Niat Amal Jariyah Untuk Orang Lain, Boleh atau Tidak ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, tetangga saya sering meniatkan amalan salehnya seperti sedekah,infak dan amalan lainnya untuk orang lain  seperti anak, istri, orang tua, dan lain-lain. Apakah seseorang bersedekah dengan niat untuk seseorang, harus disebutkan niatnya? Bagaimana pahalanya ? Mohon penjelasannya. Terima kasih ( May via email )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebenarnya kita tidak perlu menyebutkan niat  beramal saleh untuk siapa saja, termasuk dalam hal sedekah. Amalan saleh yang Anda lakukan misalnya, insya Allah akan menjadi jariah seperti yang disabdakan Rasulullah Saw. berikut.

 

 

Jika seseorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara (yaitu): sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh.” (HR. Muslim).

 

 

Amalan yang akan diberi pahala tiada putus oleh Allah SWT adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat ini adalah ilmu yang berguna bagi orang lain dalam hal kebaikan. Selama ilmu yang diajarkan tersebut masih digunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain, selama itu pula pahala yang tiada henti akan mengalir terus kepada orang yang memberikan ilmu yang bermanfaat tersebut sekalipun orang yang memebrikan ilmu tersebut telah meninggal dunia.

 

 

Ilmu yang bermanfaat di sini tidak hanya berlaku untuk ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum juga termasuk di dalamnya jika digunakan untuk kebaikan. Misalnya ilmu pengetahuan tentang navigasi, ilmu tentang cuaca, ilmu tentang keselamatan berkendara, ilmu pertanian dan sebagainya.

 

 

Amalan selanjutnya yang memberikan pahala tiada henti bagi yang melakukannya adalah anak yang saleh.Anak yang saleh adalah anak yang dididik dengan sangat baik oleh orang tuanya sehingga anak tersebut menjadi anak yang taat kepada Allah Swt.

 

 

 

Jadi kalau ada anak yang shalih dan berbuat baik serta mendoakan orangtuanya baik yang sudah meninggal atau masih hidup maka orangtua tersebut insya Allah akan mendapat pahala atas jerih payahnya dalam mendidik anaknya tersebut. Anak tersebut menjadi salih disebabkan karena didikan atau pengasuhan orangtuanya dahulu, maka orangtua tersebut pun mendapat amal jariyahnya.

 

 

 

Amalan terakhir yang akan menghasilkan pahala tanpa henti dari Allah adalah sedekah. Sedekah jariah adalah sedekah yang diberikan dalam bentuk apapun namun memberi manfaat yang panjang tiada putus bagi orang lain. Sedekah jariah merupakan sedekah yang memberikan manfaat banyak bagi orang lain sehingga pahalanya pun akan terus mengalir kepada orang yang melakukan sedekah ini meski orang tersebut telah meninggal dunia.

 

 

Namun, perlu diketahui dan dipahami bahwa inti dari sekedah ini adalah niat yang tulus serta ikhlas dan mencari ridho Allah, bukan karena mengharap pujian dan kebanggaan dari mata manusia lainnya. Jangan pula beramal saleh atau berbuat baik hanya karena ingin dipuji atau disanjung orang lain.

 

 

 

Selama diniatkan ikhlas dan semata mencari ridho Allah maka insya Allah sedekah jariyah tersebut pahalanya akan terus mengalir walau pun sang pelakunya sudah tidak ada. Inilah pentingnya agar kita selalu meluruskan niat dalam setiap beramal. Ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT, bukan sanjungan atau pujian orang lain. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

buku shalat

4

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

835

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 258 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment