Bolehkah Shalat Tidak Menghadap Kiblat? Boleh, Jika Dalam 3 Situasi Ini

PERCIKANIMAN.ID – – Kiblat adalah arah Baitullah atau Masjidil Haram. Menghadap kiblat dalam shalat merupakan syarat sah shalat. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam firman-Nya,

 

 

“…. hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 144). Rasulullah bersabda, “Apabila kamu akan mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu dan menghadaplah ke kiblat” (H.R. Bukhari).

 

 

Kiblat adalah titik yang menyatukan arah segenap umat Islam dalam melaksanakan shalat, tetapi titik arah itu bukanlah objek yang disembah. Objek yang dituju dalam melaksanakan shalat hanyalah Allah Swt. Jadi, kita bukan menyembah Ka’bah, melainkan menyembah Allah Swt. Fungsi Ka’bah atau arah kiblat hanya menjadi titik kesatuan arah dalam shalat.

 

 

Lantas, bagaimana apabila karena ketidak-tahuan misalnya, kita menghadap kiblat ke arah yang salah? Kasus ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah Saw. Sahabat Jabir r.a. menerangkan, “Kami telah diutus Rasulullah Saw. ke Syria. Saat di tengah perjalanan, kegelapan menyelimuti kami sehingga tidak tahu arah kiblat. Segolongan di antara kami berkata, ‘Kami telah mengetahui arah kiblat, yaitu di sana, arah utara!’ Sebagian kami berkata, ‘Arah kiblat di sana, arah selatan!’

 

 

 

Mereka pun membuat garis di tanah. Tatkala matahari terbit, ternyata garis itu tidak mengarah ke kiblat. Maka, ketika kembali dari perjalanan, kami tanyakan kepada Rasulullah Saw. tentang peristiwa itu. Nabi Muhammad Saw. terdiam menunggu wahyu, hingga akhirnya turunlah ayat ini,

 

 

 

‘Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al Baqarah [2]: 115).’”

 

 

 

Merujuk pada ayat tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa apabila tidak mengetahui arah kiblat, kita diperbolehkan shalat menghadap ke arah mana saja yang diyakini sebagai arah kiblat. Jika ternyata arah kiblat itu salah, shalatnya tetap sah dan tidak perlu diulangi.

 

 

Beberapa kondisi khusus yang dibolehkan  shalay tidak menghadap kiblat

 

 

Walaupun diwajibkan menghadap kiblat, namun ada beberapa kondisi ketika kita diperbolehkan tidak menghadap ke kiblat, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Situasi tidak memungkinkan

 

Apabila situasi tidak memungkinkan, kita diperbolehkan shalat tanpa menghadap kiblat. Misalnya, orang sakit yang shalat sambil berbaring, tunanetra yang tidak tahu arah kiblat dan tidak ada yang mengarahkan, atau seseorang yang berada di daerah asing (luar negeri) yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Allah Swt. berfirman,

 

Allah tidak akan membebani manusia kecuali sesuai kadar kemampuannya …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286).

 

 

  1. Shalat di kendaraan

 

Apabila naik kendaraan umum, misalnya pesawat, kereta api, bus, dan sebagainya, kita diperbolehkan shalat di kendaraan tanpa harus menghadap kiblat. Ibnu Umar r.a. berkata,

 

 

Sesungguhnya Rasulullah Saw. shalat di atas kendaraan sesuai arah kendaraan tersebut” (H.R. Muslim).

 

 

Tentu saja, apabila membawa kendaraan pribadi, alangkah baiknya kita berhenti di masjid agar bisa shalat menghadap kiblat.

 

 

  1. Situasi tidak aman

 

Dalam situasi genting atau tidak aman, misalnya terjadi gempa, banjir, atau peperangan, kalau tidak memungkinkan kita diperbolehkan shalat tanpa menghadap kiblat. Allah Swt. berfirman,

 

“Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 239).

 

Inilah beberapa situasi yang membolehkan (ada keringanan/ rukhsah ) dimana shalat tidak harus menghadap kiblat. Semoga berman manfaat. [ ]

 

Sumber: buku “ Jangan Hanya 5 Waktu “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 396 times, 4 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment