Olahraga Yang Dianjurkan Rasulullah, Sunnah Fisik atau Spiritnya ?

0
160

Assalamu’alaykum.Pa Aam, sekarang ini banyak  orang yang belajar memanah, berkuda dan berenang. Saya ingin bertanya kalau sunnah itu diikuti fisiknya  atau  ruhnya?. Sunnah untuk memanah, menurut saya ruhnya olah raga beladiri dan sebagainya. Jadi sebenarnya sunnah memanah itu ruhnya atau fisiknya? Terus terang saya hobinya olah raga basket dan futsal. Mohon penjelasannya. Terima kasih (Rio via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Ini pertanyaan yang bagus. Menurut hemat saya yang namnya sunnah itu adalah ruh (spirit) dan juga fisiknya. Misalnya sunnah shalat Tahajud itu ruh/spiritnya dekat dengan Allah sementara fisiknya mengerjakan shalat.

 

 

Atau contoh lain salah satu sunnah Rasul adalah bersiwak atau membersihkan gigi. Spirit atau ruhnya agar senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sementara fisiknya boleh memakai siwak atau gosok gigi dengan sikat dan pasta gigi.

 

 

 

Nah, terkait dengan pertanyaan Anda tentang olahraga yang disunnhkan atau disukai Rasulullah seperti dalam haditsnya,

 

 

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Haditsnya seperti itu ada tiga olahraga yang disunnahkan Rasul. Disitu ada kata atau perintah Rasul ajari anak-anak kamu berenang, berkuda dan memanah. Itu secara fisik tetapi spirit atau ruhnya kita diperintahkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran dengan olah raga. Intinya kita disuruh membekali anak-anak kita kekuatan fisik.

 

 

Bagaimana jika anak atau kita sendiri senangnya olah raga bela diri kungfu, silat atau sepak bola atau yang lainnya selain yang sunnahkan Rasul? Tentu saja boleh-boleh saja, tidak kemudian olah raga selain yang tiga tersebut menjadi haram.

 

 

Jadi intinya Islam mengajarkan kita untuk sehat secara fisik, nah zaman dulu olah raganya memanah, berkuda. Apabila Anda tidak begitu hobi memanah, tapi lebih hobi dengan basket dan futsal ya silahkan saja, yang penting ruhnya kan Islam mengajari kita sehat.

 

 

Bahwa kemudian ada orang yang mengatakan bahwa memanah itu sunnah, yaitu adalah salah satu olahraga yang disukai Rasul. Tentu boleh-boleh saja. Akan tetapi jika Anda sukanya dengan basket dan futsal, itu kan olahraga juga. Dengan basket dan futsal badan Anda menjadi sehat, itu sudah baik. Jadi menurut saya sunnah itu ruhnya bukan sekedar fisiknya semata. Ini terkait dengan olah raga sunnah tersebut.

 

 

Intinya hadist yang mengatakan Rasul senang belohraga, berkuda, renang dan memanah itu lebih bersifat ruhnya bahwa kita orang Islam harus sehat. Sementara yang namanya olah raga berkembang terus hingga kini. Berbagai macam olah raga membuat kita lebih sehat.

 

 

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,  “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh dari pada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, danAllâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.” (HR Muslim )

 

 

Jadi mukmim yang sehat dan kuat lebih Allah sukai dari pada mukmin yang lemah.  Mukmin yang sehat tentu lebih baik daripada yang sakit-sakaitan. Ruhnya adalah bagaimana kita menjadi orang yang selalu memiliki kesehatan dan kekuatan secara fisik. Salah satu caranya adalah dengan berolahraga.

 

 

Jadi sekali lagi ini tidak perlu diperdebatkan dan menjadi polemik. Jangan sampai saling menyindir, nyinyir, bully atau merendahkan. Jangan kalau ada yang suka berenang dianggap sunnah, kemudian yang suka basket atau futsal bukan sunnah. Bukan begitu seharusnya, tetapi saling menghargai saja, bagi yang suka atau rajin olah raga menyemangati yang malas olahraga, menurut saya ini lebih baik.

 

 

Tentu yang namanya olahraga disesuaikan dengan hobi atau kondisi dan situasi serta fisiknya. Kalau ada yang menjalankan olahraga sesuai yang diperintahkan Rasul tentu bagus kita hargai. Tetapi kalau ada muslim yang olahraga diluar itu ya kita hargai juga. Demikian yang bisa saya jelaskan karena dalil di atas sudah cukup menjawab dan semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab. [ ]

 

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

838

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini