Tidur Membatalkan Wudhu Atau Tidak ? Ini Penjelasannya

PERCIKANIMAN.ID – – Wudhu merupakan tahap awal dalam menggapai kesempurnaan dan sahnya shalat. Oleh karenanya, para ulama sepakat bahwa jika batal wudhu maka otomatis shalatnya juga batal atau shalat tidak sah jika tidak mempunyai wudhu.

 

 

Ada beberapa hal atau sebab yang dapat membatal wudhu, seperti buang angin, buang air kecil atau besar dan sebagainya termasuk tidur. Namun untuk tidur atau tertidur dapat membatalkan wudhu ada beberapa pendapat ulama fikih.

 

 

Pendapat pertama, menyatakan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu.

 

Pendapat itu berlandaskan keterangan berikut ini. “Suatu ketika para sahabat Rasulullah Saw. menunggu waktu shalat Isya sampai kepala mereka terangguk-angguk (tertidur), kemudian mereka shalat tanpa berwudhu dulu” (H.R. Abu Daud dari Anas bin Malik r.a.).

 

 

Hadis tersebut menjelaskan bahwa para sahabat tertidur menunggu shalat Isya, lalu mereka shalat tanpa wudhu lagi. Dari kasus ini, ada sejumlah pakar yang menyimpulkan bahwa tidur secara umum tidak membatalkan wudhu.

 

 

Pendapat kedua, menyatakan bahwa tidur bisa membatalkan wudhu.

 

Alasan pendapat kedua ini bersandar pada sabda Rasulullah Saw. berikut ini, “Pengikat dubur itu kedua mata. Barang siapa yang tidur, hendaklah dia berwudhu” (H.R. Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib r.a.).

 

 

Dari hadits ini para ulama fikih menyimpulkan bahwa tertidur atau sengaja tidur akan membatalkan wudhu. Dengan demikian ia harus berwudhu kembali jika ingin melaksanakan shalat.

 

 

Kalau dianalisis, kedua hadis tadi seperti bertentangan. Hadis pertama, menjelaskan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu, sedangkan pada hadis kedua menunjukkan bahwa diharuskan wudhu ketika tertidur.

 

 

Lalu bagaimana solusinya? Kedua riwayat tersebut bisa kita pakai, yaitu dengan cara menggabungkan (thariqatul jam‘i) makna keduanya. Jadi, kalau tertidur dan yakin tidak batal, kita tidak perlu berwudhu lagi alias tidur tersebut tidak membatalkan wudhu.

 

 

Namun, kalau ragu atau ada kekhawatiran ketika tertidur kita kentut misalnya, silakan berwudhu lagi supaya kita yakin. Sebab dalam kondisi atau keadaan tertidur kesadaran akan hilang atau tidak sadar apa yang terjadi atau dilakukannya. Hal ini juga lebih afdhol sehingga tidak ada keraguan dalam melaksanakan shalat. [ ]

 

 

Sumber: dari buku “ Jangan Hanya 5 Waktu “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

863

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 400 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment