Waktu Niat Puasa Sunnah Senin Kamis, Bolehkah Setelah Subuh atau Pagi ?

Assalamu’alaykum. Pa Aam, saya ingin puasa Senin dan kamis tetapi sering kali lupa dan baru ingat bahwa itu hari Senin atau Kamis ketika mau sarapan. Apakah boleh saya membatalkan sarapan dan berniat puasa? Kapan waktu yang tepat untuk berniat puasa? Mohon penjelasannya ( Hanny via fb )

 

 

Wa’alaykumsalamww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kalau shaum sunnah tidak masalah. Saum sunnah itu niatnya setelah shalat Subuh pun tidak masalah. Jika Anda sering kali lupa hari dan baru ingat ketika sudah terang atau pagi, maka tidak masalah Anda membatalkan sarapan. Bahkan jika Anda ingat pada siang hari dan Anda belum memakan atau meminum apa pun, maka boleh jadi niat shaum sunnah. Akan tetapi hal ini tidak bisa dilakukan untuk shaum wajib.

 

 

Apabila hendak melakukan shaum wajib harus berniat sebelum waktu Shubuh tiba. Sebelum memasuki waktu Shubuh Anda harus berniat dalam hati misalnya “saya berniat membayar qadha puasa”, karena membayar qadha juga merupakan sesuatu yang wajib hukumnya.

 

 

Nah bahkan sebaiknya apabila kita hendak shaum sunnah atau pun qadha, kalau memangingat sebelum Shubuh maka dianjurkan untuk sahur. Dalam sebuah hadits dijelaskan,

 

 

عَنْأَنَسٍرَضِيَاللَّهُعَنْهُقَالَقَالَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَتَسَحَّرُوافَإِنَّفِيالسُّحُورِبَرَكَةً

 

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahuanhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Kemudian dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

 

السَّحُورُأَكْلُهُبَرَكَةٌ، فَلَاتَدَعُوهُ، وَلَوْأَنْيَجْرَعَأَحَدُكُمْجُرْعَةًمِنْمَاءٍ

 

Makan sahur itu berkah, karena itu, janganlah kalian tinggalkan, meskipun hanya dengan minum seteguk air. (HR. Ahmad  dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

 

 

Baik shaum sunnah atau wajib afdolnya itu sahur terlebih dahulu, walaupun seteguk air niatnya untuk sahur.

 

 

Jadi, kalau shaum wajib Anda harus berniat sebelum masuk Shubuh, tetapi kalau shaum sunnah berniat puasa telah melewati waktu Shubuh bahkan di siang hari sekali pun itu sesuatu yang diperbolehkan.

 

 

Pada hakikatnya perbedaan shaum sunnah dan shaum wajib itu ada di niatnya. Mekanismenya sama yaitu menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Demikian juga hal-ahal yang membatalkannya sama.

 

 

BACA JUGA: Waspada ! Sebab Ini Pahala Puasa Bisa Hilang

 

 

Kemudian yang membedakan shaum wajib dan sunnah itu niatnya seperti yang sudah dijelaskan.

 

Selain itu kalau shaum wajib tidak boleh dibatalkan kecuali ada alasan syar’i seperti safar atau sakit. Akan tetapi shaum sunnah boleh dibatalkan walau hanya sekedar untuk menghargai teman atau tamu. Kita pun juga mendapat pahala dari hal itu.

 

 

Misalnya Anda datang ke rumah saya ketika saya sedang shaum Senin-Kamis, lalu saya menyuguhkan minum kepada Anda. Apabila saya menemani Anda minum dengan membatalkan shaum saya karena menghormati Anda, itu boleh.

 

 

Selain itu, jika Anda sudah bersuami maka ketika hendak melakukan shaum sunnah Senin atau Kamis maka Anda harus meminta ijin suami. Anda tidak boleh shaum sekiranya suami tidak mengijinkan. Kalau puasa wajib, misalnya Ramadhan atau qadha maka Anda tidak perlu meminta ijin suami.

 

 

Ketika siang hari misalnya suami mengajak berhubungan intim padahal Anda sedang shaum sunnah (Senin/Kamis) maka Anda wajib membatalkan puasa sunnah tersebut dan melayani suami Anda. Sebab melayani suami hukumnya wajib, jangan khawatir insya Allah Anda akan tetap dapat pahala puasa sunnah meski batal.

 

 

Namun apabila Anda sedang shaum wajib maka Anda tidak boleh membatalkan sekali pun diajak suami berhubungan, bahkan Anda wajib menolaknya ataupun untuk menghargai tamu. Ada pun Shaum wajib diantaranya islah shaum qahda, shaum nazar, shaum bayar kifarat.

 

 

Begitulah perbedaanya antara shaum sunnah dengan shaum wajib yang perlu kita pahami bersama. Demikian penjelasannya mengenai shaum wajib dan sunnah semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

 

4

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

892

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 433 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment