bagi Anda, maka tidak boleh diceritakan. Namun yang pasti bahwa kalau kita bertemu dengan orang yang sudah wafat perlu Anda tahu bahwa itu bukan rohnya almarhum, tapi itujin yang menyerupai almarhum. Jadi sekiranya ayah Anda bangun lagi, hidup lagi, utuh bahkan bias mengobrol dengan Anda, jangan percaya karena itu bukan ruhnya. Tidak mungkin bagi Anda dapat bertemu kembali dengan ruh ayah Anda yang sudah wafat. Ini merujuk ke surah Al Mu’minum ayat 100:

لَعَلِّيأَعْمَلُصَالِحًافِيمَاتَرَكْتُۚكَلَّاۚإِنَّهَاكَلِمَةٌهُوَقَائِلُهَاۖوَمِنْوَرَائِهِمْبَرْزَخٌإِلَىٰيَوْمِيُبْعَثُونَ

 

Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” ( QS. Al Mu’minun: 100)

 

Berarti dari ayat di atas kita ini tidak mungkin bertemu lagi dengan orang yang sudah wafat, baik lewat mimpi atau lewat apa pun. Kita tidak akan bertemu karena alamnya sudah berbeda. Jika kita bertemu dengan orang yang sudah wafat dalam mimpi, itua dalah jin yang menyerupai almarhum. Setiap manusia lahir, jin juga lahir dan jin memiliki umur yang panjang. Jin ini disebut jin qarin seperti yang riwayatkan oleh muslim:

 

Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,

مامنكممنأحدإلاوقدوكلبهقرينهمنالجن

 

Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR. Muslim)

 

Jadi ada jin itu yang panjang umurnya dari pada manusia. Oleh sebab itu sangat mungkin bagi setiap dari kita memilik ijin qarin yang saat kita wafat ia tidak karena umurnya panjang.

 

 

Untuk itu sebagai muslim maka hendaknya sebelum tidur kita menjalankan adab-adab tidur yang dicontohkan Rasulullah. Berdoa, berwudhu, membaca beberapa ayat Al Quran. Kemudian bangun tidur juga membaca doa.

 

 

Jadi apapun mimpi yang kita alami, kita harus bersikap rasional dan tidak perlu menghubung-hubungkan dengan sesuatu yang sifatnya tahayul. Mimpi baik kita berdoa kepada Allah dan mimpi buruk kita berlindung kepada Allah. Demikian yang bias saya jelaskan dan semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

4

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

892

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikan_iman.id

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,507 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment