Cara Mengajak Anak Agar Mau Sholat, Ini Yang Perlu Ortu Lakukan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mempunyai anak laki-laki berusia 20 tahun. Alhamdulillah dia sudah bekerja , tetapi saya sedih karena anak saya susah disuruh sholat.  Sholat tetapi kadang-kadang atau jarang-jarang. Bagaimana caranya saya harus memberi pengertian pada anak agar mau mengerjakan sholat tidak bolong dan mau ke masjid karena rumah saya didepan masjid . Diberi contoh sudah, disuruh sudah ,setiap sholat saya doakan agar jadi anak sholeh. Kadang saya biarkan saja karena saya takut bertengkar kalau saya ngomong terus menyuruh dia sholat. Saya takut ikut berdosa kalau  anak saya tidak sholat. Mohon nasihatnya ( SY via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Melaksanakan shalat terutama shalat lima waktu menjadi suatu kewajiban bagi umat Islam. Shalat juga merupakan tiang agama maka kalau ditinggalakn akan roboh bangunan tersebut. Dalam Al Quran sendiri banyak ayat tentang perintah shalat, misalnya Allah berfirman:

 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

 

“Hai, Anakku! Laksanakan salat, ajak manusia melakukan perbuatan baik, cegah mereka dari perbuatan mungkar, dan bersabarlah terhadap ujian yang menimpamu. Sungguh, perkara itu sangat penting.  .” (QS.Luqmân:17)

 

Kemudian dalam ayat yang lain Allâh berfirman:

 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

 

“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, justru Kami yang memberi rezeki kepadamu. Orang bertakwa akan mendapatkan balasan yang baik di akhirat..” (QS.Thâhâ:132)

 

 

Kemudian dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

 

Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan) ( HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Al-Hakim)

 

  1. Beri contoh atau keteladanan.

Salah satu cara mengajak orang lain untuk mengerjakan sesuatu adalah adanya contoh atau teladan dari orang yang mengajaknya. Untuk itu dalam ini adalah teladan khususnya dari kaum ayah atau bapak harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam mengerjakan shalat.

 

Anak Anda dalam hal ini adalah laki-laki yang telah menginjak dewasa maka peran ayahlah yang harus dominan dalam mengajak kepada kebaikan khususnya shalat. Jangan sampai orangtua khususnya ayah menyuruh shalat tapi dia sendiri tidak shalat. Dalam Al Quran Allah Swt menegur,

 

“Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan, tetapi kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab? Tidakkah kamu mengerti?” (QS.Al Baqarah: 44)

 

Orangtua adalah cermin hidup bagi anak-anak kita. Oleh sebab itu jangan sampai kita menyuruh anak kita sholat tapi kita masih asyik di depan TV, atau menyuruh anak kita sholat ke masjid tetapi kita masih sibuk dengan HP , membaca Koran atau hal lainnya

 

  1. Beri nasehat dengan lemah lembut dan penuh cinta

Sesungguhnya anak-anak masih sangat labil maka diperlukan bimbingan dan nasihat dari orangtuanya. Ketkika anak lupa sholat, atau menunda, atau sholatnya terburu-buru, maka segera beri arahan dan nasihat. Namun nasihat tersebut harus disampaikan dengan lemah lembut dan jangan terkesan memaharahi. Dalam Al Quran Allah Swt berfirman:

 

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

 

“Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah” (QS. Thaha: 44).

 

Nasihat juga bisa disertai dengan contoh atau pun kisah bagaimana nasib orang-orang yang meninggalkan shalat. Jelaskan juga mengapa kita harus shalat, bagaimana jika perintah shalat tersebut dilanggar dan sebagainya. Dengan nasihat yang baik maka anak akan menjadi paham. Namun karena anak Anda sudah dewasa maka jangan nasihati didepan umum atau didepan teman-temannya. Lakukan saat berkumpul dengan anggota keluarga atau cukup berdua saja.

 

 

  1. Lakukan pembiasaan

Memperhatikan pengakuan Anda bahwa rumah Anda yang dekat dengan masjid maka hal ini sebenarnya sudah menjadi modal yang baik dan sangat mendukung dalam pembiasaan anak untuk senantiasa shalat diawal waktu dan berjamaah di masjid.

 

 

Mungkin ada waktu-waktu tertentu anak beraktivitas diluar rumah sehingga waktu shalatnya tidak di rumah. Tetapi ada waktu-waktu tertentu yang sangat mungkin untuk terbiasa shalat di masjid berjamaah, misalnya shalat Subuh, Maghrib atau Isya. Waktu-waktu ini sangat tepat untuk membiasakan anak shalat di awal waktu berjamaah di masjid. Sekali lagi disini peran ayah dituntut lebih aktif mengajaknya.

 

 

  1. Beri perhatian atau kontrol saat anak di luar rumah

Karena anak Anda sudah bekerja maka bentuk pengawasannya tentu tidak harus hadir didekatnya setiap saat. Tetapi Anda bisa mengingatkan kepada anak saat-saat waktu shalat tiba, misalnya dengan menanyakan sudah makan siang, sudah shalat Dhuhur, pulang jam berapa, sudah shalat Ashar belum dan sebagainya.

 

 

Lakukan hal ini tanpa bermaksud mencampuri pekerjaannya atau urusannya, sehingga anak merasa tidak diawasi atau terkesan dikontrol orangtuanya. Berilah motivasi tentang keutamaan shalat sehingga anak juga akan termotivasi melakukannya.

 

 

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua khususnya ayah dalam rangka mengajak anak untuk mengerjakan shalat. Mengapa ayah? Karena ayah atau suami mempunyai tanggung jawab yang besar kepada keluarganya. Dalam Al Quran sudah diingatkan,

 

 

Hai, orang-orang beriman! Jauhkan diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar dan tegas, yang tidak durhaka ke¬pada Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya.”  ( QS. At Tahrim: 6 )

 

 

Menurut para ahli tafsir bahwa ayat ini ditekankan khususnya kepada para suami atau ayah agar senantia menjaga keluarganya dari siksa neraka, dimana salah satu ciri penghuni neraka adalah orang-orang yang lelaikan atau meninggalkan shalat. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

buku shalat

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

932

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

 

(Visited 322 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment