Pindah Kerja Dari Bank Konvensional ke Syariah, Apakah Sudah Hijrah ?

bank-syariah

Assalamualaikum. Pak Ustadz Aam, saya mau bertanya apakah pekerjaan saya bisa dibilang hijrah ? Dulu saya bekerja di bank konvensional, tapi karena ada penawaran di bank syariah maka saya pindah ke bank syariah karena saya ingin membantu mengembangkan bank syariah, semoga tenaga saya bermanfaat untuk memajukan bank syariah. Mohon penjelasannya ( N via fb )

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak, ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.  Kata hijrah berasal dari bahasa Arab( الْمُهَاجَرَةُ) yang berarti ‘meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat’. Kemudian dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat beliau dari Makkah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah Swt, berupa akidah dan syariat Islam secara istiqomah.

 

Dalam Al Quran banyak terdapat ayat tentang hijrah ini, misalanya:

 

(218). إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Sesungguhnya, orang-orang ber-iman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 218).

 

Jadi tujuan utama berhijrah adalah mengharap ridho dan rahmat Allah Swt. Kemudian dalam makna yang lebih luas hijrah tidak selamanya bermakna berpindah dari satu tempat ke tempat yang baru secara fisik. Namun, hijrah memiliki banyak makna termasuk dalam hal non fisik. Hijrah bisa juga bermakna bertekad untuk mengubah diri menjadi lebih baik demi meraih rahmat dan keridhoan Allah Swt.

 

Selain itu, hijrah juga dapat diartikan sebagai salah satu prinsip hidup seorang muslim. Seseorang dapat dikatakan hijrah jika telah memenuhi dua syarat, yaitu ada sesuatu yang ditinggalkan dan ada sesuatu yang dituju atau ada tujuan. Misalnya lingkungan Anda kurang kondusif, tidak ada masjid, banyak yang tidak shalat dan sebagainya. Kemudian Anda pindah ke lingkungan yang lebih islami, ada masjid, warganya ramah dan selalu menegakkan shalat dan sebagainya. Ini hijrah secara fisik dan non fisik.

 

 

Kemudian hijrah non fisik juga misalnya, Anda selalu begadang dan tidur larut malam hingga shalat Subuh selalu kesiangan. Lalu Anda ubah, tidur tidak terlalu malam, bisa bangun malam kemudian shalat Tahajud dan shalat Subuh berjamaah di masjid. Nah, ini juga bisa dimaknai hijrah yakni meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik dan semakin dekat dengan Allah.

 

 

Lalu apakah pindah kerja dari bank konvensional ke bank syariah termasuk hijrah? Ini juga bisa tergantung niat Anda. Kalau niat Anda ingin meninggalkan riba yang ada di bank konvensional kemudian pindah ke bank yang lebih baik, dengan pengelolaan sesuai prinsip syariah lalu ada dewan syariah juga maka insya Allah Anda termasuk orang yang berhijrah.

 

 

Dipekerjaan sebelumnya gaji atau penghasilan Anda lebih besar dibanding di bank syariah tetapi Anda yakin bahwa rezeki Allah yang menjamin dan yang mengatur maka insya Allah Anda sudah berhijrah. Dalam Al Quran firman Allah tegaskan,

 

(100)……..وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

 

Siapa pun yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini sebagai tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak……” (QS. An-Nisaa: 100)

 

 

Inilah salah satu motivasi dalam berhijrah bahwa Allah yang menjamin rezeki setiap hamba-Nya. Tidak perlu kecewa, sedih, gentar dan galau soal rezeki ini.

 

Kemudian yang tidak kalah penting dalam berhijrah adalah niat. Dalam sebuah hadits yang sering kita dengar tentang niat dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

 

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Jadi sekali lagi, luruskan niat dan dalam rangka mencari ridho Allah, bukan karena yang lain maka insya Allah yang namanya rezeki akan mengikuti. Kemudian tetaplah untuk senantiasa istiqomah apa pun yang terjadi setelah Anda berhijrah. Jangan pernah menyesal apalagi balik ke belakang. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

905

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 207 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment