Cara Menjawab Salam Dari Non Muslim, Ini Yang Diajarkan Islam

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya ingin bertanya bagaimana hukumnya jika Non muslim mengucapkan salam? Bagaimana kita menjawabnya? Mohon penjelasannya. (April via email)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah.Dalam Islam kita harus menjawab kebaikan siapa pun. Kita tetap harus menjawab dengan‘Wassalam’. Jadi jika bertemu dengan teman, sahabat atau tetangga yang non muslim maka sapalah dengan ‘selamat pagi, sore, atau malam’, tapi kepada yang muslim maka sebaiknya mengucapkan ‘Assalaamu’alaikum warahmatullahi’

 

Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam  bersabda, “Janganlah memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashrani. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka persempitlah jalan mereka.” (HR. Muslim)

 

Ucapan salam merupakan doa. Jika kita diberi doa, maka doakan yang sama atau lebih dari itu. Oleh sebab itu jawablah sebaiknya dengan Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu  artinya adalahsemoga keselamatan dan rahmat Allah, serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian.

 

 

Kemudian sapaan salam biasanya dijawab juga dengan salam dengan kalimat: waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh artinya adalah Dan semoga keselamatan dan rahmat Allah, serta keberkahan-Nya terlimpah juga kepada kalian.

 

 

Jadi mengucapkan salam dan menjawab salam bagi seorang muslim adalah hakikatnya saling mendoakan, bukan sekedar ucapan selamat datang, selamat malam, selamat pagi dan sebagainya.

 

 

Kenapa kita tidak mengucapkan salam kepada non muslim? Karena Tuhan yang kita yakini berbeda dengan Tuhan yang mereka yakini. Salam memiliki arti ‘selamat untuk Anda dari Allah Swt’. Sementara   dia tidak percaya kepada Tuhan kita atau kaum muslimin yakni Allah Swt. maka cukup  bagi kita mengucapkan selamat pagi atau selamat siang.

 

 

Bagaimana jika saat kita salam ada yang muslim dan non muslim? Maka niatkanlah salam kita hanya kepada orang muslimnya bukan untuk yang non muslim.

 

 

Jika orang non muslim yang mengucapkan salam terlebih dahulu kepada kita, maka cukup jawab dengan ‘wa alaykum’. Maksudnya ialah Tuhan yang ia yakini memberikan keberkahan kepada dirinya. Konsep ketuhanan yang  dianut berbeda, maka Tuhan yang diyakini pun berbeda maka dari itu cukup menjawab salam secara singkat saja .

 

Hal ini ditegaskan Allah yang berfirman dalam surat At-Taubah ayat 113:

 

 

(113).مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

 

 

Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang beriman memohon­kan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kaum kerabatnya, sete­lah jelas orang-orang musyrik itu penghuni Jahanam“. ( QS.At Taubah: 113)

 

Tidak boleh seorang nabi dan juga orang-orang beriman memohonkan ampunan kepada yang berbeda agama kepada yang sudah wafat. Meskipun ia merupakan orang tua, istri, suami, anak hukumnya tetap tidak boleh. Allah melarang kita untuk memohonkan ampunan karena konsep ketuhanan yang diyakini pun berbeda.

 

 

Apabila ia masih hidup, tentu boleh memohonkan doa kepada Allah untuk dibimbing dengan hidayah dan dibimbing hatinya menerima Islam. Sebagaimana Rasulullah Saw mendoakan Umar Bin Khatab sebelum ia memeluk Islam.

 

 

Jadi, jika mendoakan Non muslim untuk dibimbing hatinya dan dibukakan hidayah menerima Islam hukumnya boleh dan sangat mulia selagi ia masih hidup. Akan tetapi, jika mendoakan Non muslim yang sudah wafat, maka hukumnya tidak boleh sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 113 tersebut.

 

 

Jika sekedar mengucapkan bela sungkawa atas kematiannonmuslim, makahukumnyaboleh. Misalnya ada tetangga Anda yang Non muslim meninggal dunia, boleh jika Anda mengucapkan ‘semoga anda diberi kesabaran’ kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

 

Selama itu kaitannya dengan hubungan sosial atau antar manusia, tentu saja itu tidak dilarang. Malah sebaliknya kita harus baik dalam hubungan kemanusiaan. Hal yang dilarang ialah mencampur adukkan ritual kegamaan.

 

 

Dalam urusan dunia kita tetap harus bahkan wajib hukumnya berbuat baik kepada sesama manusia meski berbeda agama atau keyakinan. Jangan sekali-kali ketidaksukaan kita terhadap  orang lain  membuat kita tidak berlaku adil.

 

 

Jadi kepada siapapun baik muslim maupun non muslim kita tetap harus membangun kebaikan. Namun, jika sudah berkaitan dengan ibadah dan ritual makaurusanmasing-masing.Dalam Al Quran sudah sangat jelas Allah memberikan peringatan atau contoh,

 

(6). لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

 

Untukmu agamamu, untukku agama­ku(QS. Al Kafirun: 6)

 

Sekali lagi ini bukan masalah toleransi atau intoleransi tetapi syariat Islam sudah mengatur. Toleransi itu untuk urusan sosial tetapi tidak ada toleransi dalam urusan akidah dan ritual keagamaan. Ini yang harus dipahami bersama dalam hidup bermasyarakat khususnyan dengan non muslim. Ini harusnya saling menghormati dan menghargai.

 

 

Umat Islam mempunyai akhlak yang mulia dan berbudi pekerti yang agung sesuai yang diperintahkan Allah dengan teladan Rasulullah Saw. Jadi rasanya soal toleransi umat Islam tidak perlu diajari dari non muslim, sebab dalam ajaran Islam sudah sangat lengkap. Demikian penjelasaannya semoga bermanfaat. Wallahu’alambishshawab

5

Red: citra

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

925

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 217 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment