Kue Yang Mengandung Rum, Halal atau Haram ?

0
220

Assalamu’alaykum. Pa Aam, maaf mau bertanya apakah rum yang terkandung dalam makanan misalnya kue-kue yang ada rhumnya, hukumnya bagaimana jadi halal atau tetap haram? Mohon penjelasannya. Terima kasih ( Sari via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Jadi pada prinsipnya apa pun namanya atau sebutannya khamr seperti yang dijelaskan, Nabi SAW bersabda,

 

كُلُّمُسْكِرٍخَمْرٌوَكُلُّخَمْرٍحَرَام

 

 

“Setiap dzat yang memabukan adalah khomr dan setiap khomr adalah haram.” (HR. Muslim)

 

Jadi menurut hadits di atas, apa pun baik benda cair atau padat, yang namanya khomr itu–tak selamanya minuman biasa juga berbentuk makanan— jika di dalamnya terdapat unsur yang memabukkan maka haram hukumnya.

 

Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram.” … Dari hadist di atas sudah diberi kejelasan status kehalalan rum, yakni haram. Walaupun asalnya dari air tebu itu halal, namun saat sudah difermentasikan sehingga memproduksi alkohol maka jadi haram. Maka dari itu kue apapun yang mengandung rum dinyatakan haram.

 

Di dalam hadist tidak dijelaskan apakah benda cair atau benda padat. Oleh sebab itu narkoba yang berbentuk seperti apa pun hukumnya haram karena mengandung unsur yang memambukkan.

 

Rum itu disinyalir mengandung dzat yang sifatnya memabukkan, tetapi jika Anda tidak pernah mabuk dengan rum, tetap saja di dalamnya ada dzat. Sekali pun Anda tidak sampai mabuk, tetap ada dzat di dalam rum yang mengandung unsure memabukkan. Maka itu juga termasuk haram. Jadi dengan demikian, kalaubenar-benar rum yang mengandungdzat yang memabukkanbaik di kueatauminuman haram hukumnya.

 

Akan tetapi, sekarang ini ada namanya essence, jadi rasanya seperti rum tapidiahanya essence atau aromanya saja. Essence bukan benar-benar rum, akan tetapi aroma dan rasanya mirip seolah-olah rum. Kalau essence maka sesungguhnya tidak apa-apa, hukumnyatidak haram.

 

Akan tetapi jika benar-benar rum dan mengandung dzat yang memabukkan, maka tidak boleh kita makan karena sesuatu yang diharamkan. Jadi saya tidak bisa mutlak mengatakan haram, tergantung apakah itu rum yang ada dzat yang memabukkan ataukah itu hanya essence.

 

 

Namun, jika Anda tidak yakin dan tidak ada kepastian apakah essence atau rum yang terkandung dalam suatu makanan termasuk kue atau minuman, maka tinggalkanlah yang membuat Anda ragu. Jadi kalau kita ragu sebaiknya kita tinggalkan, sebagaimana Nabi SAW bersabda,

 

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

 

 

Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Jadi tinggalkan hal yang meragukan termasuk makanan atau kue yang mengandung rum. Anda boleh bertanya pada penjual atau produsennya karena itu hak kita untuk mengetahui komposisinya. Atau biasanya ada didaftar kompisi produk atau bahan baku kue.

 

 

Untuk itu hendaknya kita berhati-hati dan lebih teliti khususnya bab makanan, bukan sekedar enak atau lezatnya tetapi halal dan haramnya harus menjadi perhatian utama. Demikian yang bisa saya jelaskan mengenai rum semoga bermanfaat.  Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

815

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini