Sudah Hijrah Tapi Masih Merokok, Apakah Amalan Jadi Rusak ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya seorang pemuda yang ingin benar-benar berhijrah. Saya berusaha meninggalkan dosa dan maksiat dimasa lalu. Namun ada satu hal yang masih mengganjal, saya ini perokok berat. Sampai saat ini saya belum bisa meninggalkan rokok secara total, baru sekedar mengurangi. Apakah amal ibadah saya diterima atau ditertolak karena saya belum bisa berhenti merokok?. Sebab ada yang bilang rokok haram sehingga saya belum meninggalkan hal yang haram. Mohon nasihatnya. ( Boy via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.Begini kita tahu bahwa rokok itu hukumnya minimal makruh dan maksimal haram. Jadi kalau kita bicara rokok memang diantara para ulama ada yang memakruhkan ada yang mengharamkan. Akan tetapi kita juga perlu menghormati jika ada ulama yang mengharamkan.

 

 

Pertama, ada yang menghukumi rokoh sebagai hal yang makruh. Para ulama mengambil dalil atau merujuk kepada ayat:

 

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

 

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

 

Rokok atau merokok dianggap masuk kategori perbuatan yang sia-sia dan pemborosan. Sebab, secara ekonomi jelas keluar uang untuk membelinya. Kemudian secara medis atau kesehatan tidak ada manfaatnya, justru mengundang bahkan menimbulkan penyakit.

 

 

Kedua, ada yang menghukumi rokoh sebagai hal yang haram. Para ulama mengambil dalil atau merujuk kepada ayat:

 

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Dalam ayat ini ada kalimat ‘janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan’. Menurut para ulama bahwa merokok masuk kategori perbuatan yang dapat membinasakan atau merusak diri sendiri. Ini kita pahami, sebab dalam peringatannya dalam kemasan rokok suka ada tulisan ‘Meroko Membunuhmu’. Inilah yang kemudian oleh para ulama merokok perbuatan haram atau terlarang.

 

 

Kemudian dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

 

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari dan Muslim )

 

Sementara merokok selain dapat menyakiti diri sendiri (perokok aktif) juga dapat menimbulkan penyakit bagi yang menghisap asap rokok (perokok pasif).

 

 

Semantara ada juga ulama yang tidak mengharamkannya. Selama tidak ada dalil yang eksplisit kita tidak boleh mengharamkannya, katanya. Babi, bangkari, khamr kan sudah jelas ada ayatnya yang melarang umat muslim untuk memakannya.

 

 

Jadi yang ayatnya sudah jelas berarti jelas haram. Narkoba itu haram, karena ada ayatnya yang mengatakan bahwa sesuatu yang memabukkan itu adalah haram. Akan tetapi, rokok kan tidak memabukkan. Rokok itu hanya sekedar mencelakakan diri, tapi itupun relatif.

 

 

Jadi alasan kedua ini mengatakan karena tidak ada dalil yang eksplisit, maka merokok itu hanya makruh hukumnya.

 

Kemudian fokus pertanyaan Anda adalah, apakah dengan merokok amalan Anda rusak? Ya tentu saja amalan yang lain tidak rusak karena ada ayat:

 

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

Maka, Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dengan berfirman, “Sesungguhnya, Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain. Maka, orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang, dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapuskan kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala dari Allah. Di sisi Allah ada pahala yang baik.” ( QS.Ali Imran: 195)

 

Jadi ayat ini mengatakan Allah itu tidak akan menyia-nyiakan amalan hambanya. Jadi kalau misalnya si A berbuat dosa, tapi dia tetap melaksanakan ibadah selama ibadanya itu lillah atau karena Allah, maka dia tetap berpahala. Nah seperti yang Anda tanyakan, amalan Anda pun tidak sia-sia.

 

Lalu di dalam ayat lain Allah berfirman:

 

فَمَنْيَعْمَلْمِثْقَالَذَرَّةٍخَيْرًايَرَهُ

 

 

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.”  ( QS.Az-Zalzalah:7)

 

Sekecil apapun Anda melakukan kebaikan Allah akan perhitungkan. Jika Anda melakukan kebaikan shaum, tahajud, shalat 5 waktu Allah akan tampakan kebaikan kepada Anda, meskipun Anda seorang perokok.

 

 

Jadi apa yang Anda lakukan saat ini sudah benar, bertaubat, berhijrah kemudian meninggalkan amal buruk masa lalu dan memperbaiki dengan amal shalih. Kalau Anda saat ini masih merokok dan ingin berhenti tentu saja ada tahapannya atau prosesnya. Tetap istiqomah dalam berhijrah dan jangan putus asa untuk terus memperbaiki diri dan optimis bahwa Allah Maha Pengampun,

 

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’” (QS. Az-Zumar : 53).

 

Anda belum bisa berhenti merokok secara total tetapi sudah mengurangi, misal dulu sebungkus sekarang tinggal setengah bungkus. Lakukan dan niatkan terus untuk berhenti total sambil terus berusaha dan berdoa. Insya Allah, Anda akan bisa berhenti merokok secara total. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

833

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 243 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment