Sering Kecelakaan Menurut Islam, Pembawa Sial atau Ujian ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, suami saya beberapa kali mengalami kecelakaan mobil. Saya melihat ini karena kami sedang mendapat ujian dari Allah agar kami menjadi orang yang lebih bersyukur. Akan tetapi, banyak bisikan bahwa terkena musibah seperti kecelakaan mobil, maka mobil tersebut akan mengalami kecelakaan lagi di hari-hari kemudian. Sampai ada yang menyarankan kalau mobil sudah kecelakaan itu harus dijual karena membawa sial. Mobil harus dimandikan dengan air kembang dan mobil harus dimandikan seperti layaknya berwudhu. Apakah hal tersebut termasuk syirik? Mohon penjelasannya ( W via email )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Perlu disadari dan pahami bahwa pada hakikatnya semua hidup ini adalah ujian atau cobaan.

 

Allah akan menguji kita dengan kesenangan dan keburukan atau kesengsaraan atau hal yang tidak menyenangkan . Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al Quran,

 

 

(35).كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan “( QS. Al-Anbiyâ’ : 35)

 

 

Jadi ujian itu hidup itu bukan hanya hal buruk-buruk saja melainkan hal yang baik juga bagian dari ujian Allah. Terkait dengan kecelakaan yang suami Anda alami tentu bisa dimaknai ujian yang tidak menyenangkan maka sikap seorang muslim adalah menerimanya dengan sabar dan ikhlas sebagai ujian.

 

 

Tentu saja mobil jika kotor harus dicuci, tapi tidak perlu pakai air kembang. Apalagi diwudhukan, tidak ada bagian-bagian mobil seperti tangan, kaki, dan sebagainya.

 

 

Jadi semua itu mitos. Tidak benar jika mobil kita kecelakaan harus dimandikan dengan air kembang apalagi diwudhukan. Tidak ada dalilnya dari zaman Rasulullah sekali pun. Itu jelas bukan daris yariat Islam.

 

 

Lalu kenapa kalau orang telah mengalami kecelakaan dia sering kali dengan mobil yang sama celaka lagi?

 

 

Itu sebenarnya lebih karena sugesti dan mitos saja. Selain itu, boleh jadi mobil itu keseimbangannya kurang bagus. Jadi kalau Anda mengganti mobil yang mengalami kecelakaan karena khawatir kena sugesti, berarti niat Anda menukar mobil itu karena ingin terhindar dari sugesti maka boleh – boleh saja.

 

 

Artinya tidak ada masalah jika Anda menghindari sugesti akan mobil tersebut. Akan tetapi jikaAnda menjual atau mengganti mobil karena niatnya sial tentu saja itu mengandung syirik.

 

 

Artinya apabila Anda mengganti mobil karena menaggap bahwa kecelakaan yang Anda alami di karenakan oleh mobil yang sial, maka itu termasuk syirik. Kita tidak boleh meanggap benda – benda itu mengandung sial, sama sepertihalnya kita tidak boleh meanggap benda – benda mati mengandung keramat.

 

 

Contoh lain misalnya beberapa orang memiliki keris di rumahnya. Apabila ia mengoleksi keris karena menyukai bentuknya atau seninya tentu tidak ada masalah. Niatnya berarti lebih melihat keris itu sebagai produk seni dan budaya. Namun, apabila mengoleksi keris karena dianggap memberikan manfaat atau menolakmu darat, maka itu termasuk syirik.

 

 

Diriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu beliau mengatakan : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya”

 

 

 

Kalau mobil Anda setelah mengalami kecelakaan kemudian beberapa bulan mengalami kecelakaan maka bisa jadi itu karena hal teknis semata. Misalnya setelah kecelakaan stirnya menjadi berubah atau tidak normal lagi.

 

 

Atau bisa jadi terjadi permasalahan dalam pengereman yang tidak normal lagi sehingga berpontensi atau menyebabkan kecelakaan lagi. Ini yang perlu ditanyakan kepada ahlinya atau montir atau bengkel.

 

 

Bukan mengaitkan pada hal-hal non teknis yang sifatnya tahayul atau mistis. Kemudian menganggap mobil pembawa sial. Ini tidak ada dalam syariat Islam.

 

 

Jadi luruskan niat kita, mengganti mobil boleh hukumnya jika tujuannya untuk menghilangkan trauma atau sugesti bukan karena kita meanggap mobil itu membawa sial. Demikian yang bisa saya jelaskan dan semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab.[ ]

 

4

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

825

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

 

(Visited 329 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment