Menikahi Sepupu Sendiri Menurut Islam, Boleh atau Terlarang ?

0
274

Assalamu’alaykum.  Pa Aam, saya ingin bertanya bagaimana hukum menikah dengan saudara  sepupu dari ibu? Apakah itu diperbolehkan atau tidak ?Sebab yang bilang boleh namun ada yang bilang terlarang atau tidak boleh. Mohon penjelasannya. ( H via fb )

 

iklan

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Untuk menjawab pertanyaan ini, sebaiknya Anda membaca surat An-Nisa ayat 23.

 

حُرِّمَتْعَلَيْكُمْأُمَّهَاتُكُمْوَبَنَاتُكُمْوَأَخَوَاتُكُمْوَعَمَّاتُكُمْوَخَالَاتُكُمْوَبَنَاتُالْأَخِوَبَنَاتُالْأُخْتِوَأُمَّهَاتُكُمُاللَّاتِيأَرْضَعْنَكُمْوَأَخَوَاتُكُمْمِنَالرَّضَاعَةِوَأُمَّهَاتُنِسَائِكُمْوَرَبَائِبُكُمُاللَّاتِيفِيحُجُورِكُمْمِنْنِسَائِكُمُاللَّاتِيدَخَلْتُمْبِهِنَّفَإِنْلَمْتَكُونُوادَخَلْتُمْبِهِنَّفَلَاجُنَاحَعَلَيْكُمْوَحَلَائِلُأَبْنَائِكُمُالَّذِينَمِنْأَصْلَابِكُمْوَأَنْتَجْمَعُوابَيْنَالْأُخْتَيْنِإِلَّامَاقَدْسَلَفَ ۗ إِنَّاللَّهَكَانَغَفُورًارَحِيمًا

 

Diharamkan atas kamu menikahi ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara ayahmu, saudara-saudara ibumu, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu menikahinya, dan diharamkan bagimu istri-istri anak kandungmu (menantu), diharamkan mengumpulkan dua perempuan yang bersaudara dalam pernikahan, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” ( QS.An Nisa: 23)

 

Dari surat di atas jelas bahwa yang diharamkan untuk dinikahi, ialah:

 

  1. Ibu/Ayah
  2. Anak perempuan/ Laki-laki
  3. Sodara perempuan/Laki-laki
  4. Sodara-sodara ayah dan ibu, dalam hal ini ialah kakak atau adik dari ibu mau pun ayah. Singkatnya haram  menikah dengan paman atau tante dari ayah dan dari ibu
  5. Anak perempuan dari sodara laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini berarti haram hukumnya menikahi keponakan
  6. Ibu sesusu. Walaupun orang lain, tetapi kalau perempuan itu pernah menyusui kita, maka haram hukumnya untuk dinikahi
  7. Saudara sepersusuan. Dalam hal ini misalnya saya pernah disusui oleh ibu A, lalu ibu A memiliki anak. Maka haram hukumnya bagi kita menikahi anak ibu A karena ia merupakan saudara sepersusuan.
  8. Ibu atau Ayah dari istrimu/ suami atau mertua.
  9. Anak tiri
  10. Menantu
  11. Saudara adik dan kakak secara bersamaan.

 

Dari ayat ini tidak ada menyebutkan sepupu. Jadi tolong diingat boleh hukumnya secara agama menikahi sodara sepupu dari ayah maupun ibu. Merujuk kepada surat di atas sama sekali tidak disebutkan larangan menikahi sodara sepupu baik dari ibu atau pun dari ayah.

 

 

 

Juga terkait masalah ini, saudara sepupu bukanlah mahram. Karena Allah menghalalkan untuk menikahi saudara sepupu. Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam firman-Nya,

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالاتِكَ

 

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu…..” (QS. Al-Ahzab: 50)

 

 

Ayat ini secara tegas menujukkan bolehnya menikahi saudara sepupu. Ulama tafsir Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, dalam  kitab tafsirnya Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan atau lebih dikenal sebagai Tafsir As-Sa’di menjelaskan bahwa  Allah berfirman sebagai bentuk kemurahan kepada Rasul-Nya, bahwa Allah menghalalkan bagi Rasul-Nya sesuatu yang Allah halalkan bagi orang beriman lainnya (yaitu menikahi sepupu), dimana Allah menyatakan, yang artinya: “(halal untuk menikahi) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.” ayat ini mencakup semua paman dan bibi dari bapak maupun ibu, yang dekat maupun yang jauh.

 

 

Jadi dalam konsep Al-Quran tidak ada larangan menikah dengan sepupu dari ibu atau dari ayah. Meskipun dalam beberapa budaya tertentu ada yang mengharamkan, tapi menurut hukum Islam itu boleh. Meskipun boleh menikah dengan saudara dekat tetapi itu tidak dianjurkan.

 

 

Menikah ada banyak hikmahnya salah satunya membangun kekerabatan atau persaudaraan yang baru dengan keluarga yang lain baik beda daerah maupun beda suku tidak masalah asal sama dalam akidah. Demikian penjelasannya  semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

 

4

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

937

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman