Wirid dan Dzikir Setelah Sholat Tahajud dan Dhuha, Apa Ada Contohnya ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apakah setelah shalat Tahajud atau Dhuha kita juga harus melakukan wirid dahulu? Ataukah boleh langsung berdoa? Mohon penjelasannya. ( Marlina via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tidak ada aturan wirid ketika sebelum atau sesudah shalat Tahajud atau Dhuha, ini berbeda halnya jika wirid dilakukan pada shalat wajib.

 

 

Setelah selesai salat Tahajud atau Dhuha, Anda bisa langsung berdoa. Adapun dalam shalat wajib, ketika Anda sudah selesai melaksanakannya, hendaknya Anda melakukan dzikir atau wirid dahulu sebelum berdoa. Terkait cara wirid atau dzikir dan doa setelah shalat wajib insya Allah akan kita bahas dilain kesempatan.

 

 

Jadi, aturan yang baku mengenai dzikir atau wirid adalah dilakukan setelah shalat wajib.Ini berarti bahwa tidak ada dzikir atau wirid tertentu setelah shalat Tahajud, Dhuha, atau salat sunah lainnya. Namun, ketika Anda ingin berdoa setelah shalat Tahajud atau Dhuha, maka awali doa Anda dengan membaca asmaul husna . Hal ini seperti yang difirmankan Allah berikut ini.

 

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Allah memiliki Asmā’ul Ĥusnā (nama-nama terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmā’ul Ĥusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 180)

 

Asmaul husna adalah nama-nama yang baik yang Allah miliki, jumlahnya ada 99 itu. Ketika Anda berdoa setelah salat Tahajud atau Dhuha, maka boleh bahkan dianjurkan untuk mengawali doa dengan menyebut salah satu di antara 99 nama Allah tersebut, misalnya “Ya Rahman”, “Ya Rahim”, “Ya ‘Aziz”, “Ya Ghafur”, dan sebagainya. Anda tidak perlu menyebut 99 nama Allah dalam doa yang Anda panjatkan, cukup sebutkan saja nama-nama Allah yang Anda hafal.

 

Selain itu, ketika Anda berdoa setelah shalat Tahaju atau Dhuha boleh menggunakan bahasa yang Anda pahami, tidak harus menggunakan bahasa arab. Namun, sekali lagi ada baiknya atau afdholnya Anda awali doa tersebut dengan menyebut asmaul husna dan kalimat tauhid seperti berikut.

 

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنِّى أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, yang menjadi tempat bergantung semua makhluk-Nya, tidak beranak dan tidak dilahirkan. Dan tidak ada seorangpun yang sepadan dengan-Nya.

 

Jadi sebagai catatan, hendaknya Anda mengerti akan maksud doa yang Anda panjatkan kepada Allah. Sebab, tidak sedikit orang memanjatkan doa-doa tertentu, tetapi mereka tidak mengerti maksud isi doa tersebut. Selain itu, ketika Anda berdoa, hendaklah berdoa dengan suara pelan dan lembut seperti firman Allah berikut.

 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ” (QS. Al-A’raaf :55).

 

 

Berdasarkan ayat di atas, tidaklah patut seseorang berdoa dengan mengeraskan suara, apalagi berteriak.Terlebih lagi, di beberapa masjid sering terjadi ketika orang-orang berdoa dan berzikir dengan suara keras, ditambah lagi dengan menggunakan pengeras suara masjid.

 

 

Mohon maaf, tanpa bermaksud mengurangi rasa horbat saya kepada yang mengerjakan. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, termasuk dalam perkara berdoa dan berzikir ini.

 

 

Kesimpulannya, tidak ada zikir atau wirid tertentu setelah salat Tahajud atau Dhuha. Anda dapat langsung berdoa setelah melaksanakan salat sunat. Namun, Anda juga dapat berzikir setelah salat Tahajud atau Dhuha tanpa harus menetapkan dzikir tersebut harus dilakukan begini dan begitu layaknya setelah shalat wajib. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan pembahasan wirid atau dzikir dalam shalat, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “ Doa Orang-Orang Sukses “ atau “ Sudah Benarkah Shalatku? “. Didalamnya ada panduan cara berikut bacaannya yang diambil dari dalil yang insya Allah shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

buku shalat

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

924

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 860 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment