Kerasukan Jin Dalam Islam, Fakta atau Ilusi ?

PERCIKANIMAN.ID – – Apakah manusia bisa kerasukan jin? Atau dengan kata lain, apakah jin bisa masuk pada tubuh manusia dan menyakitinya?

 

 

Ada yang berkeyakinan bahwa peristiwa kerasukan itu tidak ada dalilnya. Mereka berpendapat, tidak masuk akal dua makhluk yang berbeda tabiatnya bersatu dalam satu tubuh. Kesurupan hanyalah gejala sakit jiwa. Karenanya, haram hukumnya memercayai peristiwa kesurupan sebagai peristiwa masuknya jin pada manusia. Mereka menganggap itu sekadar penyakit atau gejala jiwa, sama sekali tidak ada kaitan dengan jin.

 

 

Pendapat tersebut tidak punya alasan yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah. Sesungguhnya, peristiwa kerasukan atau jin masuk pada tubuh manusia ada dalilnya. Kita harus percaya bahwa jin bisa masuk pada tubuh manusia, bahkan bisa menyakiti manusia. Kesurupan bukan fenomena sakit jiwa, tetapi merupakan gangguan jin pada manusia. Adapun yang menjadi alasannya adalah keterangan berikut.

 

 

Utsman bin Abi al-’Ash r.a. mengatakan bahwa ketika dirinya bekerja untuk Rasulullah Saw. di Thaif, tiba-tiba ia melihat sesuatu dalam shalatnya, sampai-sampai ia tidak tahu sedang shalat apa. Maka, setelah kejadian itu, ia menemui Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Ibnu Abi al-’Ash?” Ia menjawab, “Benar, ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, “Apa yang membuatmu datang ke sini?” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku melihat sesuatu dalam shalatku sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa.” Rasulullah Saw. bersabda, “Itu adalah setan (jin). Mendekatlah kepadaku!” Maka, ia pun mendekat kepada Rasul. Ibnu Abi al-’Ash berkata, “Lalu Rasul memukul dadaku dengan tangannya dan meniup mulutku sambil berkata, “Keluarlah musuh Allah!” Nabi melakukannya sebanyak tiga kali. Lalu, Nabi berkata, “Teruskanlah pekerjaanmu…” (H.R. Ibnu Majah 2:273 dan disahihkan Imam al-Bani)

 

 

Dalam keterangan yang lain dari Utsman bin Basyar menerangkan, “Aku mendengar Utsman bin Abi al-‘Ash r.a. berkata, ‘Aku mengadu kepada Rasulullah saw. karena sering lupa ayat-ayat Al-Qur’an yang aku hafal. Lalu, Rasulullah Saw. memukul dadaku dengan tangannya seraya berkata, “Wahai setan (jin) keluarlah kamu dari dada Utsman!’ Beliau melakukannya tiga kali. Lalu, Utsman berkata, ‘Setelah itu, aku tidak pernah lupa lagi ayat-ayat Al- Qur’an yang telah kuhafal dan aku senang mengingat-ingatnya.”’ (H.R. Thabrani, dihasankan oleh al-Bani dalam Silsilah Ash- Shahihah 6: 2918)

 

 

Ya‘la bin Murrah mengatakan bahwa seorang perempuan datang kepada Rasulullah Saw. seraya berkata, “Anakku terkena penyakit gila sejak tujuh tahun lalu dan sembuh dua kali sehari.” Rasulullah Saw. berkata, “Dekatkanlah anakmu kepadaku!” Perempuan itu segera mendekatkan anaknya kepada Rasulullah Saw. Lalu, beliau menyembur dengan ludahnya seraya berkata, “Keluarlah wahai musuh Allah, aku adalah Rasulullah!” (H.R. Hakim dan mensahihkannya, dan dihasankan oleh al-Bani dalam Silsilah Ash-Shahihah 6: 2918)

 

 

 

Seorang ulama Imam al-Bani mengomentari hadis-hadis tersebut, “Dalam hadis-hadis tersebut ada dalil yang sangat jelas bahwa jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia, sekalipun ia seorang muslim yang saleh.” Jadi, tidak ada alasan untuk menolak adanya fenomena jin masuk pada tubuh manusia.

 

 

Bahkan, dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa orang yang  makan riba seperti orang yang kerasukan setan (jin). “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena tekanan penyakit gila …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 275). Imam al-Qurthubi mengatakan, “Pada ayat ini terdapat penegasan bahwa jin bisa masuk pada tubuh manusia.” (Tafsir Al-Quthubi III: 355)

 

 

Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Keberadaan jin terbukti dalam Al-Qur’an dan sunah serta kesepakatan umat terdahulu. Begitu juga tentang masuknya jin ke dalam tubuh manusia sudah menjadi kesepakatan ulama ahlu sunah wal jama’ah. Jin bisa masuk pada tubuh seseorang dan dapat mengatakan apa yang tidak pernah ia pelajari. Terkadang, orang yang kerasukan memukul-mukul hingga jika mengenai seekor unta, unta itu bisa mati dan orang yang kesurupan itu tidak merasakannya.”

 

 

Itulah alasan-alasan yang diambil dari Al-Qur’an juga sunah Nabi Muhammad Saw. serta komentar para ulama tentang fenomena kesurupan atau masuknya jin pada manusia.

 

 

Dari analisis itu bisa disimpulkan bahwa kesurupan bukan fenomena sakit jiwa. Namun, jin benar-benar bisa masuk pada tubuh manusia, bahkan pada tubuh orang saleh sekalipun. Wallahu a’lam. [ ]

 

 

Sumber: dikutip dari buku “ Menelanjangi Strategi Jin “ karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

 

4

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

702

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 418 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment